Hari berganti hari, aku semakin merasa nyaman saat berada di dekat Ray. Walaupun kami banyak perbedaan, namun itu tak pernah menghalangi persahabatan kami. Ray begitu perhatian kepadaku. Dia baik hati dan sangat menyayangiku. Bahkan Crisly saja mengaku kalau Ray pernah bercerita tentangku dan Ray bilang kalau dia sudah menganggapku sebagai adiknya. Aku senang ketika tahu akan hal itu. Artinya, aku masih ada peluang untuk mendapatkan hatinya.
“Hai cantik,” ucapnya di kolom chat Whatsapp malam itu. “Hai juga abang ganteng,” jawabku senang karena mendapat pesan dari orang yang aku suka. “Lgi ngapain?” “Lgi rebahan aja bang,” “Oh gitu, udh mkn?” “Blm sih bang,” “Yaudh sana makan dulu, ntar lambungmu kambuh,” “Iya aku makan dulu ya bang” “Iya cantik” “Emng abang udh mkn?” tanyaku balik “Udh kok, skrg kamu yg mkn ya?” “Iya, see you gantengku” “Bye bye manis,” ucapnya mengakhiri percakapan.
Hatiku berbunga-bunga mendapat pesan dan perhatian dari Ray, orang yang aku sayang. Aku juga tak pernah melupakan Crisly sahabatku walau sedang dekat dengan Ray.
Keesokan harinya aku menjalani hari seperti biasanya, dan tittt… *Pesan Whatsapp* From: Crisly Cantik “Selamat pagi nona,” ucapnya memulai percakapan. “Eh, pagi juga manis,” jawabku. “Nona sibuk nggak?” “Nggak sih manis, ada apa?” “Mau nanya dikit boleh?” “Banyak pun boleh,” jawabku. “Nona rumahnya di NTT kan?” “Iya nona emng knp nanya gitu?” “Nama daerahnya, alamatnya yang lengkap,” “Tumben kok nanya sampe gitu,” ucapku belum percaya. “Jawab aja nona, siapa tau suatu saat aku bertemu kamu,” “Iya nona,” jawabku kemudian dilanjutkan dengan share lock alamat rumahku. “Makasih ya cantik, aku off dulu ya mau bantuin bunda,” katanya pamit. “Iya sama-sama, yaudh sna ntar bunda nyari,” “Bye…” “Byee..” Aku bingung sekali dengan sikap Crisly, tumben-tumbenan dia nanya alamat lengkapku. Ahh, sudahlah tak perlu di pikirkan.
“Hai cantik,” bunyi pesan Whatsapp, siapa lagi kalau bukan Ray. “Hai juga bang ganteng,”
Setelah berbasa-basi dia lalu bertanya “Kamu liburan ini kemana?” “Gak kemana-mana sih bang,” “Oh gitu, yaudh kalo abang liburan ke daerah kamu boleh gak?” tanyanya. “Ihh abang nih, mana ada abang mau liburan sampe sini,” jawabku tak percaya. “Iya hehee, abang off dulu ya mau ngerjain tugas,” pamit Ray. “Iya bang, aku juga mau offline,”
Seminggu lagi hari ulang tahunku, aku tak sabar lagi. Bukan tak sabar menunggu kado dari saudara atau orangtuaku. Aku tak sabar apakah Ray akan mengucapkan selamat ulang tahun untukku atau tidak.
Hari berganti hari dan besok adalah hari ulang tahunku. Aku senang sekali. Apalagi papa dan mama bilang akan buat acara makan-makan yang sederhana. Tapi aku senang karena mereka masih menunjukan kasih sayangnya padaku.
Keesokan harinya.. “Selamat ulang tahun Kak Lissa,” “Selamat bertambah umur Lissa,” “Happy Birthday Lissa,” “Saeng-il chukakae Lissa,” Dan masih banyak lagi ucapan-ucapan lainnya. Namun tak satu pun aku temui pesan dari Crisly atau Ray. Awalnya aku pikir mereka sibuk dan lupa. Tapi sudah hampir siang dan masih belum ada secuil pesan singkat dari kedua orang yang aku sayang. Aku juga lumayan kesal. Apalagi sebentar lagi acaranya akan di mulai. Ya, acaranya ada 2 sesi, yaitu siangnya acara syukuran dan malamnya acara partynya.
Acara berlangsung dengan baik. Aku lalu duduk dengan terpaksa meneguk minuman di gelas yang aku pegang sambil sesekali mengecek apakah ada notifikasi pesan dari Crisly atau Ray.
“Lissa, sayang, ini ada temanmu,” panggil mamaku. Setahuku aku sudah menyapa semua teman yang kuundang. Dan pikirku tak ada lagi temanku yang akan datang karena yang lainnya beralasan sedang sibuk dan tidak bisa ditinggal pekerjaannya. Ah sudahlah, lebih baik aku pergi menyapa temanku.
Dan dorr dorrr dorrrr… “Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, selamat ulang tahun Lissa, selamat ulang tahun,” nyanyi semua temanku. Dan yang tak bisa kupercaya ada dua orang yang aku tunggu-tunggu pesannya, dua orang yang selalu membuatku tersenyum, Crisly dan Ray ada di hadapanku. Awalnya aku tak percaya, tapi setelah aku menyubit tanganku, aku sadar itu sakit dan itu bukan mimpi. Kaget, tak percaya dan begitu senang. Itulah perasaanku saat itu.
