Saya duluan menyukai teman masa kecil saya , tetapi dia selalu bersikap dingin terhadapku.
Maka saya putus asa dan jatuh cinta pada suami saya tapi dia merencanakan kecelakaan mobil dan membuat saya meninggal.
Setelah terlahir kembali dan bertemu teman masa kecil membuatku memtuskan untuk balas dendam.
Namun, teman masa kecil saya tetap bersikap dingin, bahkan selalu berbicara dengan kasar.
"Intan, kamu sungguh buruk dalam memilih pasangan hidup."
"Tapi masih belum terlambat, saya akan berusaha untuk membantumu."
1
Bunyi keras terdengar, mobil hitam menabrak pembatas jalan dengan kecepatan yang sangat cepat, guncangan kuat membuatnya terguling selama dua putaran tanpa terkendali hingga jatuh dengan kuat di tanah.
Sakit!
Rem mobilku telah dirusaki oleh orang, ketika saya menyadari, mobil seperti binatang buas yang tak terkendali menyeretku ke dalam jurang kematian ...
2
Tiba-tiba, saya terbangun dari tempat tidur, keringat membasahi piama sutra saya, AC sepertinya sudah dimatikan sejak tadi, udara yang panas membuat rasa sesak di dalam mimpiku semakin nyata.
Saya melakukan mimpi yang mengerikan.
Lelaki di sebelah saya memelukku dengan lembut, lalu berkata dengan suaranya lembut, "Sayang? Mimpi buruk, ya?"
Saya mendorongnya dengan dingin, dia pun duduk sambil mengucek matanya. Lalu, dia berkata dengan suara santai, "Ada apa?"
Saya melihat pria yang sudah berusia tiga puluhan, tapi masih sangat tampan, bahkan tidak gemuk. Bisa dibilang, suami saya terlihat seperti pria berusia dua puluh tahun.
Dia adalah teman sekelas saya di universitas, kami menikah setelah lulus dan sekarang sudah menikah sepuluh tahun.
Saya tahu, semua yang saya alami dalam mimpi itu pernah terjadi dalam kehidupan nyata. Rasa sakit dikhianati oleh lelaki di depan mata, kesedihan karena dicelakai. Saat kami mengurus perceraian, kami sudah berpisah, tapi dia masih saja ingin menjebak saya dan membunuh saya.
Dulu, saya begitu menyukai tampang dan sikap lembut pria di depan saya, tapi sekarang saya membencinya.
"Bernard, kamu tahu tidak tadi saya bermimpi buruk? Saya bermimpi kamu selingkuh dan bersekongkol dengan selingkuhanmu untuk membunuhku."
Wajah Bernard tidak menunjukkan keanehan apa pun, hanya terlihat lembut dan sopan saat menghadapiku, bahkan menunjukkan perhatian dan kasih sayang seorang suami. "Pasti karena beberapa saat lalu ada tekanan dari mempersiapkan hamil. Tekanan dari ibu membuatmu tertekan,saya akan bicara dengan ibuku untuk mengesampingkan masalah anak dulu. Bagaimanapun juga, kelak kita masih ada waktu."
Terpikir hubungan dia dengan wanita lain, saya pun merasa jijik. Saya
menahan diriku untuk tidak muntah, lalu saya mendorongnya. "Hari ini, saya sangat lelah. Tidur dulu."
Dia tercengang sejenak, lalu menganggukkan kepala dan merapikan bajunya sebelum berbaring lagi, "Istirahatlah lebih cepat, besok saya masih ada rapat dengan ayah."
Saya berdiri, lalu menuangkan segelas anggur untuk diriku sendiri dan duduk sendirian di balkon sambil merasakan angin dingin.
Saya pernah mati di tangan Bernard, jadi saya mulai mempertimbangkan kembali hubungan kami.
Selama ini, saya menyalahkan diriku sendiri karena tidak bisa hamil, tapi saat selingkuhannya si Bella dengan kondisi hamil memberikan botol suplemen yang persis sama dengan yang saya konsumsi, saya pun tidak bisa melupakan ekspresi sombong Bella itu. "Intan, kamu tahu tidak kenapa kamu tidak bisa hamil? Ini adalah penyebabnya. Bernard amat membencimu dan tidak mungkin memiliki anak denganmu. Obat ini akan membuatmu tidak punya anak selamanya jika dikonsumsi secara terus menerus selama tiga bulan, sementara kamu yang selalu dihiburnya sudah memakan obat itu selama bertahun-tahun."
