Kayanya ni gue mulai yakin kata orang-orang tentang jumat berkah. Hari ini, seseorang nerima gue jadi pacarnya dong:). Gue gabisa bayangin seberapa bahagia gue. Pokoknya bahagia banget banget. Rasa-rasa seminggu yang lalu doi masih sedingin kulkas. Tapi emang Tuhan punya banyak rencana, dan gue berterima kasih buat itu semua.
Gue rasa-rasa pengin teriak sekarang, I LOVE U RIZKYYY.
Gadis bernama lengkap Zara itu membuka kenangan masa lalunya lembar demi lembar melalui bukunya yang berwarna tosca. Itu dulu, saat pertama kali Rizky menerima cintanya. Bak ketiban berlian, akhirnya perdsddnnya terbalas juga.
Ternyata perjuangannya selama 2 tahun itu tidak sia-sia, ia rela bangun pagi buta demi membawakannya bekal tiap hari, rela pulang malam demi menemani Rizky yang sering berlatih futsal, dan rela menerima cuekan dari Rizky setiap hari. Hingga akhirnya ia luluh dan menerima pintaan zara untuk menjadi miliknya.
"Rizky..." katanya seraya menenggelamkan wajahnya pada bantal. 1 tahun sejak Rizky menerima cintanya, secara mengejutkan Rizky berkata bahwa ia akan melanjutkan belajarnya di luar negeri. Hancur? Sudah pasti. Kecewa? Sangat.
Dan bayangkan, selama Rizky masih berada di tanah air, mereka tidak pernah date seperti pasangan pada umumnya. Jalan bersama pun jarang. zara kesal tentu saja, tetapi apa daya semua alasan Rizky masuk akal hingga ia tak tega untuk menolaknya.
Jika masih satu negara dengan zara saja cueknya minta ampun, apa kabar kalau mereka beda negara? Lost contact, iya zara mengganti nomornya, menonaktifkan semua sosmednya tidak lama setelah merantau dan tidak memberitahu zara.
Zara juga pernah mengirim email tetapi ujungnya tetap sama, tidak pernah dijawab. Secara tidak langsung, bukankah itu seperti pernyataan putus dari zara?
Sadarlah zara, ia ingin terbebas darimu
Jangan terlalu banyak berharap, ia pasti sudah / menemukan cintanya di sana
Tidak berusaha menghubungimu selama 3 tahun, bukankah sebuah pertanda?
"Rizky..hiks" Selalu seperti ini, zara menangis karena rasa cintanya yang masih mendalam. Tapi sekarang, ia berjanji pada dirinya bahwa ini terakhir kali ia menangis untuk Rizky.
Dulu, zara akan memagari hatinya kuat-kuat sebelum Rizky sendiri yang meminta putus secara langsung. Sekarang, zara lelah. Sangat lelah. Secinta apapun dirinya, ia juga mempunyai rasa lelah. Ia lelah menunggu dan berjuang selama ini.
Tidakkah sebuah hubungan berakhir bahagia jika kedua insan berjuang bersama?
Sepertinya kini ia perlu memikirkan ulang mengenai per jodohan dengan pilihan kedua orang tuanya. Ia juga ingin merasakan kebahagiaan nanti walaupun tanpa Rizky. Ya, ia akan membuktikannya.
"Dek." Seru ibu Zara yang sedari tadi berdiri di ambang pintu melihat putrinya bersedih.
Buru-buru zara mengusap air matanya, "Iya ma?"
"Kamu kenapa sih? Berkali-kali mama ngeliat kamu nangis sendirian. Mamd gatau kamu kenapa.. mama khawatir" Memang, Dewi - ibu zara tidak mengetahui masalah anaknya dengan Rizky. Karena sifat Zara yang lebih memilih memendam sendiri seberat apapun masalahnya.
"Ngga papa ma hehehe" jawab zara dengan tawa palsu. Sebenarnya Dewi amat penasaran, tetapi ia tidak bisa memaksa anaknya begitu saja. zara juga punya privasi bukan?
"Oh iya ma, perihal per jodohannya"
"Insha Allah Zara mau" lanjutnya dengan dada berdetak kencang. Semoga pilihannya tidak salah.
Mata Dewi berbinar, "Bener?"
Zara mengangguk, "Mama seneng banget" sedetik kemudian Dewi menghujaninya dengan pelukan.
"Mama akan atur pertemuannya"
***
1 jam lagi, Zara akan melangsungkan first meet nya dengan calon suaminya. Iya, bukan calon tunangan karena Dewi ngebet memiliki cucu.
