Pertemuan tidak terduga ini mungkin adalah sebuah takdir.
Dimalam itu angin berhembus dengan lembut,aku melihat seorang pria sedang duduk termenung sendiri ditaman ini,ntah apa yang sedang ada di pikiran nya saat itu.
Melihat pria itu yang termenung sangat lama, akhirnya aku memutuskan untuk menghampiri nya dan bertanya. "kamu ada masalah?" pria itu seketika kaget dan kembali terdiam,tidak ada kata yang keluar dari mulutnya.
Aku memutuskan untuk duduk di sampingnya,selama beberapa lama kami hanya duduk tanpa berbicara. Karena terlalu canggung akhirnya aku memutuskan untuk mengajaknya berkenalan,walau dia terlihat enggan untuk berbicara namun pria itu tetap menjawab pertanyaan yang aku berikan.
siapa namamu? -> me
namaku Tian -> Tian
salam kenal Tian, saya Riskia,19tahun -> Riskia
hmm...(hanya mengangguk) ->Tian
................(percakapan terus berlanjut)..................
mendengar suaranya membuat ku terkejut,bukan hanya karena wajahnya saja yang sangat tampan terkena sinar bulan,tapi suaranya juga lembut.
dari percakapan kami,aku mengetahui bahwa Tian adalah anak tunggal dari keluarganya usia nya baru 18 tahun,keluarganya juga berasal dari kalangan orang berada. Tian selalu di tuntut untuk menjaga martabat serta nama baik keluarganya sebagai penerus selanjutnya.
walau di luar dia terlihat seperti orang tanpa masalah dan serba tidak kurang, tapi sebenarnya di dalam Tian seperti burung dalam sangkar emas. Kemewahan yang di dapatnya malah menjadi kurungan untuk kebebasannya,aku yang bisa merasakan beban nya itu pun akhirnya memutuskan untuk menemaninya menanggung bebannya itu.
Karena sudah sangat larut malam akhirnya aku memutuskan untuk pulang,sebelum pulang aku mengatakan 1 hal pada Tian dan itu adalah:
"aku harus pulang sekarang,,'Tian mulai sekarang kita adalah teman' jangan ragu untuk mengatakan apa pun" -> Riskia
dengan berlari meninggalkan kan dia ditaman dan itu adalah awal kedekatan kami.
mulai dari situ aku dan Tian sering ketemu di taman,yah walau pun dia datang dengan cara sembunyi-sembunyi,kami selalu menghabiskan malam bersama-sama melihat langit sambil bercerita tentang banyak hal sampai.
Hari itu adalah tahun kedua,sudah dua tahun aku dan Tian lewati dengan mengakrabkan diri,hari itu merupakan malam terakhir aku bertemu Tian.
Tian mengatakan pada ku bahwa dia harus pergi besok pagi untuk sekolah di luar negeri,aku yang tak bisa menghentikan nya akhirnya hanya bisa terdiam.
Hari demi hari ku lewati tanpa aku sadari bahwa aku selalu pergi ke taman itu setiap malam, sudah lewat 3 tahun setelah Tian pergi.
Aku sudah berusia 24 tahun dan Tian 23,,aku sudah mengirim surat ke salah satu perusahaan ternama,dan di terima di sana sebagai asisten saat berumur 22 tahun dan ini adalah tahun keduaku,aku sangat sibuk hingga tidak memikirkan Tian lagi selama 2 tahun.
Hingga akhirnya Tian kembali dari sekolahnya dan lulus sebagai lulusan terbaik.
Malam itu aku kembali ketaman seperti biasa,aku bertemu dengan seorang pria yang terlihat familiar dia adalah Tian,orang sudah pergi selama 3 tahun.
Kami berbincang sangat panjang,Tian sudah menjadi CEO yang sangat muda,orang tua Tian sangat senang dengan apa prestasinya.
Aku senang dia kembali tapi yang paling membuat ku senang adalah,dia melamar ku di malam itu. Tian sudah memberitahu orang tuanya tentang ku dan menyetujui ku sebagai menantu mereka, akhirnya aku menikah dengan Tian dan hidup dengan memiliki 2 orang putra.
--------------------------------------TAMAT--------------------------------------