Dia mengkerutkan bibirnya, "Intan, kamu sangat kasihan."
Saya menundukkan kepala dan mengusap botol minyak ikan ini, salah satu dari beberapa produk perawatan yang selalu dibeli oleh Bernard setiap bulan untuk saya.
Suami yang telah bersama saya selama 10 tahun berselingkuh dan bersama selingkuhannya menjebak ayahku untuk mendapat harta ayahku. Setelah mendapatkan separuh milik harta ayahku, mereka masih tidak merasa puas dan ingin membunuh saya.
Ketika merenung, ada rasa benci di mata saya dan pandangan saya semakin lama semakin dingin.
"Tuhan, kasihan pada saya, jadi membiarkan saya terlahir kembali." Saya mengganti botol minyak ikan itu dengan salah satu botol obat yang di dalam tas Bernard. "Saya tidak akan mengampuni kalian si pria berengsek dan wanita jalang."
3
Saya memasuki gedung kantor, resepsionis tersenyum kepada saya, "Nona Intan, Pengacara Dex sedang menunggu Anda."
Dex adalah teman karib saya dari masa kecil, tetapi setelah saya bersama Bernard, dia tidak senang saya berhubungan dengan Dex, akhirnya saya tidak berkontak dengannya lagi.
"Sudah lama sekali tidak bertemu, Pengacara Dex." Ketika saya masuk ke kantor, di atas meja terdapat permen yang saya sukai dan teh bunga.
"Sudah lama tak bertemu." Dex tetap dingin, jadi jauh berbeda dengan Bernard yang ramah dan menyambut pelanggan dengan senyum.
Ketika saya melihat permen di atas meja, saya pun mengambil satu.
Sekarang, saya baru menyadari bahwa ada orang yang memiliki penampilan dingin tetapi hatinya hangat. Meskipun terlihat sulit untuk didekati, bahkan kata-kata yang diucapkan selalu pedas, tapi orangnya apa adanya dan dapat dipercayai.
Sebenarnya, Dex-lah orang yang dipilih oleh orang tua saya untuk menjadi pendamping hidup saya, tetapi kemudian datanglah Bernard, akhirnya saya kehilangan kontak dengan Dex.
Setelah kehilangan seorang teman pengacara, saya merasakan diri saya seperti burung yang tidak bisa terbang. Di kehidupan sebelumnya, saya dicelakai suami saya, sekarang saya terlahir kembali. Satu-satunya pengacara yang dapat saya percayai adalah Dex, si teman yang tumbuh besar bersamaku.
"Bernard
telah selingkuh, dia sangat tamak dan ingin mengambil alih perusahaan ayahku. Ini adalah hasil jerih payah orang tuaku seumur hidup, saya tidak bisa diam dan membiarkannya mengambil barangku." Saya menunduk untuk menututupi tatapan kebencianku. "Selain itu, selama ini saya curiga dia memberikan banyak uang pada wanita simpanannya, saya ingin mendapatkan kembali uang tersebut. Tidak hanya itu, ada banyak dokumen rahasia perusahaan yang harus saya selamatkan."
Kalau tidak ada usaha dia, bagaimana perusahaan ayahku bisa hancur begitu cepat setelah ayahku mati? Dia sudah bersama kekasihnya, Bella, selama bertahun-tahun. Dia tampak begitu tekun dan baik di depan ayahku, tetapi sebenarnya dia telah berencana menguras habis perusahaan ayahku.
"Ada dua saran saya untuk kasus seperti ini, pertama adalah harus terbukti bahwa Tuan Bernard selingkuh dan melakukan hubungan tidak sah dengan orang lain, kedua memastikan adanya transaksi pemberian hadiah, serta memastikan jumlahnya," kata Dex tanpa ekspresi kaget.
Saya tercengang. "Apa kamu tidak kaget?"
Dexmelihat ke arahku, "Saya sudah tahu dia orang seperti apa, tapi kamu menyukainya, kamu yang tidak bisa melihat jelas niat seseorang. Lagian ini urusanmu."
Dex selalu seperti itu, ucapannya bisa membuat orang ingin memukulnya, tapi apa yang dia katakan benar.
