Langit tampak mendung dengan awan-awan abu yang mengantung, raut wajah khawatir tampak terlihat jelas di wajah setiap orang, yang kawatir akan ke hadiran hujan.
Seorang gadis cantik berambut panjang berkuncit kuda, sedang menarik koper bajunya,ia tak menghiraukan langit yang tampak murung itu,ia terus berjalan tanpa memperhatikan langit yang mulai terisak dengan butiran-butiran halus yang mulai jatuh, seoalah bebannya lebih berat dari ribuan tetes air yang jatuh.
Tania, itu namanya, Tania baru saja di pecat dari pekerjaannya, sekarang Tania bingung bagaimana cara untuk membayar uang semester untuk kuliahnya, selain itu sewa kontrakannya telah habis,terpaksa Tania harus pergi Meninggalkan kontrakannya.
'Ibu, maafkan Tania.. Tania gak bisa melanjutkan cita-cita ibu.. untuk menjadi seorang dokter' batin Tania yang mulai terisak, tanpa ia sadari dari kejauhan sebuah mobil mini bus melaju dengan kencang, sopir dari mini bus itu telah menekan klakson berulang ulang kali, namun Tania tetap tak bergeming sedikit pun, ia tetap berjalan sambil terisak hingga...'Tinnn...bruk...brukkk' kecelakaan itu tidak bisa di hindari, Tania tewas di tempat dengan darah yang mengalir deras, semua orang yang melihatnya segera datang mengerumuni, ada yang mengabadikan kecelakaan itu lewat ponselnya dan ada yang menghubungi ambulan.
Semua gelap gulita, sampai kemudian ada cahaya putih kecil yang mulai membesar, Tania keluar dari kegelapan dan masuk kesebuah dunia yang dipenuhi oleh hutan dan perbukitan, Tania jatuh dari langit dan di tangkap oleh sesuatu yang memiliki sayap seperti sayap elang
"Aaaa... lepaskan aku..aku mau di bawa
ke mana?" Triak Tania yang berusah melepaskan diri dari mahluk bersayap itu "diamlah betina cantik, aku akan membawamu ke sarang ku,lalu kau akan melahirkan bayi burung yang sangat imut" ucap mahluk bersayap itu dengan nada genit "tidak!.. aku tidak mau!.. lepaskan aku!" Triak Tania sambil meronta ronta.
Tiba-tiba ada sesuatu yang melesat begitu cepat dan menabrak mahluk bersayap itu, membuat Tania terlepas dari cengkraman mahluk bersayap itu
"Aaaa.... Tolong akuuu..." triak Tania begitu keras, tiba-tiba muncul lah tiga manusia bersayap salah satu dari mereka menangkap Tania, wajah Mereka terlihat mirip.
Yang satu memiliki sayap berwarna putih dan 2 lainnya memiliki sayap berwarna orange "kalian jaga betina itu, aku akan menghabisi suku elang itu" ucap manusia bersayap putih, dia melesat begitu cepat mengejar suku elang yang mulai menjauh.
Ketiga manusia bersayap itu hanya menggunakan sebuah penutup di area terlarang mereka memperlihatkan tubuh berotot mereka yang mempesona
"apa kau baik baik saja?" Tanya manusia bersayap yang mengendong Tania
"kau dari suku mana? dan pakaian mu.. sangatlah aneh?" Tanya mereka berdua bertubi-tubi "bisakah kalian turunkan aku terlebih dahulu? Sebelum aku menjawabnya, aku takut ketinggian!" ucap Tania sambil mencengkram keras lengan manusia bersayap itu "baik.." ucap mereka berdua turun kebawah.
Sementara itu suku Elang yang menangkap Tania tengah di kejar dan di hajar habis habisan " ternyata kau sudah ku bilang! jangan pernah mencuri di wilayah suku macan bersayap atau kau mati Roger!" Ucap manusia bersayap putih kepada manusia elang bernama Roger " kau yang mencuri betinaku Leon!" Jawab Roger dengan melemparkan bogemnya yang mengenai dada manusia macan putih yang bernama Leon "ayo! Leon hajar dia jangan lepaskan elang! Pengecut itu!" Sorak kedua manusia macan itu dari bawah.
Mereka berdua berduel hingga Roger jatuh ke tanah dan menghantam pepohonan, Leon melesat menghampiri Roger "cepat tinggalkan tempat ini! Sebelum kesabaran ku mulai habis!" Bisik Leon di telinga Roger, tanpa basa-basi Roger melesat terbang menjauh dari Leon " LEON! TUNGGU SAJA PEMBALASAN KU!"
____________******____________
Terima kasih sudah membaca tinggalkan like,saran dan kritik juga boleh.. ☺️ agar author lebih semangat lagi dan tau letak kesalahannya.
Dan jangan lupa baca karya ku yang lain ya ku tunggu like komennya ya
BERSAMBUNG.....