Nama ku karin, aku berasal dari keluarga yg cukup mampu, hari-hari seperti hari-hari biasanya di pagi hari harus berkerja dan di malam hari aku harus tidur setelah letih berkerja seharian
Aku bukan ingin menceritakan kisah ku, namun kisah seorang pemuda yg bisa memikat hati ku dan bersabar menunggu ku hingga 2 th lama nya
"Karin, nanti pulang bareng yuk.." Ajak gio ramah tersenyum tulus ke arah ku
"Nanti deh, aku soalnya masih bingung mau ke toko buku atau langsung pulang." Ucap karin bimbang tak enak jika ia menolak secara blak-blakan tawaran pulang bareng dari gio orang yg sudah menyatakan perasaan nya pada karin hingga 7 kali sejak pertemuan mereka di tempat kerja mereka
"Huh, baikalah aku akan temani kamu ke toko buku! ayo naik.." Ucap gio masih tersenyum lebar dan bersemangat tinggi
"Fuh, dia ngga tau apa maksud aku ngga diantar pulang!" Gerutu karin kalah gio sama sekali tidak membiarkan ia menolak ajakan nya kali ini
"Nih, pake helem.." Ucap gio tersenyum dan menyerahakan helem pada karin yg duduk di belakang motor ninja nya itu
"Maksih.." Ucap karin singkat dan memakai helem itu dengan malas
"Toko buku yy di persimpangan jalan kan?" Tanya gio cepat di sela-sela laju motor nya itu
"Iyaa.." Ucap karin singkat malas menanggapi gio
Gio memang pria yg baik dan ramah, namun karin adalah wanita yg masih ingin berkerja dan bebas dari urusan cinta! bukan karna tidka laku, namun karin cukup banyak mendapatkan kemanisan diawal hubungan setelah itu kepahitan nya menjadi penutup dalam setiap hubungan yg di jalani karin
Semua pria yg pernah menjalani hubungan seperti pacaran dengan karin pasti selalu selingkuh dan bahkan berbohong jika ia belum menikah! setelah berpacaran 3 bulan lama nya, karin mendapatkan tamparan di pipi karna di sangka merebut suami orang! semenjak itu karin tak mau membuka hati nya lagi
"Udah sampai, apa aku boleh ikut masuk?" Tanya gio tersenyum ramah walau ia sudah tau bahwa karin sekarang sedang kesal pada nya
"Tidak! diluar saja.. aku akan cepat!" Ucap karin masih terdengar kesal dan langsung masuk ke dalam toko buku itu dengan cepat
"Hm, karin.. aku menyukai mu! tingkah mu yg seperti ini semakin membuat ku gemas, andai saja aku menyatakan perasaan ku pada mu sejak kita kuliah dulu.. mungkin sekarang kita sudah mempunyai anak sekarang." Ucap gio tersenyum kecut setiap kali karin memperlakukan nya dengan kesal karna kehadiran gio yg mengganggu di hidup nya
"Huh, haus.. ehh, disana ada tukang es tuh beli ah.." Ucap gio menyebrangakan motor nya ke jalan lain dan membeli es dawet untuk dirinya dan karin disana
Karin sudah keluar dari toko buku, ia tak mendapati adanya gio di pakiran, ia tersenyum senang dan berjalan untuk menyebrangi jalanan dengan ceroboh nya ia tak melihat bahwa lampu hijau sudah menyala kembali
Mobil truk melaju dengan kencang dari arah salatan karin yg sedang sibuk melihat ke arah kantung buku-buku yg di sukainya itu jelas tidak tau jika ada truk yg sedang melaju kencang ke arah nya dan
Brak... karin terpentan kencang sekitar 5 Meter, gio yg baru saja melihat kejadian itu pun langsung berlarian kencang menghampiri karin yg sedang berlumuran darah di jalan itu
Gio menangis kecang disana, dan para pengguna jalan langsung menghubungi ambulans dan membawa karin pergih kerumah sakit
Gio selalu menemani karin saat masa-masa kritis nya, ia bahkan mendonorkan 2 kantung darah untuk karin! gio bolak-balik berdoa di musohola rumah sakit untuk kesembuhan karin
Gio bahkan membiayai karin karna merasa hal yg terjadi pada karin adalah salah nya, keluarga karin pun hanya bisa meratapi karin dari jauh, karin yg sekarang sedang koma membuat hati gio tambah merasa bersalah
Gio menjalankan semua nya, berkerja untuk biaya rumah sakit karin, menjaga karin di malam hari nya terus seperti itu hingga 2 th lama nya
Karin membuka mata nya perlahan-lahan ia melihat wajah serius dari gio yg sedang berkutat di laptop nya di sudut sofa sana, karin berusaha mengingat kejadian yg sudah menimpa dirinya itu
Dengan ceroboh nya karin menyebrangi jalanan tampa melihat situasi, karin memanggil gio dengan suara pelan, seolah-olah terbiasa dengan suara karin gio langsung menoleh dan tersenyum melihat karin yg sudah siuman, gio langsung memanggil dokter dan memeluk karin dengan sangat erat tak ingin kehilangan lagi!
Karin mendengar semua perjuangan gio untuk nya selama ia koma! karin tidak pernah menyangka bahwa gio akan setia itu pada nya, setelah karin di natakan sembuh, karin langsung menerima lamaran gio dan menikah dengan nya, kebahagian terpancarkan dari kedua kelurga di hari membahagiakan itu
TAMAT..
Haii, mampir juga yuk ke novel-novel author..
salam kenal dari author..😙