Yang Se-jong adalah seorang dokter di salah satu rumah sakit. Kedua orang tuanya mengidap penyakit langka, yaitu tumor C531. Sehingga kedua orang tuanya harus segera dioperasi. Namun sayangnya, para dokter melakukan kesalahan yang menyebabkan kedua orang tua Yang Se-jong meninggal dunia. Sejak saat itu, Yang Se-jong menutup dirinya dan bersikap dingin kepada semua orang.
Tumor C531 adalah tumor ganas yang bisa membunuh penderitanya dalam sekejap apabila tidak segera ditangani. Tumor ini bisa diangkat dengan cara operasi biasa. Tetapi, akan memakan waktu yang sangat lama.
Hari ini, seorang dokter baru akan tiba di rumah sakit tempat Yang Se-jong bekerja. Dia adalah Yoo In-na. Yoo In-na adalah dokter yang handal, dia telah meraih banyak penghargaan. Selain itu, wajahnya juga berparas cantik.
Semua dokter menyambutnya dengan baik, tetapi hanya Se-jong yang tidak senang melihat kehadiran In-na. Sekarang, In-na sedang merawat pasiennya. Dia merawat dengan sepenuh hati dan juga selalu tersenyum. Yang Se-jong tidak sengaja lewat dan melihat Yoo In-na sedang merawat pasiennya. Se-jong berpikir mungkin dia telah salah menilai dokter.
Se-jong dan In-na berpapasan di pintu masuk. Se-jong ingin menyapa In-na, tetapi dia masih ragu. Akhirnya, dia mengurungkan niatnya.
Tiba-tiba, In-na merasa sangat pusing. Sehingga In-na terjatuh dan tergeletak di lantai. Se-jong kaget dan segera mengecek keadaan In-na.
Tubuh In-na sangat dingin namun jantungnya denyut nadinya berdetak dengan cepat. Ini adalah hal yang tidak normal, Se-jong segera membopong In-na ke Bangsal 15 rumah sakit. Setelah dicek, ternyata In-na memiliki tumor C531. Sama seperti kedua orang tua Se-jong. Para dokter hendak mengoperasi In-na, tetapi Se-jong melarangnya.
Yang Se-jong mengatakan, bahwa dia sendiri yang akan mengoperasi In-na. Dia tidak ingin In-na bernasib sama seperti kedua orang tuanya. Para dokter menyetujui permintaan Se-jong, walaupun sebenarnya mereka ragu.
Para perawat segera membawa In-na ke ruang operasi. Se-jong menggunakan sarung tangannya. Tetapi, saat hendak mengoperasi In-na, tiba-tiba tubuh Se-jong mematung. Ingatan tentang kedua orang tuanya menghantui Se-jong.
Tetapi, demi menyelamatkan In-na, Se-jong mulai operasinya. Para perawat heran dengan sikap Se-jong. Karena biasanya, dia sama sekali tidak menghiraukan apapun yang berkaitan dengan dokter. Tetapi, pada In-na, sikap Se-jong berubah dan lebih peduli.
“Apa dia menyukai dokter In-na?" bisik salah satu perawat.
“Mungkin," bisik perawat lainnya.
Sebenarnya Se-jong bisa mendengarkan pembicaraan mereka berdua. Namun, dia lebih memilih fokus untuk mengoperasi In-na. Operasi berjalan sangat lama, hingga para perawat sudah bosan. Tetapi, Se-jong masih fokus untuk mengoperasi In-na.
Setelah berjam-jam operasi berjalan, akhirnya tumor C531 telah berhasil diangkat dari tubuh In-na. Kedua perawat itu melompat kegirangan. Se-jong lega, karena dia tidak melakukan kesalahan.
Hari sudah mulai malam, namun In-na masih belum sadar. Se-jong menunggu In-na sambil duduk di kursi. Namun, Se-jong sangat mengantuk dan akhirnya tertidur.
Di tengah malam, In-na akhirnya sadar. In-na melihat Se-jong sedang tertidur di kursi. In-na memandangi Se-jong sambil tersenyum. Kemudian, In-na mencium tangannya dan diarahkan ke bibir Se-jong.
Keesokan harinya, Se-jong terbangun. Dia kaget, karena In-na sedang memandangnya sambil tersenyum. Se-jong segera pergi, namun In-na memegang tangan Se-jong.
“Kumohon, tunggu aku 5 menit lagi," ujar In-na.
Se-jong menyanggupi permintaan In-na, dan kembali menunggu In-na.
“Kau yang mengoperasiku kan?" tanya In-na.
“Bukan, aku hanya menunggumu karena kasihan," Se-jong masih berusaha bersikap dingin di depan In-na.
“Jangan berbohong," ujar In-na.
Se-jong segera pergi meninggalkan In-na. Kemudian, In-na turun dari ranjangnya dan memeluk Se-jong dari belakang.
“Aku menyukaimu," ucap In-na.
“Apa?" tanya Se-jong kaget.
“Aku sangat menyukaimu sejak pertama kali aku bertemu denganmu. Walaupun, kau orangnya sombong, acuh tak acuh, dan tidak berperasaan. Tapi, aku yakin sebenarnya kau adalah orang yang baik dan sangat perhatian," ujar In-na..
Se-jong hanya tersenyum.
Sejak saat itu, Se-jong mulai menunjukkan sifat aslinya. Dia selalu menyapa dokter dan merawat pasien dengan sepenuh hati. Se-jong telah membuka dirinya lagi kepada orang lain. In-na senang karena akhirnya Se-jong dapat melihat dokter dari sudut pandang yang sebenarnya.
----1 Tahun Kemudian----
Semakin hari, hubungan Se-jong dan In-na semakin dekat. Akhirnya, Se-jong memutuskab melamar In-na. Tentu saja, In-na tidak menolak. Se-jong dan In-na hidup bersama selamanya.
----Tamat----
Maaf, sebenarnya cerpen ini udah pernah diupload. Tapi author kirim ulang, soalnya biar lebih bagus.