Hujan turun sedari sore tadi ,dan belum juga berhenti .
Padahal sekarang sudah hampir pukul sebelas .
Sebagai anak kost tentu saja hal seperti ini sangat tidak nyaman .Dalam artian tidak bisa pergi sekedar mencari makan malam .
Cacing dalam perut sudah menuntut haknya sedari tadi .
Namun sangat disayangkan ,kemalasan diri masih sangat mendominasi dan memenangkan kegoisan diri .
Bagaimana tidak malas ,hujan tiada henti menyebabkan hawa dingin yang membuat orang malas untuk keluar rumah .
Kali urusan perut ,aku sudah mengganjalnya dengan berbagai camilan yang ada .
Tapi dasarnya perut orang Indonesia ,khususnya Jawa kalo belum makan nasi tetap saja namanya belum makan .
Meskipun sudah menghabiskan berbungkus - bungkus makanan ringan untuk masuk dalam perut tak membuat puas juga rasanya .
Huh....
Dengan kemalasan yang tinggi ,aku mengayunkan langkah menuju dapur yang terletak tak jauh dari kamar mandi .
Akhirnya aku membuat mie instan kuah juga .
Padahal niat hati ingin menjauhkan diri dari makanan favorit anak - anak kost macam aku ini .
Dengan cuaca yang mendukung dan perut yang kurasa sudah sangat kelaparan aku pun segera melahap mie yang sudah matang .
Tampak diluar hujan sudah mulai reda berganti rintik kecil .
Bosan ada didalam ruangan ,akhirnya aku pun keluar dan pergi ke teras .
Duduk di kursi dekat taman kecil yan ada didepan rumah utama .
Letak kursi tersebut terlindungi dari air hujan.
Dengan lahap aku memakan mie tanpa menghiraukan sekitar .
Ehemmm ....
aku mendengar suara deheman dan saat aku mendongakkan kepala.
Tampak terlihat seorang pria paruh baya memakai pakaian serba hitam .
Aku tidak mengenalnya ,dan dia juga tidak dari rumah utama. Karena aku kenal semua penghuni rumah utama. Sapa dia ??!
aku kembali fokus dengan memakan mie yang sedikit tertunda .
Sambil sesekali melirik pria tersebut dan aku mengerutkan dahi saat dia menunjuk arah mangkuk mie .
Aku pikir dia lapar dan mau mie .
" Anda lapar ? ,tapi aku tidak punya makanan "
akhirnya aku bertanya sajalah .
" Anda mau aku buatkan mie ??? " aku menawarkan .
Pria tersebut tampak mengangguk .
Akuu pun tersenyum dan kembali masuk ke dalam bangunan rumah kost.
" tunggu ya ,aku buatkan sebentar " pamitku dan berlalu .
Dalam waktu sepuluh menit aku kembali dan membawa semangkok mie serta segelas air putih .
Aku menemukan pria tersebut masih duduk dan menatapku penuh harap .
Ahhh ... ,dia pasti sangat kelaparan .Pikirku .
Benar saja tak butuh waktu lama nie dalam mangkuknya habis tak tersisa .
Dia tampak tersenyum senang dan mengangguk ke arahku .
Aku pun ikut tersenyum dan segera membereskan mangkuk serta gelas .
" aku bereskan dulu ya " pamit ku sambil berjalan .
Dia hanya mengangguk dan tersenyum .
Lima belas menit aku kembali keluar tapi tampak sepi dan tak terlihat siapapun .
Akhirnya aku kembali masuk ke kamar dan berniat tidur .
***
Pagi hari saat aku keluar dan berniat untuk pergi bekerja tampak pak Tio pemilik kost .
Aku pun menyapanya .
" pagi pak Tio ...."
" ehhh mau berangkat neng ? " jawab pak Tio bertanya.
" iya pak ,cuaca juga cukup bagus pagi ini "
Pak Tio mengangguk sebagai jawaban .
" ohh ya pak ,semalam bapak ada tamu atau sapa gitu ? " aku pun bertanya sesuatu yang sedikit membuatku bingung semalam .
kening pak Tio tampak berkerut bingung .
Aku pun menceritakan perihal semalam dengan rinci dan detail .
Pak Tio tampak kaget dan ...
" Dia menampakan diri ,padamu ?! "
" maksud bapak apa ya ? " aku bertanya bingung .
Setelah menghela nafas panjang pak Tio pun menjawab " Dia penunggu rumah ini sejak kakek buyutku dulu "
" dan lagi dia memang sangat menyukai mie ,apapun mie nya "
Aku terperangah kaget dan syok .
Maksud dari penunggu ???
Tamat