Suatu hari Recka berjalan santai di sore hari.
Recka kagum ada seorang gadis yang menawan sedang duduk seorang diri di tepi jalan ,gadis itu seperti sedang menunggu angkutan umum lewat.
"Wih hoki,rezeki emang gak kemana wkwkwwkk.
"Gak selamanya nasib jomblo itu apes ,ini buktinya putus satu tumbuh satu ,Recka Recka lu emang bernasib dong Juan asek."
Recka pun bertekad untuk mendekati gadis yang ia lihat.
"Eits tunggu dulu cek aroma,gak lucu aja kesan pertama langsung i'll feel ."
"Deketin cewek tu harus ada kiat jitunya,biar kesemsem eak uhuy ."
1. Cek aroma nafas : "lulus,cakep."
2. Cek aroma badan : "Wih wangi ,lulus. Cakep."
3. Cek nafas dompet : mayan masih ada ,emang nasib baik lu hari ini."
"Hai ,ekhem sendiri aja ni ."
Tapi gadis itu hanya diam saja tanpa melihat kearah Recka sedikitpun.
"Buset ,ni cewek dingin amat kayak kulkas (gumam Recka)."
"Halli,ada orang disini mbak."
"Ni cowok ganjen amat ya,mau coba-coba godain Mahmud ck dasar (gumam gadis itu)."
Akhirnya gadis itu menoleh kearah Recka dengan senyum kecut.
"Ya ada apa ya . Apa kita pernah kenal sebelumnya?(tanya ketus gadis ini)."
"Oh belum,kita belum kenal sebelumnya, makanya ini aku ngajak kamu kenalan."
"Tapi maaf saya tidak berminat, silahkan anda cari gadis lain yang bisa anda goda. Permisi ."
Gadis pun berlalu begitu saja.
Recka yang mendapat i dirinya di jutekin cewek merasa tidak terima.
Recka pun mengejar gadis itu.
"Kamu kok jadi cewek ketus amat,ntar jadi perawan tua lho."
"Bomat,bukan urusan anda."
"Apa saya salah hanya sekedar ingin berkenalan saja."
"Ya anda tidak salah cuma anda berkenalan dengan gadis yang sudah menikah dan memiliki 2 orang anak.."
"Haaaaa jadi kamu sudah menikah terus dah punya 2 anak juga,astaga nasibb nasib ."
"Udah sekarang anda sudah paham kan ,kalo gitu saya permisi bye."
"Bye (Recka lemes).
"Jurus tadi tidak dihalalkan buat ganggu bini orang apalagi dah punya anak. Apes apes dah nasib gw."