"sayaaaanggggg..!!!!"teriakan seorang gadis mengalihkan atensinya dari pacar laki-lakinya sekarang ini
pemuda tampan itu memejamkan matanya untuk menekan rasa kesalnya, karena sumber masalah terbesarnya sekarang datang dan menambah masalah yang baru lagi bagi dirinya.
pasalnya sekarang ini ia sedang bertengkar hebat dengan kekasihnya karena sang pacar merasa cemburu dengan gadis-gadis yang selalu mencoba untuk mendekatinya.
tidak dapat dipungkiri pesona seorang Leo Nevandra sang pengusaha kaya yang memiliki rupa perpaduan antara jepang dan indonesia itu dapat memikat hati semua orang.
mulai dari balita,anak-anak,ibu-ibu,waria sampai nenek-nenek pun tidak dapat berpaling dari pesonanya.kalau para gadis jangan tanyakan lagi mereka sampai ada yang nekat untuk naik keatas ranjangnya untuk bisa menggodanya.
Tapi sayangnya seberapa berusahanya pun mereka tidak ada yang dapat menaklukan lelaki tampan ini. Itu karena peristiwa kelamnya yang semakin membuatnya benci terhadap seorang wanita.
iapun menoleh setelah gadis itu tepat berada disebelahnya,menyorotnya dengan tajam mencoba untuk mengintimidasi gadis tersebut. Tapi sayangnya segala cara yang dilakukanya untuk membuat gadis itu menyerah mengejarnya hanya berujung kegagalan.
sepertinya usaha yang dilakukannya selama ini tidak menimbulkan efek apa-apa terhadap gadis itu.contohnya saja dengan mempertontonkan kemesraannya dengan kekasih prianya ini,malah sehari setelahnya gadis itu membuatnya bertengkar dengan kekasihnya tersebut.
dan sekarang ini pertengkaran itu semakin besar karena masalah ciuman tempo hari dirinya dengan gadis ini.
yah,namanya Dilla Ananta,seorang gadis yang dijodohkan denganku oleh nenek karena ia mendengar kabar bahwa aku seorang gay,walaupun kenyataannya itu semua adalah fakta.
Ia seorang gadis yang memiliki wajah bulat dengan sorot mata tajam dan bibir merekah yang selalu basah seakan menggoda siapa saja untuk mencicipinya.
Dan entah mengapa ia juga tergoda dengan gadis ini,padahal selama ini tidak ada seorang pun yang dapat membangkitkan sisi liarnya ini sekalipun dengan kekasih prianya yang sekarang.
Dan kemarin dirinya lepas kontrol setelah melihat pemandangan indah dipagi hari,karena keberadaan gadis itu dikamar apartementnya hanya menggunakan tank top tipis memperlihatkan lekuk tubuhnya yang menggoda dan jangan lupakan kakinya yang jenjang memperlihatkan pahanya yang mulus karena menggunakan rok diatas lutut.
alhasil ia menyerangnya dalam sekali terkam dan berujung pada ketagihan akan gadis ini. Ia kira akan mendapatkan penolakan ataupun tamparan dari gadis ini karena telah melecehkannya.
Tetapi yang terjadi ia malah terlihat kebingungan dengan napas yang putus-putus akibat ciuman yang pria itu berikan, Entah dia terlalu polos atau memang sengaja untuk menggodanya. hal itu berhasil menambah keinginannya untuk menerkamnya saat itu juga.
Sampai sekarang ia masih mengingat rasa itu,dan melihatnya sekarang malah membuatnya ingin mengulanginya lagi. Tapi semua itu ia tahan karena ia merasa telah melanggar keputusannya agar tidak berhubungan dengan wanita manapun.
"Kenapa kau datang?" tanya leo pada Dilla yang sekarang bergelayut manja dilengannya. mengapa ia tak melepasnya karena itu percuma saja,gadis ini seperti lem yang selalu menempel padanya.
"Heh,kau jalang berani-beraninya menggoda pacarku,dasar tidak tahu diri" belum juga Dilla menjawab pertanyyan yg dilontarkan padanya, lelaki kemayu didepanya ini sudah memotongnya dengan menghardiknya.