"Intan, kamu memang tidak pandai memilih pria." Saat saya hendak pergi, Dex memandangku sambil mengucapkan kata-kata itu dengan lembut.
"Saya tahu." Saya terhenti, "Saya benar-benar tidak pandai pilih pria."
"Belum terlambat," kata Dex. "Saya akan berusaha membantumu."
"Terima kasih."
Dualu, saya pernah sangat tergila-gila pada Dex. Dia seumuran dengan saya dan orang tua kami adalah sahabat. Ketika masih kecil, kami bermain game bersama teman-teman, saya selalu berperan sebagai pengantin Dex. Setelah lulus dari universitas, saya menulis surat cinta untuknya, tetapi tidak mendapat tanggapan darinya.
Bahkan setelah menerima surat cinta saya, dia tidak lagi berbicara dengan saya. Setiap kali dia melihat saya, dia selalu tampak dingin.
Saat itu, saya sangat sedih, bahkan merasa bahwa dia tidak punya hati nurani. Meskipun tidak menjadi kekasih, kami tetaplah teman. Tapi dia bahkan tidak memberi saya kesempatan untuk menjadi sahabat.
Kemudian dia pergi ke luar negeri, Bernard pun muncul. Saya tidak pernah disukai oleh orang dengan serius, cinta seperti ini membuat gadis polos sepertiku tersentuh.,
Tidak ada orang yang tidak suka perasaan cinta yang jelas dan transparan.
Saya menarik napas. Setelah mati, saya si gadis bodoh ini baru menyadari bahwa cinta bisa dipalsukan.
"Mari naik." Mobil Dex berhenti di depan saya.
Saat saya mau menolak, terdengar suara yang tegas dan tenang, serta sikap serius dalam menangani urusan penting. "Mari makan bersama dan bicarakan beberapa hal tentang 'cara mengumpulkan bukti selingkuh'."
Saya tersenyum. "Ayo, saya ingin makan hidangan Italia."
Dia menopang jendela mobil dan dengan tenang mengatakan "em."
"Mengajukan gugatan pada orang ketiga tidak dapat dilakukan dengan alasan merusak hubungan pernikahan. Jika dia mengajukan gugatan dari sudut pandang perasaan, pengadilan biasanya tidak akan menerima kasus seperti ini, karena perasaan hanya dapat dibenci secara moral. Saya menyarankanmu untuk mengajukan gugatan pada orang ketiga untuk mengembalikan semua barang yang pernah dihadiahkan oleh Bernard padanya." Dia mengambil menu, lalu memesan beberapa hidangan tanpa menanyakan apa yang saya suka. Setelah saya mendengar pelayan mengatakan ulang beberapa hidangan itu, saya tahu itu semua makanan yang saya suka.
Tiba-tiba saya merasa sedih di dalam hati.
"Kenapa kamu?" tanya Dex saat melihatku sedih.
"Tidak apa-apa." Saya memperhatikan diriku sendiri, lalu mengucek hidungku yang terasa masam. "Jadi, menurutmu apa yang harus saya lakukan?"
Saya hanya ingin mengambil kembali barang milikku, sekaligus membuat suamiku yang tidak tulus dan berkhianat itu hancur. Tapi saya sama sekali tidak tahu harus melakukan apa.
Dex melihat kebencian dalam mata saya, dia paham padaku. Dia tahu bahwa saya sudah memutuskan untuk melakukannya.
"Hubungan mereka sudah sampai tahap apa? Apakah kamu tahu?" tanya Dex.
"Saya tahu dengan sangat baik." Saya menggenggam erat tangan saya.
"Baiklah. Saya ingin tahu tentang tekadmu dalam melakukan hal ini?"
"Saya bisa mengorbankan semuanya."
"Baik." Dex tersenyum. "Kalau begitu, masalah ini tidak sulit diatasi."
4
Sebenarnya, ketika saya bercerai dengan Bernard di kehidupan sebelumnya, saya merasa sangat bersalah.
Saya tak punya anak dengan Bernard, tapi saat itu saya tidak tahu bahwa saya mandul karena efek obat-obatan. Ketika bisnis ayah saya mengalami masalah, Bernard sangat berusaha untuk membantu dan hampir tidak pernah pulang ke rumah. Kemudian, saya baru tahu bahwa di saat-saat sibuk itu, sebagian besar waktunya dihabiskan di tempat Bella, bahkan mereka memiliki rumah di luar sana.
