Pada suatu hari,ada kucing,yang lagi tertabrak sepeda.
Lalu kaki Kucing,itu mengalami luka di bagian kaki dan tak bisa jalan,lalu si Pesepeda, itu tidak ingin bertanggung jawab dan pergi meninggalkan Kucing, itu padahal Kucing,itu sedang kesakitan.
Beberapa menit kemudian,ada sebuah cahaya senter menyilaui,pandangan mata
si Kucing,ternyata cahaya seter itu perlahan--lahan mendekatiSi Kucing itu.
Ternyata cahaya senter itu berasal dari,si Pecandu rokok lalu pecandu rokok itu pun dalam ber kata dalam hati,si Pecandu rokok kalau di biarkan di akan mati kalau ku bawa aku gak punya obat dan kalau biarpun aku beli obatnya aku gak bisa menggunakan obatnya soalnya aku gak bisa,di tambah lagi uwang ini untuk aku makan siang besok kalau ku bawa, kerumah untuk makan saja kadang--kadang tekor lalu di teringat ohh,ya saya lupa,saya tadi lagi datang dari Kantor Polisi kerena saya tertangkap ketahuan mencuri,rokok dan saya di hukum di sebuah rumah sakit hewan dan di suruh membersih kan beberapa kandang.
Saya pun di ceramahi,oleh perwat rumah sakit hewan itu Kucing itu telebih dia berkerja di rumah sakit hewan itu.
Lalu si Pecandu itu pun mengakat si Kucing itu dan si Pecandu rokok itu membawa ke rumah sakit hewan itu, untuk mengobati luka pada kaki si Kucing itu.
beberapa menit kemudian,dia sampai di rumah sakit Kucing itu.
Loh kenapa kembali lagi kata Sapam,rumah sakit itu,apa kamu tertangkap lagi ya kata
si Sapam,jawab si Pecandu rokok itu tidak saya tadi ingin pulang saya menemukan Kucing yang lagi terluka,karena saya kasian saya pun membawanya kesini,kata si Pecandu rokok,jawab sapam ohhh begitu ya silahkan masuk kata si Sapam jawab si Pecandu rokok terimakasih,jawab si Sapam sama--sama.
Si Pecandu rokok itu pun kembali menghampiri Perwat itu, loh kamu lagi si Perawat kena hukman lagi ya kata si Perawat itu,jawab si Pecandu gak kok saya kesini untuk mengobati luka kucing kok ohh kata si Perwat itu,silahkan letakan di situ Kucingnya kata si Perawat,oh iya saya letakan kata si Pecandu rokok itu,kamu tunggu di luar kata si Perawat.
Beberapa menit kemudian si Perawat dan si kucing pun sudah keluar dari ruangan,si pecandu rokok itu pun menghampiri,si Perawat itu dan bertanya Kucingnya gak ada yang sirius kan kata si Pecandu rokok,iya tapi kamu gak boleh ngerokok lagi soalnya kasihan Kucingnya kalau di kena penyakit asap rokok,saya pertimbangkan lagi soalnya saya pecandu kata si Pecandu rokok,iya saya tunggu nanti saja jawaban tapi kamu harus kekasir dulu bayar biyaya obatnya,iya iya kata si pecandu itu.
Beberapa saat kemudian di sampai di Kasir,dalam hati si Pecandu rokok cukup gak ya uwang ku soalnya hanya 1,5dolar saja,ini total biyayanya kata si Kasir1,5dolar saja,kata si Pecandu wah syukurlah pas--pasan uwangnya tapi gimana aku maknya soalnya uwang yang aku bayarkan ke kasir itu untuk aku makan,tidak apa--apa kata aku kerja lagi nanti untuk biyaya makan ku dan si Kucing.
Si pecandu pun membawa pulang si Kucing itu kerumahnya dan si Pecandu itu pun pergi keluar untuk mencari kerja.
Be--berapa jam kemudian iya pun pulang dan menghitung uwang hasil kerjanya yah cukup untuk beli makan dan beli rokok kalau aku curi lagi kalau ketahuan sama Pak Polisi untuk kedua kalinya bisa masuk penjara aku soalnya,tadi itu aku di beri peringatan kalau aku melakukan lagi,jika aku melepaskan si Kucing ini kalau di terluka lagi sia--sia aku ngobatin tadi kata si Pecandi sambil elus--elus kepala si Kucing.
Aku beli makanan aku dan si Kucing ini saja,dalam perjalanan si Pecandu ketemu sama si perawat,wah tumben gak ngeroko kata si Perawat, jawab si Pecandu sambil membawa pelastik makan si Kucing yah magimana lagi aku gak tega melihat si Kucing kelaparan,hahaha ya kan sehat kalau gak ngerokok.
Hari demi hari dia lewati tanpa ngerokok,dia pun berterimakasi pada tuhan karena di pertemuakan sama si Kucing.
TAMAT
yang kita bisa petik dari cerpen ini adalah jangan
lah jadi manusia yang suka menilai luwarnya
saja
terimakasih sudah membaca cerpen saya semoga para pembaca terhibur.
padahal saya perokok malah saya buat cerpen kayak gini.