"Hah,apa salahnya aku menggandeng tunanganku sendiri?dan yang harusnya tak tau malu dan tak tahu diri itu kamu. lelaki jejadian yang mengharapkan tunangan orang"balas Dilla mencemo'oh.
"Heh,kurang ajar kau ya,kesini kau akan kubuat wajah sok kecantikkan mu itu hancur"teriak lekaki kemayu tersebut sambil berjalan mendekati Dilla bersiap menjambaknya.
"Stop!!",Kamu lebih baik pulang dan urus nenekku yang sangat memanjakanmu itu,usir Leo pada Dilla sebelum aksi jambak-menjambak itu benar-benar terjadi.
"kamu mengusirku?"tanya Dilla dengan raut wajah kecewanya.sedangkan disampingnya lelaki kemayu tersebut tersenyum kemenangan.
"ya aku mengusirmu, jadi silahkan pergi sekarang!,kau hanya menambah masalah untukku"ucap Leo sambil memasang wajah datarnya
"baiklah,aku akan pergi, aku tidak akan lagi mengganggumu. seterusnya kamu akan bebas, aku juga akan membatalkan pertunangan ini.maaf selama ini sepertinya aku selalu mengganggumu. aku akan mencoba menerima lamaran dari rekan bisnis papa.selamat tinggal"Dilla cepat-cepat berbalik badan dan lari dari tempat itu. ia tidak ingin Leo melihatnya menangis dan melihat kelemahannya ini.
Biarlah ia menyerah saat ini,ia sudah putus asa berjuang untuk mendapatkan cinta dari lelaki itu. Dan sekarang ia merasa sangat terluka karena pemuda itu lebih memilih bersama dengan lelaki jejadian itu dan mengusirnya pergi.
padahal ia datang untuk menyakinkan hatinya untuk menolak perjodohan yang dilakukan ayahnya setelah mendengar isu bahwa tunangan anaknya yang sekarang adalah seorang gay. Tetapi yang ia dapat selalu hanya kekecewaan,sepertinya segala yang dilakukan untuk menarik perhatian lelaki tersebut hanya sia-sia.
Sementara itu,setelah kepergian Dilla,Leo masih mematung ditempatnya semula. ia masih memikirkan ucapan Dilla tadi yg membuat hatinya sekarang terasa kosong. Sesuatu terasa hilang dan membuat perasaannya resah.ia tidak mendengarkan sedari tadi kekasihnya mengoceh dan memanggilnya.
"ihhh,yang kenapa aku dicuekin sihh.masi mikirin jalangg itu ya,aku gak suka ya kamu mikirin wanita murahan itu." tuduhnya
"shitt,lebih baik kamu pergi dari sini sebelum aku membunuh kamu disini dan jangan cari aku lagi,aku sudah muak dan sudah ku peringatkan dar dulu aku gak suka ada yang mengatur-aturku!" bentakan Leo membuat lelaki kemayu itu ketakutan dan pergi dengan tergesak-gesak.
"Arghhh,,Dilla kenapa kamu membuatku jadi seperti ini"ucap Leo prustasi.
"aku harus menggagalkan,perjodohan itu"lanjutnya setelah mengingat ucapan terakhir Dilla beberapa saat lalu.
Akhirnya ia bergegas pergi menuju rumah calon mertuanya itu untuk mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya. ia baru menyadari perasaannya sekarang setelah orang itu akan pergi meninggalkannya dengan orang lain. dan hal itu tidak akan ia biarkan.
setelah sampai disana,terlihat ada mobil asing yang parkir didepan rumah Dilla,itu berarti ada orang yang sedang berkunjung. hal itu tidak ia hiraukan untuk saat ini ia harus meyakinkan kembali calon mertuanya itu untuk menerimanya kembali.
'tok,tok,tok.' ia mengetuk pintu dengan tergesak-gesak.
'ceklek'terlihar pembantu rumah tangga dirimah itu membukakan pintu untuknya.
