Bulan Februari 2023 ini, curah hujan masih tetap tinggi di Kampung Hantu. Pagi ini pun tidak begitu cerah dengan balutan mendung gelap yang menyertai hujan dari semalaman. Suasana yang sebenarnya enak untuk dibawa tidur, namun Rama ternyata masih punya banyak pekerjaan untuk laporan ekplorasi Kampung Hantu-nya.
Awan gelap ini begitu merata menutupi langit Kampung Hantu, namun ada yang aneh terlihat oleh Rama ketika melihat kumpulan awan hitam pekat di atas sebuah rumah yang info nya milik juragan Dalsim.
Juragan Dalsim adalah seorang pengusaha kaya raya yang memiliki banyak harta dan aset. Dia memiliki istri cantik dan dua orang anak yang masih kecil-kecil. Keluarga Dalsim tinggal di sebuah rumah mewah yang megah di pinggiran Kampung Hantu.
Sementara itu, juragan Dalsim dikenal sebagai sosok yang sangat angkuh dan arogan. Dia suka memperlihatkan kekayaannya kepada orang lain dan merendahkan orang-orang yang dianggapnya lebih rendah darinya. Karena itu, banyak orang yang tak suka dengan sikapnya.
Meskipun begitu, keluarga Dalsim tetap dihormati oleh banyak orang karena status dan kekayaannya. Mereka dikenal sebagai keluarga yang sangat kaya raya dan berpengaruh di Kampung Hantu.
Seharian hujan di Kampung Hantu hingga akhirnya bisa reda setelah jam 11an malam. Rama pun berniat keluar dari penginapannya untuk mencari makan malam.
Namun di perjalanan Rama tidak sengaja melihat sosok hantu gundul yang biasa disebut Tuyul di rumah besar, yang info penduduk Kampung Hantu milik juragan Seno.
Tuyul adalah makhluk halus dalam mitologi Jawa yang konon suka mencuri harta orang. Menurut mitos, tuyul biasanya muncul di malam hari dan memiliki penampilan seperti anak kecil dengan rambut gundul, telinga menjulang ke atas, dan gigi taring yang panjang. Tuyul dipercaya bisa diperintah dan dikendalikan oleh dukun atau orang yang memiliki kekuatan gaib.
Konon, tuyul suka mencuri uang dan barang-barang berharga dari rumah-rumah dan toko-toko. Dalam beberapa kisah, tuyul juga dikatakan bisa membawa keberuntungan dan membantu pemiliknya meraih kesuksesan dalam bisnis atau usaha.
Meskipun dianggap sebagai makhluk halus yang tidak dapat dilihat oleh orang biasa, orang-orang percaya bahwa tuyul dapat diusir dengan menggunakan mantra-mantra tertentu atau dengan memasang barang-barang tertentu di rumah, seperti kunci atau batu akik. Namun, dalam beberapa cerita, tuyul juga dikatakan dapat membawa malapetaka bagi mereka yang mencoba mengusir atau mengganggunya.
Malam itu, saat Rama sedang berjalan pulang dari arah pasar setelah makan malam, ketika dia melewati rumah besar juragan Seno yang terlihat gelap gulita tanpa satupun cahaya yang menyala. Namun, tiba-tiba dia melihat sebuah bayangan kecil yang bergerak di depan pintu rumah.
