Sinopsis
Ayasa tak pernah menyangka di umurnya yang baru menginjak dua puluh tahun harus mengalami masa yang paling sulit. Ia dipaksa menikah dengan seorang pria dari kota yang tak dikenalinya. Ia menjalani rumah tangganya dengan penuh sendu. Ia tak pernah dianggap istri oleh suaminya sendiri. Hingga sebuah kenyataan harus ia telan pahit-pahit, jika suaminya itu ingin menikah lagi dengan wanita lain.
"Gue mau nikah sama pacar gue. Ini gue ngasih tahu, bukan minta restu sama lo, ya."
"Dan ini gue kasih bukan buat ngundang lo. Tapi buat bukti kalau gue bener-bener mau nikah lagi."
Selembar undangan berwarna gold disodorkannya kepadaku. Aku menatapnya sekilas, lalu berusaha tersenyum selebar mungkin walau kenyataannya bibirku malah melengkung ke bawah. Aku mati-matian menahannya dengan perasaan hancur berkeping-keping.
Aku menatap matanya, ku tepuk pundaknya pelan. "Semoga bahagia menyertai kalian. Doa terbaikku selalu terucap dibibir untukmu, Mas."
Setelahnya aku berlalu pergi dengan setetes air mata yang mulai turun.
Prolog
Menikah di usia yang baru menginjak usia dua puluh tahun, tak pernah terpikirkan olehku. Terlebih lagi aku dijodohkan tanpa ada waktu untuk saling mengenal pribadi masing-masing terlebih dahulu. Banyak rencana yang sudah kususun dan ingin ku raih sebelumnya. Tapi seketika itu sirna dalam sekejap. Semua berubah seratus delapan puluh derajat dari yang aku bayangkan.
Aku malah harus terdampar di sebuah rumah tangga yang tak aku inginkan. Rumah tangga yang isinya hanya kesenduan yang kudapatkan, tak dianggap oleh suami sendiri. Hingga suatu hari yang sangat mengejutkan terjadi, dia membicarakan keinginannya untuk menikahi perempuan lain.
Aku tahu, kalau pernikahan ini memang bukan atas dasar cinta tapi setidaknya hargai aku sedikit saja sebagai istrinya. Aku juga punya perasaan seperti manusia lainnya. Ada rasa tak rela melihat suamiku sendiri malah bermesraan dengan perempuan lain. Tapi dia tetaplah dia yang begitu tertutup kepadaku. Aku hanya bisa berdoa supaya hatinya bisa terbuka menerimaku.
Jangan lupa mampir ya!