Bernard memiliki dua ponsel, salah satunya biasa digunakan untuk telepon dengan saya, sementara yang satunya lagi digunakan untuk berhubungan dengan Bella.
Kedua ponsel itu sama model. Di mata saya, Bernard adalah suami yang sempurna dan saya tidak pernah curiga bahwa suatu hari dia akan berselingkuh dengan wanita lain.
Saya ingat perkataan Dex. "Saya punya cara untuk memulihkan kerugian keuanganmu, jika kamu melakukannya dengan baik, bahkan bisa menghancurkan hubungan Bernard dan selingkuhannya, bisa dibilang satu rencana ini mendapat dua keuntungan. Jika kamu menemukan catatan transaksi antara suamimu dan orang ketiga, kepercayaan di antara mereka akan runtuh seketika."
Saya membuka ponsel dan mengirimkan riwayat transaksi akun di ponsel Bernard yang lain ke emailku dan menghapus semua riwayat.
Saya memegang secangkir kopi, saya mengirimkan informasi itu ke Dex, lalu menelepon ayah saya.
"Ayah, saya ingin bercerai dengan Bernard."
Ayah saya meninggal pada bulan Desember tahun depan. Awalnya bukan karena penyakit yang serius, hanya lelah yang menyebabkan tubuhnya melemah, lalu ayah saya selalu menunda untuk berobat, akhirnya karena kelelahan dia meninggal di meja rapat karena serangan jantung.
Awalnya, dia bisa istirahat dengan baik dan sebenarnya tidak sampai harus meninggal.
Bernard selalu berperan penting sebagai "asisten baik" yang membantu ayah saya menangani urusan perusahaan.
"Akhirnya kamu sudah berpikir dengan baik." Ayah saya merasa sangat senang. "Bocah ini berniat jahat, saya sudah hidup lebih dari lima puluh tahun, jadi saya bisa melihat dengan jelas dia orang seperti apa. Tapi, kamu adalah putri saya, karena dia baik padamu, saya baru baik padanya. Segala yang saya punya akan menjadi milikmu, selama dia mencintaimu dan menjaga kamu dengan baik, apa yang kamu punya tentu akan menjadi miliknya juga."
Setelah menutup telepon, saya menyeka air mata.
Bernard bersamaku hanya menginginkan perusahaan ayahku, tapi ayah saya secara jelas memberitahunya bahwa apa saja yang dia lakukan, semuanya adalah milikku, dia hanya bisa menikmati semuanya itu asalkan bersamaku.
Jelas sekali, hal ini membuat Bernard tidak bisa terima.
Maka, dia mulai merencanakan dengan kekasihnya, Bella untuk mengambil alih perusahaan ayah saya.
Ponsel saya berbunyi, itu dari Dex.
"Saya melihat nomor rekening penerima itu adalah Bella."
Saya mengangguk.
"Bella ini bukanlah orang sederhana." Helaan napasnya sangat dingin. "Dia adalah putri di luar nikah Iman si pengusaha Ponsel Raja. Menurut hukum, anak di luar nikah tidak memiliki hak waris, tetapi jika diakui identitasnya sebagai anggota keluarga yang sama, maka situasinya akan berbeda. Saya pikir, Bella dan Bernard bersama dengan tujuan yang tidak sederhana, tujuan mereka adalah perusahaan ayahmu. "
"Saya tahu."
"Oh?" Dex agak terkejut. "Tak disangka kemajuanmu selama beberapa tahun ini sangat besar."
"Jadi orang pasti akan mengorbankan sesuatu untuk dewasa. Hanya saja, terkadang pengorbanan itu sangatlah besar, juga sangat sakit," kata saya.
Ini perkataan yang sangat tulus.
"Jelas, pernikahanmu tidak membuatmu berhasil, malah membuatmu menjadi patuh, takluk, seperti kucing rumahan yang tidak memiliki cakar." Dex menatapku. "Dulu, kamu bukan seperti itu."
Saya mendengarkan kata-katanya dan agak terdiam sejenak.
Memang, dulu saya bukan gadis patuh, saya suka petualangan yang merangsang, juga ingin menjelajahi dunia. Tapi selama bertahun-tahun bersama Bernard, saya mulai menjadi istri idealnya dan perlahan-lahan lupa pada impian masa muda, bahkan rela menjadi wanita tenang yang merawat bunga di halaman rumahnya.