Rama merasa penasaran dan menghampiri pintu rumah. Setelah memastikan tidak ada orang di sekitarnya, dia membuka pintu rumah dan masuk ke dalam. Di dalam rumah, dia melihat sebuah ruangan besar yang dipenuhi oleh peralatan mewah dan barang-barang berharga. Tiba-tiba, dia mendengar suara kecil yang membuat suara gaduh dari sudut ruangan. Ketika dia menghampiri suara tersebut, dia melihat sebuah tuyul kecil yang sedang mencuri beberapa barang berharga milik juragan Seno seperti perhiasan, uang tunai, dan emas. Rama yang melihat ulah tuyul mencoba mendekati namun ternyata tuyul tersebut langsung lari dan menghilang menembus dinding setelah mengetahui adanya Rama. Rama pun akhirnya keluar rumah Juragan Seno setelah tidak lagi menemukan tuyul yang sudah melarikan diri. Keesokan harinya, dari obrolan penduduk Kampung Hantu, infonya Juragan Seno yang mengetahui kejadian tersebut menjadi sangat marah atas selalu hilangnya barang-barang berharga di rumah, serta sudah mencurigai adanya makhluk tuyul yang mencurinya. Namun Juragan Seno kesulitan membuktikan kecurigaannya, karena tuyul memiliki kemampuan berpindah tempat dengan cepat dan sulit untuk ditangkap walaupun rumah juragan Seno sudah dipasangi CCTV.
Rama yang sebelumnya juga sudah memergoki tuyul mencuri barangnya Juragan Seno, merasa yakin bahwa tuyul tersebut akan datang lagi mencuri barang Juragan Seno.
Rama pun menyusun sebuah rencana. Ia memilih malam ini yang gelap dan tenang untuk mengintai rumah Juragan Seno.
Saat Rama berada di belakang rumah, ia melihat tuyul keluar dari rumah dengan membawa sejumlah barang berharga. Tanpa pikir panjang, Rama mengejarnya dengan hati-hati agar tidak terlihat.
Setelah beberapa saat mengikuti tuyul, Rama akhirnya berhasil memergokinya saat tuyul sedang mencuri sebuah liontin emas. Rama dengan cepat menangkap tuyul dan berusaha menenangkannya.
Setelah berhasil menangkap tuyul, Rama segera membawanya ke sebuah ruangan kosong di rumah besar Juragan Seno. Rama mulai memeriksa tuyul dengan pertanyaan-pertanyaan tajam untuk mencari tahu mengapa tuyul mencuri barang-barang berharga milik Juragan Seno.
"Kenapa kau mencuri barang-barang milik Juragan Seno?" tanya Rama tegas.
Tuyul yang masih terlihat ketakutan, hanya diam dan takut menjawab pertanyaan Rama. Namun, Rama tak menyerah dan terus memaksa tuyul untuk memberikan jawaban.
"Kau harus bicara kalau tidak ingin aku serahkan ke orang sakti yang akan membuangmu ke dalam sumur dalam dan gelap," ancam Rama.
Mendengar ancaman tersebut, tuyul mulai ketakutan dan akhirnya terpaksa membuka mulut. "Saya hanya mencuri untuk memberikan barang-barang tersebut kepada pemiliknya yang sebenarnya," ucap tuyul dengan suara gemetar.
Rama: "Baiklah, bicaralah sejujurnya. Siapa pemilikmu yang merawatmu selama ini?"
Tuyul: "Saya tidak boleh mengatakan siapa pemilik saya. Dia akan marah jika saya memberitahukan kepadamu."
Rama: "Kami hanya ingin menemukan barang-barang yang kamu curi dari rumah Juragan Seno. Jika kamu memberitahukan siapa pemilikmu, mungkin kami bisa membantumu agar dia tidak marah padamu."
Tuyul: "Baiklah, tapi jangan sampai dia tahu bahwa saya yang memberitahukan. Pemilik saya adalah Juragan Dalsim, dia mendapatkanku dari seorang dukun yang kuat dan sangat ditakuti di seberang desa."
Rama: "Juragan Dalsim? Apakah dia menggunakanmu untuk melakukan hal-hal yang buruk?"
Tuyul: "Tidak, dia hanya memeliharaku dan meminta aku mencuri barang-barang berharga dari orang-orang kaya di Kampung Hantu ini."
Rama: "Bagaimana caranya kamu bisa masuk ke dalam rumah orang dan mencuri barang-barang berharga?"