Zara sudah mengubah penampilannya. Ia mengenakan Off shoulder dress berwarna nude dengan high heels warna serupa tanpa disertai clutch. Padahal Dewi sudah memaksanya, tetapi zara bersikukuh kalau membawa clutch menyusahkan. Lagipula ia hanya membawa ponsel nanti.
Hari ini, ia akan melupakan Rizky dan mulai
berusaha untuk mencintai calon suaminya.
Hari ini, perjuangannya kepada Rizky akan menjadi sia-sia.
Hari ini, ia akan melebur semua perasannya dan menguburnya dalam-dalam.
"Sudah siap nak?" tanya Dewi seraya memasuki kamar zara. Zara mengangguk pasti.
"Ayo, papa sudah menunggu di mobil"
Digenggamnya tangan Zara lembut, menuntunnya menuju mobil.
Selama perjalanan, jantung Zara berdegup kencang. Bagaimana calon suaminya nanti? Apakah secuek Rizky? Apakah setampan Rizky? Apakah apakah..... argghh Zara tidak bisa menghilangkan Rizky dari pikirannya. Terkutuklah.
"Sudah sampai" seru Agung -ayah Zara-ketika sampai di depan restoran yang tergolong mewah.
Mereka berjalan beriringan menuju sofa pojok dekat jendela. Tampaklah dua orang paruh baya menyambut kedatangan mereka.
Kemand calon suaminya? Jangan bilang ia akan dijadikan istri ke dua oleh pria paruh baya yang baru saja menyambutnya itu. Semoga saja itu calon mertuanya.
"Malam, Pak Agung" sapa pria itu sembari menyodorkan tangannya untuk ber jabat.
"Malam juga Pak Baskara"
zara tersenyum miring, Baskara? Bahkan namanya sama dengan nama mantannya yang belum bisa disebut mantan sih karena belum ada kata putus diantara mereka. Galang Putra Baskara. Kenapa hidupnya tidak bisa lepas dari cowok sialan itu?
"Ini yang namanya Widya?" Zara tak kaget dipanggil Widya, karena memang ayah ibunya lebih senang memanggilnya Widya daripada Zara. Lebih mudah katanya.
"Malem, om" sapa Zara sopan.
"Oh iya, Gilang masih belum datang.. maaf ya"
Zara sedikit tersenyum lega karena perkiraan bodohnya tidak terjadi. Dijadikan istri ke dua? Huh, apa-apadn.
"Ayo duduk dulu" Calon ibu mertuanya mempersilakan. Wanita paruh baya yang zara sendiri belum tahu namanya itu terlihat sangat cantik walaupun di usia yang tak lagi muda. Semoga ia juga bisa seperti itu nanti.
"Maaf saya terlambat" Tak lama, suara berat seorang lelaki memasuki indra telinga Zara, membuyarkan zara dari lamunannya. Suara itu...
Deg
Zara mendongakkan wajahnya, jantungnya berpacu cepat. Lelaki berwajah oriental yang sangat amat ia kenal tertangkap oleh indra penglihatannya.
Rizky.
Bagaimana bisa? Bukankah ia masih di luar negeri?
Zara menangkap aura keterkejutan di mata pria itu walaupun dengan cepat ia menutupinya.
"Dek, kemana kakakmu? Cepet telpon, udah pada nunggu ini" titah calon mertuanya pada Rizky.
Mata wanita itu kemudian beralih pada Zara, "Widya, kenalin ini Galang. Calon adik ipar kamu"
A-Apa?!?! Ja-jadi..
Zara terkejut*
benar-benar gila.
itu walaupun dengan cepat ia menutupinya.
Zara ingin menangis sekarang juga. Mengapa disaat ia mencoba move on, pria itu tiba-tiba 1 datang menjadi calon suaminya ? Ya itu masih dsumsi Zara.
Dan satu lagi, Rizky dulu pernah bilang ia seorang yatim piatu. Tapi apa-apaan ini, dasar pembohong.
"Dek, kemana kakakmu? Cepet telpon, udah pada nunggu ini" titah calon mertuanya pada Rizky
Mata wanita itu kemudian beralih pada Zara, "Widya, kenalin ini Galang. Calon adik ipar kamu"
A-Apa?!?! Ja-jadi..
Zara terkejut untuk yang kedua kalinya. Jantungnya berdetak sangat kencang. Gila ini benar-benar gila.
Apakah memang takdir Tuhan sebercanda ini?
Tidak bisakah Tuhan mencabut nyawanya sekarang juga.
-
-
-END