Terdengar suara tangis yang begitu kencang dari arah kamar yang ditempati gadis kecil itu, suara tangis yang begitu menyesakkan bagi setiap orang yang mendengarnya. Sepertinya gadis itu mimpi buruk, mimpi seperti apa yang membuatnya menangis seperti itu?
*Hingga akhirnya suara pintu yang dibuka seseorangpun terdengar*
Reeva mengapa menangis nak, mimpi buruk kah? " tanya ayahnya sembari meluk Reeva"
Anak itu mengangguk sambil menatap lekat mata sang ayah, tetapi mulutnya membisu tak sanggup megatakan apa yang di mimpikannya.
Mengapa nak?" tanya sang ayah yang merasa khawatir akan sikap anaknya"
*Dengan rasa takut Reeva pun menjawab*
A..a..ku hanya takut, aku takut ayah menikah lagi " ucapnya dengan tergagap"
*Mendengar ucapan Reeva, ayahnya terdiam dan menatap lekat wajah putrinya yang dipenuhi air mata. Menatap wajah putrinya, kembali mengingatkan wajah sang istri yang sudah tega meninggalkan anaknya yang masih sekecil ini*
Maafkan ayah nak, ayah tidak bisa memberikan yang terbaik" ucap ayah Reeva"
*flashback*
Bun ... tolong saya mohon tetap disini demi anak kita, aku akan bekerja lebih giat demi keluarga kecil kita " ucapnya sambil memohon dikaki istrinya"
Maaf... saya tidak bisa, saya yang akan mengurus Reeva jika kamu tidak sanggup "ujar bunda Reeva"
Tolong...pikirkan lagi bun, Reeva masih terlalu kecil jika ditinggal ibunya "ucap ayah Reeva lagi"
Maaf..keputusanku sudah bulat, antarkan Reeva ke rumah ibuku jika kau sudah tidak sanggup mengurusnya "ujar bunda Reeva sambil berjalan meninggalkan rumah*
*flashback off*
Perdebatan suami dan istri itu sebenarnya sudah sangat sering terjadi, tanpa sepengetahuan mereka Reeva anak perempuannya selalu melihat dan mendengar keributan orang tuanya yang hampir setiap hari terjadi. Hinga ia menyimpan rasa takut jika nanti ayahnya akan meninggalkannya seperti bundanya.
*Ketika keduanya tersadar dari lamunan tersebut anak cantik itu berkata*
Ayah tidak boleh melihat wanita lain, aku wanita paling cantik dihidup ayah "kata Reeva tegas"
Ayahnya terkekeh mendengar penuturan putrinya, ia sadar ketakutan terbesar anaknya adalah dirinya yang tidak bisa membina keluarga dengan baik.
Ayah aku takut, jika ayah berteman dengan wanita lain. Ayah nanti akan sedih jika wanita itu pergi seperti bunda." Reeva berkata sesekali meneteskan air matanya"
Aku takut mendengar orang berteriak kencang, seperti bunda meneriaki ayah "katanya lagi"
*Sang ayah yang mendengar itu merasa sangat bersalah, anaknya yang masih kecil harus mempunyai kenangan buruk seperti itu*
Tidak, Reeva adalah perempuan paling cantik sedunia yang ada di hati dan hidup ayah "Jawabnya dengan lantang dan tegas"
*Mendengar itu Reeva tersenyum sangat lebar sambil memeluk erat ayahnya dan berkata*
Aku anak paling cantik ayah, jadi ayah harus selalu sayang aku!" ucap Reeva dengan ceria"
Ya, Reeva Cahya anak yang mempunyai ketakutan tersendiri jika ayahnya bersama wanita lain, selain dirinya. Biarlah anak itu mempunyai kenangan buruk dalam ingatannya dan mungkin tidak akan terlupakan.