di bawah pohon di temani dengan cahaya bulan yang begitu terang, duduk sepasang kekasih yang sedang memadu kasih, mereka adalah Leon dan juga Nara.
" sayang kalau nanti aku pergi apa kamu akan baik - baik saja.. ?? " tanya Leon sambil mengelus rambut Nara dengan penuh kasih sayang
Nara pun melihat ke arah Leon dan menatap mata nya, ada keraguan di dalam sana.
" ada apa...?? apa kamu akan meninggalkan ku dan pergi jauh.. ?? " tanya Nara penasaran
" entahlah, tapi waktu ku sudah habis... " guman Leon pelan tapi masih bisa di dengar oleh Nara
" kenapa kamu selalu mengatakan itu, aku tidak mengerti sama sekali dengan apa yang kamu katakan.. "
" suatu saat nanti kamu akan mengerti.. dan saat nya tiba kita akan kembali bersama.. " kata Leon di akhiri dengan sebuah kecupan di kening Nara
entah kenapa Nara merasa ini adalah pertemuan terakhir mereka dan Nara merasa tidak rela kalau harus kehilangan kekasih nya itu.
sejak malam itu Leon benar - benar menghilang dari kehidupan nara, waktu berjalan begitu cepat dan sudah enam tahun Nara tidak pernah mendengar kabar dari Leon.
Nara pun sudah pasrah dengan keadaan ini, dia mulai kembali menata hidup nya tanpa kehadiran Leon di sisi nya.
hari ini Nara sedang berkunjung ke rumah bibi nya, rumah bibi Nara berada di sebuah desa terpencil, di tengah jalan mobil yang membawa Nara mogok dan mengharuskan dia harus turun.
sambil menunggu mobil yang di tumpangi nya di perbaiki Nara pun berjalan - jalan di sekitar daerah itu.
baru saja lima menit Nara berjalan dia melihat sebuah bangunan seperti kastil dan terlihat sedikit menyeramkan.
" kenapa ada kastil di daerah sini.. ?? " tanya Nara pada dirinya sendiri
karena penasaran Nara pun melangkahkan kakinya ke arah kastil itu, sesampainya di depan pintu Nara yang hendak mengetuk pintu di kaget kan dengan suara pintu yang terbuka sendiri.
dengan ragu Nara langsung masuk kedalam kastil itu dan melihat - lihat isi nya.
" hallo.. apa ada orang disini.. ?? " kata Nara sambil matanya melihat ke arah kiri dan kanan
Nara merasa sejak dia datang ke kastil ini ada yang terus memperhatikan nya, dia pun segera melihat ke arah belakang tapi tidak apa - apa, sepintas dia seperti melihat sebuah bayangan melintas di samping nya.
Nara pun segera mengikuti bayangan itu dan masuk kedalam lorong yang sangat gelap, bahkan matahari pun seperti enggan masuk kedalam sini.
" permisi apa ada orang disini.. ?? "
mata Nara tidak sengaja melihat sebuah foto yang terpasang di dinding dan Nara pun segera mengambil foto itu.
" ini... ini kan.. ?? " kata Nara yang sudah tidak bisa meneruskan kata - kata nya, dia hanya bisa mengeluarkan air mata nya saja saat ini.
Nara merasa ada sebuah tangan yang melingkar manis di perut nya, dia tidak tahu siapa yang sudah memeluknya dari belakang tapi dia sangat hafal dengan wangi ini.
" Leon.. ?? " guman Nara pelan
" iya sayang ini aku, dan sekarang sudah saat nya kita bersama.. " bisik Leon
Nara pun segera melihat kearah Leon dan di detik berikutnya Nara sangat terkejut ketika melihat Leon.
" apa yang terjadi kepada mu kenapa kamu menghilang.. ?? " tanya Nara sambil menatap Leon dan tangan Nara mengelus wajah Leon yang selalu pucat.
tanpa menjawab pertanyaan Nara Leon kembali memeluk kekasihnya itu.
" aku sangat merindukan kamu sayang, dan hari ini kita akan bersama kembali selama nya.. " bisik Leon
Nara menjauh kan diri nya dari Leon dan melihat ke arah Leon yang sudah mengeluarkan taring nya.
" siapa kamu dan apa mau kamu.. kamu bukan Leon.. " kata nara sambil berjalan mundur
" aku Leon kekasih mu, sudah lama aku selalu memperhatikan mu tanpa bisa mendekat.. tapi hari ini kita akan bersama selama nya.. kamu akan menjadi ratu di bangsa ku.. "
" bangsa mu.. ?? " tanya Nara tidak mengerti
" iya sayang kamu akan menjadi ratu vampir.. " dan dengan cepat Leon pun menggigit leher Nara dan menjadikan nya menjadi bagian dari diri nya.