Saya menghela napas. "Apa yang kamu katakan benar, pernikahan saya memang gagal."
"Kamu masih sempat menghentikan kerugian dalam tepat waktu, jadi belum terlambat."
Saya minum agak banyak, wajahku terasa panas, bahkan membuatku berkata dengan jujur.
"Kamu memang orang yang pintar, saya ini budak cinta. Apa yang dikatakannya, saya tidak pernah curiga. Kalau bukan dicelakai sampai mati, mungkin saya masih dengan bodoh menjadi mangsa lawan. Dulu, saya masih tidak mengerti kenapa surat cinta yang saya tulis untukmu tidak ada balasan."
"Surat cinta?" Dex merenung.
5
Mata Dex terlihat sangat dingin. "Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik."
"Lebih baik?" Saya tertawa keras. "Saya sudah berumur tiga puluh tahun, saya tidak lagi muda, saya ditipu oleh Bernard dan minum obat infertilitas selama bertahun-tahun. Kelak saya tidak akan punya anak lagi."
"Menurutmu apa yang kulakukan sehingga membuatnya membenciku? Dia sangat kejam padaku, ingin mengambil alih perusahaan ayahku, juga menghancurkan masa depanku. Saya bahkan dengan bodoh mengira saya tidak punya anak karena kesehatanku."
Semakin saya memikirkannya, semakin saya sedih. Sejak saya dilahirkan kembali, saya penuh dengan kekhawatiran dan tidak tahu harus memberi tahu siapa. Mimpi saya tentang pemakaman ayah saya, karyawan yang terpaksa diberhentikan di depan perusahaan. Bahkan karena masalah tidak mampu membayar gaji karyawan dimarahi oleh netizen sebagai orang tak berhati nurani. Tapi, saya tidak punya uang, saya sudah lama menjadi ibu rumah tangga, jadi sulit bagiku mencari pekerjaan. Saya menjual semua rumah, tapi tidak sanggup membayar ganti rugi itu. Saat itu, saya benar-benar ingin mati saja.
Saya menangis keras, Dex memberi saya tisu, melihat bahwa saya menangis sedih, dia pun dengan lembut mengusap kepala saya seperti sama seperti saat saya menangis ketika masih kecil. "Jangan khawatir, masih ada saya."
Dia menghiburku dengan suara lembut, "Jangan menangis, saya akan membantumu balas dendam pada mereka yang menindasmu."
6
Setelah saya mengumpulkan semua bukti dan menyerahkannya ke pengadilan.
Bella pun mendapat surat dari pengadilan.
Saya mengabaikan puluhan panggilan dari Bernard. Saya menelepon ayah saya dan memberikan semua bukti perselingkuhan Bernard kepada ayah saya. Ayah saya telah bergelut dalam dunia bisnis selama bertahun-tahun, ditambah adanya peringatan dari saya, dia segera mengeluarkan Bernard dari pekerjaan penting. Bahkan, dalam rapat dewan direksi, ayahku memperlihatkan foto-foto perselingkuhannya kepada semua orang.
Tentang berita utama di Weibo dan headline tentang putri di luar nikah seorang pengusaha Ponsel Raja, hal itu saya tidak tahu. Sementara saya sedang meninum boba sambil bermalas-malasan membaca komentar di ponsel saya.
Tiba-tiba saya menerima telepon dari Bella yang meminta maaf sambil menangis.
"Saya harus mengingatkanmu, Nona Bella, bahwa saya telah merekam percakapan kita sampai saat ini."
Bella tidak menyangka diriku akan sejujur itu dan dia terdiam sejenak. Mereka berdua pasti telah berbicara dan memutuskan untuk mengorbankan seseorang untuk merebut kembali kepercayaanku. Tidak dapat dipungkiri bahwa Bernard benar-benar ahli dalam memainkan perasaan orang. Setelah situasinya semakin buruk, satu-satunya yang bisa dia lakukan adalah merayuku, agar saya memaafkannya dan hal ini bisa berlalu begitu saja.
Sekarang saatnya bagi saya untuk membalas.
"Bernard berada di sampingmu, 'kan? Apakah dia yang mengajarimu untuk memohon ampun dengan sangat rendah diri, agar saya merasa kasihan dan mengizinkannya kembali ke sisiku? Apakah dia memanfaatkan fakta bahwa saya tidak bisa memiliki anak agar saya tersentuh?"