Tanpa mengucap apapun Leo menerobos masuk kedalam,entah mengapa ia semakin gelisah seperti akan terjadi sesuatu yang buruk kalau dia tidak cepat datang.
terlihat orang tua Dilla dan sepasang suami-istri dan juga seorang pemuda sedang berbincang-bincang sedangkan gadis itu ada disamping ibunya menundukkan wajahnya sejak tadi. dan sialnya pemuda itu selalu memperhatikan wanitanya.
'Ekhem' semua orang menoleh kearahnya dan yang terlihat jelas terkejut adalah Dilla dan kedua orang tuanya.
"ohh,Nak Leo ada hal apa kemari?" tanya ayahnya Dilla setelah sadar dari keterkejutannya.
"aku disini,ingin memberitahukan bahwa orang tuaku ingin memajukan tanggal pernikahanku dengan Dilla" setelah mendengarnya semua orang menjadi terkejut.
" bukankah kata Dilla kamu ingin membatalkan pertunangan dan lagi aku tidak akan menyerahkan anak ku pada lelaki gay."tegas ayah.
"om salah paham,aku tidak berkata akan membatalkan pertunangan kami,dan untuk masalah gay ku akui itu dulu karena masalaluku yang membuatku membenci perempuan,tapi sekarang Dilla berhasil merubahku".
"jadi om tolong restui kami kembali" ucapnya dengan percaya diri.
"tunggu sebentar ini kenapa jadi seperti ini,lalu bagaimana perjodohan dengan anak saya" ucap seorang bapak yang sejak tadi diam menonton dengan keluarganya,orang tua pemuda tadi bertanya kepastian pertunangan dengan putranya saat ini.
"maafkan kami pak sepertinya ada terjadi kesalah pahaman saat ini,untuk keputusan dengan siapa anak saya akan menikah,itu tergantung dari keputusannya,bagaimana Dilla sekarang kamu putuskan untuk menerima siapa?"tanya ayahnya.
Dilla menatap Leo dalam,sedang yang ditatap sudah cemas didalam hatinya,takut akan penolakan yang akan dia dengar nantinya.
"emm,,kak Leo maaf aku gak bisa..." kata Dilla menggantung
walaupun sudah memantapkan hati untuk siap menerima keputusan terburuk,tetap saja hatinya merasa sakit terbukti dari matanya yg sudah memerah menahan air mata yang sudah ingin jatuh keluar.
beginikah perasaan rasa sakit ditolak,sekarang ia juga merasakannya saat Dilla selalu ia tolak dan ia acuhkan kadang ia juga membentaknya dengan kata-kata yang menyakitkan. sepertinya keadaan berbalik saat ini.
"maaf Dill,dan ku do'akan semoga kamu bahagia"ucapnya sambil berbalik untuk pergi.ia tidak kuat jika harus meliat wanita yang dicintainya akan bersama orang lain. ia melangkah dengan cepat,sambil menutupi matanya yang sembab.air matanya sudah mengalir padahal sudah sekuat tenaga ia tahan.
sebelum langkahnya semakin jauh,sudah ada tangan mungil yang memeluknya dari belakang dan mencegahnya untuk pergi. ia semakin tidak rela melepasnya dengan orang lain.
"kak tadi itu aku belum selesai ngomong tau,maksudku aku minta maaf gak bisa buat nolak kakak."terangnya
"maksud kamu?"tanya Leo yang belum paham maksud dari perkataan Dilla tadi
"ihh,kok kakak jadi bodoh gini sih,aku itu nerima lamaran kakak lagi loh"ucap dila gemas sambil mencubit kedua pipi Leo
"jadi aku diterima?"tanyanya lagi memastikan."iya kak,nanya lagi aku berubah pikiran nih"ucap Dilla kesal.
"ehh,jangan,makasih yah kamu mau nerima aku lagi,aku janji gak akan ngecewain kamu lagi" ucap Leo sungguh-sungguh.Lalu memeluk Dilla lagi.
Malam itu Leo langsung menelpon orangtuanya agar datang untuk menentukan hari pernikahan mereka.Dan mereka memilih lusa depan.untuk persiapannya mereka serahkan pada orangtua mereka.
--------TAMAT--------