Tuyul: "Aku bisa mengecilkan diriku dan masuk ke dalam celah-celah kecil. Dan aku juga bisa melompat sangat tinggi dan jauh serta menembus dinding"
Rama: "Baiklah, terima kasih untuk informasinya. Kami akan mencoba menemukan Juragan Dalsim dan memberitahunya untuk tidak memanfaatkanmu lagi."
Tuyul: "Terima kasih juga, Pak. Saya berharap tidak ada yang tahu bahwa saya yang memberitahu."
Dan tuyul pun lalu lompat tinggi lari dari Rama. Namun sialnya, tuyul itu terlihat oleh penduduk Kampung Hantu sedang ronda malam, mereka secara kebetulan melihat tuyul yang sedang berkeliaran hendak masuk rumah Juraga Dalsim. Dengan sigap, mereka berhasil menangkap tuyul tersebut dan membawanya ke pos ronda.
Penduduk Kampung Hantu awalnya bingung tentang siapa pemilik tuyul tersebut. Namun, ketika mereka membuka tas kecil yang dibawa oleh tuyul, mereka menemukan sejumlah barang berharga, seperti perhiasan dan uang logam kuno. Dari situ, mereka mulai curiga bahwa tuyul tersebut pasti berasal dari pemilik yang kaya.
Melalui interogasi yang keras, mereka berhasil mengetahui bahwa pemilik tuyul adalah Juragan Dalsim. Hal ini cukup mengejutkan bagi penduduk Kampung Hantu, karena mereka sebelumnya mengetahui bahwa bisnis Juragan Dalsim itu nyata beserta kekayaannya.
Setelah Tuyul yang ditangkap oleh Rama mengungkapkan bahwa pemiliknya adalah Juragan Dalsim, warga Kampung Hantu mulai menyelidiki kebenaran informasi tersebut. Beberapa dari mereka yang merasa curiga terhadap Juragan Dalsim akhirnya memutuskan untuk mengintip ke dalam rumahnya.
Pada esok malam harinya, beberapa orang dari warga Kampung Hantu memasuki halaman rumah Juragan Dalsim. Mereka berusaha untuk tidak membuat kebisingan agar tidak terdeteksi oleh penghuni rumah. Setelah melihat-lihat sekeliling, mereka akhirnya melihat sebuah ruangan di belakang rumah yang terlihat cukup misterius.
Mereka memutuskan untuk memeriksa ruangan tersebut. Ketika masuk, mereka menemukan sejumlah barang yang sangat berharga di dalamnya, seperti perhiasan dan uang logam antik. Namun, yang paling mengejutkan adalah saat mereka menemukan tuyul yang sedang berada di dalam ruangan tersebut.
Tuyul tersebut terlihat sangat takut dan panik ketika warga Kampung Hantu menemukannya. Mereka berhasil menangkapnya dan membawanya keluar dari rumah Juragan Dalsim.
Setelah berhasil menangkap tuyul tersebut, warga Kampung Hantu akhirnya mengumpulkan bukti-bukti untuk membuktikan bahwa Juragan Dalsim adalah pemilik tuyul tersebut. Keesokan paginya mereka melaporkan temuan mereka ke polisi dan membawa barang berharga beserta sesaji tuyul tersebut sebagai barang bukti. Dalam waktu singkat, polisi melakukan penggerebekan ke rumah Juragan Dalsim dan menemukan banyak barang-barang berharga yang dicuri oleh tuyul miliknya. Juragan Dalsim akhirnya ditangkap atas tuduhan pencurian. Selama proses penangkapan, terjadi sedikit kekacauan karena Juragan Dalsim dan keluarganya mencoba melawan dan melarikan diri. Namun, dengan bantuan warga Kampung Hantu dan aparat keamanan, akhirnya mereka berhasil ditangkap dan dibawa ke kantor polisi.
Sementara itu, keluarganya dipaksa untuk keluar dari Kampung Hantu dan harus mencari tempat tinggal baru di tempat lain. Warga Kampung Hantu merasa lega setelah tuyul-tuyul yang selama ini meresahkan akhirnya dapat diamankan dan pemiliknya diadili secara adil.
