Sore itu sepulang ngojek. Mampir di warung angkringan langganan. Biasalah.. Nongkrong sebentar sambil membuang penat setelah seharian mengantarkan penumpang ke beberapa tempat.
"Mas, teh panas dong! " pesanku pada mas Andri sang pemilik angkringan.
"Pait opo manis? " jawabnya balik bertanya.
"Yang sedang-sedang saja.. " ucapku sambil mengedip-ngedipkan mataku. Hadeehhh..jijik sendiri aku dengan tingkahku yang lebay akut.
Tak jauh dari tempatku.. Ku lihat seorang wanita duduk sendirian. Kalau dilihat-lihat dari penampakannya sih kelihatannya umurnya sedikit di atasku. 'Wkwk... Sok taunya aku. O oww.. Astaga.. Dia melihatku' Berapa malunya, ketahuan sedang memperhatikannya. Aku tersenyum semanis mungkin kepadanya. Demi mengusir maluku😅 Eh dicuekinnya aku. Ya gak salah juga sihh.. Gak kenal ini. Tapi kan aku sudah berusaha bersikap ramah? Kenapa malah dicuekin? 'Ahh... Sok kegantengan, sihhh' monologku dlm hati.
"Ini tehnya.. " mas Andri datang mengantarkan pesananku.
"Lama bener bikin teh manis doang? " pertanyaanku yang hanya dijawab dengan senyuman malas oleh mas Andri. Seakan eneg dia padaku.
"Eh, mas! Dia siapa? " ku bertanya pada mas Andri sambil mengarahkan pandangan ke wanita itu.
"Ssstttt.. Jangan macam-macam. Istri orang itu. " mas Andri melotot kepadaku sambil berjalan meninggalkanku.
'Kenapa juga kalau istri orang? Kan aku nanya doang.. ' heran deh apa salahnya bertanya sesuatu yang menurutku biasa saja. Tinggal dijawab atau tidak kan tidak masalah. Namanya juga kepo. Kok dilarang? Kan gak dosa heehhh..
Sambil menikmati teh panas yang mulai berkurang suhu panasnya, aku mencuri-curi pandang pada wanita di seberang tempat dudukku. Sampai ketika datang seseorang. Seorang laki-laki berpawakan gagah dengan kulit sawo matang dan wajah yang tidak terlalu tampan. 'Masih lebih gantengan aku' narsisku.
"Sudah, dik? " laki-laki itu bertanya kepada seseorang yang sebelumnya sempat menarik perhatianku.
"Sudah, mas. Sebentar aku bayar dulu. " si cantik beranjak dari duduknya menghampiri mas Andri.
"Berapa, mas? "
"Kopi sama mendoan 1 pisang goreng 1..semuanya cuma tujuh ribu kok, mbak.. " setelah transaksi selesai si wanita meninggalkan angkringan menuju seseorang yang sudah menunggunya dalam mobil. Bersamaan dengan berlalunya mobil itu, hilang juga bayangan seseorang yang tak ku ketahui identitasnya. Tapi tak juga beranjak pergi dari pikiranku. Aku masih penasaran.. 'Siapa ya?'
"Woii!!! " mas Andri sedikit keras memanggilku. Pikiranku yang sempat berkelana tak tentu arah, kembali.
"Mas, kamu kenal sama wanita tadi? "
"Ojo diterus-teruske... Bojone wong lho! "
"Lha tekon tok wae kok ra oleh! "
"Tak kandani yo Lee... Sing jenenge bojone wong kuwi ojo mbok keponi terus. Iso-iso roso kepomu kuwi menjerumuskan."
"Halahh, menjerumuskan opo toh mas? Gaya bahasamu kuwi lohh.. "
"Dikandani wong tuwo kok ra ngandel..! "
Perdebatan itupun harus berakhir saat senja sudah menampakkan wajahnya di ufuk barat. Aku harus pulang.. Gak mungkin kan nginep di angkringan? Bisa-bisa disusulin sama emak😁
Aku tersenyum geli mengingat apa yang terjadi hari ini. Bisa-bisanya aku ngotot ingin tau tentang istri orang. Ya.. Seseorang yang sempat mengalihkan duniaku itu.. Ternyata.. Istri orang 🤕
Kekonyolan yang hakiki🙄🙄🙄