"Ayah, bisakah kamu mengecilkan suara TV itu." Ucapku sambil menutup telinga erat-erat.
Sial! Bisakah kamu melakukan hal bermanfaat di malam Jumat ini, yasinan kek, mengaji, atau hal bermanfaat lainnya. Mengapa harus menonton TV dengan suara keras? Sigh...
"Apaaaa?"
"BISAKAH KAMU MENGECILKAN SUARA TV ITU!!!"
"Haiss, suaramu terlalu kecil. Apakah kamu laki-laki?"
'Arrrgh! Apakah teriakan ku belum cukup memasuki telingamu?' Pikirku
Mencoba menahan kekesalanku, aku berjalan menuju Ruang Keluarga. Tapi seiring aku mendekati Tempat tv itu berada, aku menyadari bahwa suara yang dihasilkan terlalu besar.
'Pantas saja kamu tidak bisa mendengar suara anakmu. Volume tv itu saja hampir memecahkan gendang telingaku!' Gumamku
Melihat Remote tv yang tergeletak di sofa, aku segera mengambilnya lalu menekan tombol pengecil suara.
"Aku bilang, bisak-"
Kata-kataku segera terhenti ketika menyadari tidak ada seorangpun di ruang tv. Karena aku telah mengecilkan suara TV, ruangan itu sunyi senyap dan anehnya menjadi dingin ketika aku menyadari sesuatu.
"Ahh, Bukankah ayah sudah meninggal kemarin?"
-Tamat