Namaku Rain. Yang berarti hujan namun aku tidak menyukai hujan dengan alasan itu bisa membuatku terkena flu hehe.
Aku berusia 23 tahun,berparas cantik,memiliki mata berwarna cokelat dan berambut hitam.
Di sini aku akan menceritakan semua kisah ku dari awal.. Enjoy it :))
FLASHBACK.
di saat itu aku berusia 5 tahun, dimana aku masih bisa berkumpul bersama eyang putri dan eyang putraku. Kehidupan ku sangat menyenangkan dimana mereka sangat menyanyangi ku dengan sepenuh hati nya.
Setiap hari kami pergi ke kebun untuk mencari rerumputan untuk ternak kami, karena kami hidup di sebuah pedesaan yang sangat jauh dari kota, dan Tidak ada teknologi canggih yang bisa kami gunakan melainkan hanya sebuah radio usang.
Namun itu tidak membuat kebahagiaan kami luntur.
Waktu terus berlalu,aku berusia 6 tahun yang harus ikut kedua orang tuaku pergi ke kota,dan eyang putraku sudah bahagia bersama tuhan,dan kini sisa eyang putri ku di desa. Dia terus merindukan akan kehadiranku.
Usia 7 tahun, aku memasuki sekolah dasar. Awal nya aku sangat senang karena bisa memasuki sekolah.
Namun....
Pembullyan membuatku menjadi pribadi yang sangat introvert, aku selalu merasa sendirian. Bahkan teman teman ku menganggap bahwa diriku anak yang aneh.
Aku sangat merasa tertekan, yang seharusnya sekolah dasar menjadi tempat awal aku menimba ilmu harus menjadi tempat yang mengerikan,Dan itu membuat diriku menjadi malas untuk pergi ke sekolah. Lantas bagaimana dengan orang tua ku??
Ayah ku sangat marah ketika aku sering membolos sekolah, dia memukul ku.
Kini aku menginjak kelas 3 SD.
Bukan hanya pembullyan saja yang aku alami namun pertengkaran antara ayah dan ibu ku telah aku saksikan. Melihat ibu membawa selingkuhannya di saat ayahku bekerja, dan itu telah di saksikan oleh kakek dan nenek ku.
Mereka terus bertengkar sampai ibu ku ingin bunuh diri di hadapan ku.
Tentu,, hal itu membutku menangis.
Usia 9 tahun. Akhirnya ayah dan ibu ku bercerai, aku di bawa oleh ibu ku ke kota.
Yaps,,aku sekolah di sana. Aku tinggal bersama ibu, nenek,dan keluarga tante ku.
Apa semua menjadi lebih baik??
Owhh tentu tidak,,
Masalahku kini semakin banyak😄
Aku tidak naik kelas karena aku belum bisa menguasai bahasa nasional karena di desa aku selalu memakai bahasa asal daerah ku.
Ck, sangat bodoh bukan?😄
Ibu ku bekerja penuh waktu sebagai asisten rumah tangga. Dia selalu berangkat pagi dan pulang malam, di saat aku bangun tidur ibuku sudah berangkat kerja,dan terkadang di saat dia pulang aku sudah keburu tidur.
Dan kejadian....
Saat itu ibu ku sakit, aku kira hanya sakit biasa ternyata ibuku sedang mengandung hasil dari perselingkuhannya dengan pria yang di desa.
Tentu nenek dan keluarga tanteku sangat terkejut setelah mengetahui hal itu.
Dan akhirnya mereka sangat membemci ibu ku bahkan saudara dan para tetanggaku.
Lantas bagaimana dengan ku??
Aku di acuhkan, seperti tidak nyata di kehidupan mereka. Nenek ku selalu membanggakan cucu laki lakinya.
Pembullyan di sekolah ku yang baru semkain menjadi, bahkan guru ku tidak peduli dengan keadaan ku.
Namun aku masih bisa tersenyum karena aku memiliki sahabat yang bernama yuni, dia sangat cantik.
Dan sangat baik kepadaku.
Setiap hari kami menghabiskan wakru bersama. Dari bermain sepeda,bermaian barbie, membaca buku cerita, dan terkadang aku membantu ibu nya membuat roti, Karena ibu nya penjual roti.
Waktu terus berjalan, aku sudah menaiki kelas 4. Ibuku menikah dengan lelaki yang usianya 20 tahun lebih tua dari ibu ku.
Aku sangat senang karena dia memiliki sifat yang lembut.
Dan pada suatu kejadian...
Saat itu ibuku pulang ke desa karena eyang putri ku meninggal, aku ingin sekali ikut pulang namun aku sedang melakasanakan ulangan tengah semester.
Aku tinggal berdua dengan ayah tiriku, dan pada siang itu dia melecehkan ku. Aku sangat takut dan jijik jika melihat dia, aku ingin mengadukan kepada ibuku namun aku takut.
Takut akan ibuku marah,dan takut akan menjadi memperburuk keadaan.
Hari demi hari sifat ayah tiriku terliahat. Dia bermain judi, bermabuk mabukan.
Ibu dan ayahku terus bertengkar. Itu membuatku semakin dan semkain tertekan. Belum lagi pelecehan yang dilakukan oleh suami dari tanteku.
Apakah kehidupanku terus begini??
Aku memasuki sekolah menengah pertama, keadaan sudah mulai membaik sampai aku memasuki sekolah menengah kejuruan. Aku memilki teman teman yang baik,dan terus memberiku semangat.
Aku lulus dengan nilai yang lumayan bagus, aku sudah tidak terlalu introvert lagi.
Dan kini aku memasuki dunia pekerjaan. Ya awalnya sih baik namun lama lama lingkungan kerja menjadi toxic, pembullyan mulai terjadi lagi.
Aku memikiki kekasih dan dia atasanku. Dia seperti permen karet yakni "manis di awal"
Semua harapan sudah di hancurkan olehnya, aku di campakkan.
Aku benar benar depresi bahkan aku berniat ingin mengakhiri hidup ku.
Namun....
Aku mengurungkan niat ku itu, aku bangkit. Namun dengan sosok yang berbeda.
Aku menjadi orang yang tak peduli( dengan artian tidak peduli dengan omong kosong mereka), melawan jika itu membuat hati ku terluka.
Yaa, aku membuat karakter lain dalam dirku, karena karakter Rain sudah mati.
FLASHBACK OFF.
Yaps, itu betul aku membunuh karakter Rain dan membagkitan karakter "Badai"
Sebenarnya badai itu nama seorang laki laki, namun aku suka nama itu.
Aku menjadi pribadi yang jauh lebih kuat dan tidak cengeng.
Eits jangan salah.. Nama boleh badai tapi kodrat masih wanita ya :).
Aku ingin memberitahu kenapa ibu ku sampai senekat itu untuk melakukan perselingkuhan.
Karena ibuku tidak mendapat kasih sayang dari pihak mertua, suami bahkan ibu nya sendiri.
Apapun itu masa lalu ibu ku aku sangat menyayangi nya karena dia malaikat tak bersayapku.
Dan Semua orang pasti punya yang namanya masalalu.dan kita tidak bisa terus fokus kepada masalalu karana tujuan kita kedapan.
Makes the future be better not bitter 🤗