" Kenapa orang orang selalu memanggilku dengan sebutan " Ratu Tidur " Sedangkan aku merasa biasa biasa saja bahkan tidak merasa apapun.
Yang ku tahu aku memang mengalami gangguan tidur berkepanjangan selama beberapa bulan terakhir ini.
" Bagaimana gadis secantik dan seanggun diriku di sebut " Ratu Tidur " padahal penyakit tidurku itu terjadi saat aku merasa kaget dan jantungku berdetak detak dengan cepatnya " gumam Clara Adelin Supit seorang gadis cantik yang belakangan ini seringkali tertidur dan tidurnya pun sangat panjang.
**
Waktu itu aku berkenalan dengan seseorang pria tampan dan gagah yang dengan beraninya mengecup pipiku dikala aku masuk group Bola Volley dan memenangkan 3 kali pertandingan.
Caraku menshoot bola sungguh sangat memuaskan dan teman temanku sangat menyukai gayaku saat bertanding.
**
Sore itu ketika pulang dari bersepeda aku bertemu dengan seorang pria tampan yang sementara berjalan bergandengan tangan dengan seorang wanita.
Awalnya mereka sangatlah mesra dan aku hanya memandang deburan ombak sambil memainkan ponselku.
Sesekali aku mengabadikan momen yang menurutku sangat bagus untuk di kenang.
Pria dan wanita itu sesekali tertawa lepas bahkan saling berpelukan tetapi tiba-tiba mereka berbeda pendapat dan saling marah marahan dan akhirnya si gadis pergi meninggalkan si pria yang tak tahu siapa namanya.
" Hei kamu , ya kamu ngapain kamu mendengarkan percakapan aku dan pacarku " ucap pria tadi sembari melangkah mendekat ke arahku.
Aku sengaja tidak tahu menahu kalau pria itu berbicara denganku.
" Hei kamu, kenapa diam saja bukankah aku berbicara denganmu ? " ucap pria tadi mengulang pertanyaannya.
" Bagaimana Pak apa maksudmu bertanya padaku " aku balik bertanya pada pria edan itu.
" Bukankah tadi kamu menertawaiku ? " ucap pria itu sambil mendekatkan dirinya lebih dekat lagi denganku.
" Jangan jangan kamu menyukaiku karena dari tadi kamu menatapku dengan tatapan mata penuh perasaan " ucap pria itu dengan percaya diri.
Aku pun sengaja mengalihkan pembicaraan dengan cara memakai kaca mata hitam ku dan mengambil tongkat di sampingku seolah olah aku buta dan berjalan ke arah depan
tanpa menoleh ke belakang.
Pria itu pun kaget stengah mati,
" jadi ? aku memarahi seorang gadis buta ? " ucap pria tadi seolah merasa bersalah.
Aku pun sengaja melangkah pergi dan menjauh dari pria itu aku seperti orang yang celingak-celinguk untuk memastikan tidak ada orang yang melihat kelakuanku tadi.
Setelah keadaan aman aku pun membuka kacamata dan langsung masuk ke dalam mobil memoleskan sedikit make up dan memoleskan juga bedak tabur setipis mungkin, setelah itu aku pun berganti pakaian di dalam mobil serta melepaskan rambut panjangku sampai pinggang dan kembali turun dari mobil menuju ke tempat tadi dimana aku duduk sambil melihat adegan pria dan wanita tadi.
Ketika kakiku melangkah masuk ke arena taman bermain itu seseorang berteriak memanggil namaku " Clara....Clara...darimana saja kamu Lara " panggil Silvy temanku sejak masa taman kanak-kanak sampai sekarang.
" Ssssstttt kamu berisik banget sih bisa diam dikit gak Gendang telingaku bisa pecah kalau kamu terus terus meneriaki aku seperti tadi " ucap Clara sambil tersenyum penuh arti.
Tiba tiba pria itu muncul di hadapan kami dan sengaja menyenggol kakiku sehingga aku hampir jatuh.
Untungnya Silvy cepat menarikku dalam pelukannya kalau gak, aku bisa mampus.
" Dasar pria edan, punya mata gak sih ? " ucapku sambil memperbaiki sepatuku yang talinya lepas.
" Lara, kamu di cari sama Bang Charlos, dari tadi lho ? katanya cepat antar mobil karena bang Charlos mau keluar " ucap Silvy sambil terengah-engah.
" Eh, mau kemana si Nanang Charlos, gak pernah melihat sedikit kebahagiaan adik semata wayangnya ini kah ? "
" Lara, ayo cepat !! " ucap Silvy lagi sambil duduk di sampingku memerintahku seenak jidatnya.
" La, cepat dikit sebelum bang Charlos marah, soalnya katanya nih mobil udah dia cuci sampai kinclong eh malah di bawa kabur sama kamu ya La ? " tanya Silvy lagi.