“Selamat ulang tahun nona cantik, semoga panjang umur, sehat selalu, jadi anak yang berbakti buat kedua orangtua, juga tetap jadi sahabat yang baik buat aku dan Ray ya,” ucap Crisly panjang lebar. Tak kusadari ada setetes air mata jatuh di pipi. Aku lalu berpelukan dan mengucapkan terima kasih kepada Crisly. “Makasih ya cantik, aku gak nyangka kamu bakal datang ke rumahku di hari ulang tahunku,” ucapku sambil menyeka air mata di pipi. “Iya aku juga senang bisa bertemu denganmu setelah kita bersahabat selama 1 tahun ini. Ohya ini kadomu,” katanya sembari menyodorkan kotak kubus berwarna biru polkadot yang dihiasi pita merah marun. “Kamu udah ada disini aja itu kado terindah buatku nona,” kataku senang. “Kapan giliranku?” tanya Ray tiba-tiba yang membuat pipiku bersemu merah. “Hehee, dasar sana sama calon pacarmu,” goda Crisly padaku dan Ray. “Selamat ulang tahun cantikku, selamat ulang tahun adek online terbawel, semoga panjang umurnya, sehat selalu, dan tetap jadi Lissa yang aku kenal,” ucap Ray sambil menyodorkan kado berbentuk kubus sedang berwarna hijau muda dengan pita biru tua. Bagus. “Emm..mm.. mmaa..kaasihh ya,” kataku terbata-bata. “Kenapa gugup? Biasanya kamu cerewet tuh pas chat” ucapnya terang-terangan.
Semua lalu tertawa terbahak-bahak. Banyak juga yang menggodaku. Ada yang bilang kamu pasti gugup karena baru pertama kali bertemu dengannya. Ada juga yang bilang ganteng tuh, dia cocok sama kamu. Ada yang menimpali, cocok banget Ray sama Lissa kalau jadian behhh, serasi itu mah. Aku jadi malu atas ocehan-ocehan dari teman-temanku. Tapi aku sangat senang karena kedua orang yang aku tunggu-tunggu di chat malah datang ke acara ulangtahunku.
Aku lalu mengajak mereka berdua ke taman yang tak jauh dari tempat acara. Namun tempatnya tak secerah tempat acara, disana aku memilih untuk memasang lampu yang redup. Kami lalu duduk di kursi taman dan memulai perbincangan.
“Makasih ya Ly, Ray, udah capek-capek datang jauh-jauh kesini,” kataku memulai pembicaraan. “Iya sama-sama Nona, udah lupa nama panggilan kita di chat biasanya?” kata Crisly menggodaku. “Oh enggak kok nona cantik, manis, imut hehee,” jawabku sambil cekikikan. “Manis,” kata Ray tersenyum “Apanya yang manis?” tanyaku “Kamu dan senyumanmu,” jawabnya. Degg… jantungku serasa berdetak kencang mendengar gombalan dari Ray. “Ciee ada yang baper,” goda Crisly. “E..eengg..enggak kok nona,” jawabku terbata-bata. “Mana ada enggak, itu pipinya merah kayak tomat baru dipetik hehee,” goda Crisly lagi.
Aku lalu bertanya bagaimana bisa mereka tau alamatku. “Nona lupa, 3 minggu lalu aku sempat tanyakan itu pada nona, jadi ini surprise buat kamu dari aku dan Ray,” jelas Crisly. “Oh iya ya, makasih ya Nona, Ray,” ucapku senang. “Iya sama-sama dek,” kata Ray sambil matanya melihat objek lain, membuang pandangan. “Iya bang,” “Nah, gitu kek dari tadi abang nunggu buat kamu ngucep itu, kirain kamu dah lupa,” “Gak kok bang, cuman masih malu buat bilang kan ini pertama kalinya kita ketemu hehee,” kataku. “Iya cantik,” ucapnya sembari tersenyum melihatku. “Duhh ada nyamuk nih,” kata Crisly tiba-tiba. Aku tau maksud ucapannya, dia menggodaku dan Ray. Aku hanya terkekeh kecil. Aku lalu berpamitan mengambil minuman dan cemilan untuk Crisly dan Ray.
2 menit kemudian… “Ini Nona, Bang minumnya,” kataku sambil menyodorkan 2 gelas minuman bersoda untuk keduanya. “Makasih ya,” ucap keduanya bersamaan.
Malam itu adalah malam paling indah selama aku hidup. Malam dimana impian pertamaku terwujud. Ya, bertemu mereka secara langsung. Apalagi Crisly yang begitu amat kurindukan. Dan Ray yang begitu aku dambakan menjadi pendamping hidupku.
Kami bercerita dan berbincang malam itu. Mereka banyak mengoceh dan bilang bertemu aku adalah impian mereka berdua. Aku senang sekali malam itu. Aku meminta mereka berdua untuk menginap di rumahku. Mereka keberatan. Namun mama dan papaku setuju-setuju saja. Akhirnya malam itu mereka menginap dirumahku.
Malam itu adalah malam terindahku. Malam ulangtahun terbaik yang pernah ada. Bertemu dua malaikat yang selalu hadir dalam mimpi. Dan sekarang dapat aku lihat secara nyata.
Cerpen Karangan: Gravity Grace Blog / Facebook: Gbby Tnis Hai teman-teman, apa kabarnya? Semoga baik-baik aja ya… Maaf cerpen Prince Of My Heart Part 2 baru terbit. Aku sibuk ujian kelulusan. Dan sekarang udah nggk makanya aku post lagi. Semoga suka.. Nantikan Part 3 nya guyss…