Rama dan warga Kampung Hantu kemudian mengembalikan barang-barang berharga yang pernah dicuri oleh tuyul kepada pemiliknya, termasuk kepada Juragan Seno yang menjadi korban dalam kasus ini.
Setelah Juragan Dalsim ditangkap oleh polisi dan keluarganya diusir dari Kampung Hantu, Tuyul yang menjadi miliknya akhirnya kembali ke tangan Ki Sabrang. Menurut cerita yang berkembang di Kampung Hantu, Ki Sabrang merupakan seorang yang dukun ilmu hitam dan dianggap sebagai sosok yang sangat kuat dari seberang desa.
Tuyul yang awalnya diberikan oleh Ki Sabrang kepada Juragan Dalsim dikembalikan kepadanya dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Ki Sabrang memanggil tuyul tersebut dengan suara khusus yang hanya dapat didengar oleh tuyul. Setelah itu, tuyul yang semula bersembunyi di suatu tempat keluar dan kembali ke tangan Ki Sabrang. Setelah tuyul tersebut kembali ke Ki Sabrang, tidak ada lagi kabar atau cerita tentang tuyul di Kampung Hantu.
Setelah tuyul berhasil ditangkap dan pemiliknya diungkap, penduduk Kampung Hantu dan polisi kemudian memberikan kembali barang-barang berharga yang dicuri oleh tuyul kepada juragan Seno. Juragan Seno sangat berterima kasih kepada Rama, penduduk Kampung Hantu dan polisi atas kerja keras mereka dalam menangkap tuyul dan mengembalikan barang-barang berharganya. Tidak hanya itu, polisi juga memberikan nasihat kepada juragan Seno untuk lebih berhati-hati dan tidak menyimpan barang-barang berharga di tempat yang terbuka dan mudah dijangkau oleh orang lain. Juragan Seno akhirnya menyadari kesalahannya dan berjanji untuk lebih berhati-hati dan menjaga barang-barang berharganya dengan baik di masa depan.
Namun setelah mengetahui tuyul yang berhasil dikembalikan ke Ki Sabrang, rasa penasaran untuk memiliki tuyul ternyata juga memicu ketertarikan di dalam diri Juraga Seno. Dia menjadi penasaran dengan sosok Ki Sabrang yang diyakini memiliki kemampuan supranatural untuk memelihara tuyul. Juragan Seno kemudian memutuskan untuk mencari tahu tentang Ki Sabrang dan tempatnya yang legendaris itu.
Dalam perjalanannya, Juragan Seno mendengar cerita-cerita tentang Ki Sabrang yang konon tinggal di sebuah desa terpencil bernama Seberang, yang terletak di wilayah pedalaman. Ki Sabrang dikenal sebagai seorang dukun yang memiliki kemampuan yang sangat hebat, bahkan katanya, ia memiliki kekuatan yang setara dengan makhluk halus.
Juragan Seno mengumpulkan informasi dan akhirnya menemukan lokasi rumah Ki Sabrang. Dia bersama beberapa orang yang dipercayainya pergi ke Seberang untuk menemui Ki Sabrang dan berbicara dengannya tentang tuyul. Mereka akhirnya sampai di rumah Ki Sabrang yang terletak di tengah hutan belantara.
Ki Sabrang ternyata sudah menunggu kehadiran mereka. Dia menyambut mereka dengan ramah dan kemudian menjelaskan tentang tuyul dan cara merawatnya. Dia juga memberikan beberapa tips dan trik dalam merawat tuyul, termasuk memberikan makanan dan minuman khusus agar tuyul tetap setia pada pemiliknya. Juragan Seno sangat terkesan dengan kemampuan Ki Sabrang dan belajar banyak hal dari pertemuannya dengan dukun tersebut. Dan akhirnya, awan gelap tebal yang semula biasa di atas rumah juragan Dalsim, kini berangsur-angsur berarak pindah dan terlihat di atas rumah Juragan Seno sekarang.