Bella yang di sana terkejut dengan kata-kata saya. Ternyata tebakan saya benar, mereka sangat kaget.
Saya berkata, "Kamu dan saya kuliah di universitas yang sama, jadi kamu pasti tahu bagaimana usaha Bernard dulu untuk mengejarku. Dia bersedia menghabiskan seluruh uangnya hanya untuk memenangkan hatiku, karena dia menyadari bahwa jika berhasil, setidaknya hidupnya tidak akan sulit. Karena saya memiliki banyak uang, itu adalah aset dan jaminanku, tetapi Bernard tidak punya apa-apa. Saat saya membeli Hermes, dia bekerja paruh waktu di kafe. Saat saya mengendarai mobil Mercedez, dia masih mengendarai sepeda bekas. Dia suka gaya hidupku seperti ini, jadi berusaha menyanjungku."
"Tapi apakah dia akan menyanjungmu ketika bersama denganmu?" Saya tersenyum dan bertanya, "Tidak ada, 'kan?"
"Nona Bella, kamu lebih malang dariku," ucapku dengan dingin. Di ujung telepon, dua orang itu tidak berkata apa-apa.
"Bernard, kita bercerai saja. Jika kamu mau bercerai tanpa meminta harta, saya akan memberimu harga diri, juga tidak akan membiarkan masalah ini terus dihebohkan. Mau kamu bersama dengan siapa, itu urusanmu. Mau kalian ke mana, juga urusan kalian. Kalau kamu tidak tahu diri, saya akan membiarkanmu susah hidup di mana pun."
Saya tersenyum sambil menggelengkan kepala, kemudian meletakkan ponsel. Akhirnya, beban yang sudah lama di dalam hatiku dapat terangkat dan saya merasa hidupku menjadi lebih ringan.
7
Dex membantu saya mengurus prosedur perceraian, sementara Bernard jangan harap bisa mendapatkan aset apa pun, mau itu properti atau uang. Rencana Bella yang dilakukan selama sepuluh tahun, sekarang menjadi sia-sia. Setelah itu, saya kembali ke perusahaan dan membantu ayahku mengurus bisnis.
Setelah bercerai, hidupku perlahan-lahan kembali normal.
Setiap hari saya sangat sibuk, meskipun melelahkan, Pengacara Dex selalu menggunakan alasan jasanya dalam mengatasi perihal perceraian ini mengundangku makan, saya tentu saja akan melayani si penolong ini dengan baik. Saya bertanya apa yang dikatakannya pada mantan suamiku, sehingga Bernard dengan patuh meninggalkan kehidupanku.
Dex menatap saya dengan menopang dagunya. "Benarkah kamu ingin tahu? Tapi, jika saya memberitahumu, kamu mungkin harus menentukan ulang hubungan kita."
Saya tertawa, "Apa maksudmu?"
"Kamu masih ingat ketika saya akan pergi ke luar negeri dan kamu memberikan saya surat cinta?"
"Saya tidak pernah menerima surat cinta itu."
"Surat yang kamu berikan pada saya, dirobek oleh Bernard."
"Bernard tidak hanya mencuri surat cinta yang kamu berikan padaku, dia juga membuat kita kehilangan kontak selama sepuluh tahun." Dex berkata dengan serius.
"Jika saya membaca surat yang kamu tulis, sekarang kita sudah bersama selama sepuluh tahun."
Saya terkejut dengan perkataannya, sehingga saya lupa untuk mengunyah makanan.
"Dia sendiri yang tidak menghargai cinta yang dia curi ini." Dex menatap saya dengan tangan terlipat, di bawah cahaya lampu yang agak gelap, Dex tampak angkuh dan tenang. "Tampaknya dia sangat takut padaku, alasan mengapa dia menggunakan cara licik untuk menghancurkan surat cinta yang kamu tulis untukku, karena dia tahu sejak awal, dia bukanlah lawanku."
Saya menatap Dex dengan bingung, "Jadi, maksudmu?"
Dex tersenyum, selama saya mengenalinya, dia selalu terlihat angkuh, tetapi sekarang, dia menatap saya dengan lembut.
"Maksud saya, kesalahan di sepuluh tahun yang lalu, masih bisa diperbaiki sekarang."
"Jadi, apakah kamu bersedia memberikan saya kesempatan ini, Nona Intan?"