Jungkook baru saja selesai berolahraga pagi itu. Setelah beristirahat cukup lama, Jungkook memutuskan untuk membersihkan diri karena merasa tubuhnya cukup lengket oleh keringat.
Cukup lama menghabiskan waktu membersihkan diri, Jungkook keluar dengan handuk kecil melilit dilehernya. Kakinya dibalut celana training pendek. Berdiri di depan kaca full body yang terpasang di kamarnya, memperhatikan pahatan sempurna dari tubuhnya.
Tubuh bagian atasnya terekspos dan menampilkan lekuk tubuh yang cukup berisi dengan otot yang menghiasi bagian tertentu. Tersenyum bangga saat melihat 6 kotak tercetak jelas pada perutnya. Tak sia-sia perjuangannya selama ini.
Jungkook begitu mendambakan memiliki tubuh bak atletis pada umumnya. Karena itu, dia selalu rajin berolahraga di rumah dan bahkan selalu pergi ke gym hampir tiap minggu untuk melatih otot-otot tubuhnya.
"Perfect." gumam Jungkook dengan menampilkan senyum tampannya. Terlalu sibuk bercermin dan memuji bentuk tubuhnya sendiri, Jungkook sampai tak menyadari ada seorang gadis yang masih memperhatikannya sambil terkekeh pelan melihat kelakuan laki-laki tersebut.
"Waw!"
Jungkook sontak terkejut dengan suara itu, pasalnya dia tak sadar bahwa ada seseorang yang berada di kamarnya sepagi ini. Dia cukup terkejut dengan kehadiran gadis itu.
"Hei, apa yang kau lakukan bocah!" pekik Jungkook sambil menutup tubuh bagian atasnya yang terekspos layaknya perempuan yang malu tertangkap basah tak memakai apa pun. Hanya suara kekehan yang dia dapatkan setelah melayangkan pertanyaan dengan nada tinggi itu.
"KELUAR DARI KAMARKU!"
"Kita bersaudara, jadi tak ada salahnya aku masuk ke kamarmu, Oppa. Dan, jangan tutupi tubuhmu, aku sudah melihat semuanya." ucap gadis itu sambil mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum jenaka.
"Jangan bercanda, Jeora! Kau dasar bocah nakal. Kembali ke kamarmu sekarang juga, bocah!" teriak Jungkook dengan wajah kesalnya, sementara adiknya hanya tersenyum miring.
"Well, aku sudah mendapatkannya. Hahahahaha~" ucap Jeora sambil tergelak bangga. Sementara Jungkook merasa ada yang mencurigakan di sini.
"Apa maksudmu?"
"Aku akan memasang fotomu di blog. Dengan begitu, akan ada banyak pengunjung blog yang ingin melihat fotomu. Dan, saat blog ku di penuhi dengan pengunjung maka aku akan mendapatkan uang. Hahahaha~"
Jungkook langsung tersadar karena dia baru saja melihat bahwa adiknya memegang handphone. Dia langsung menajamkan pandangannya.
"Adik kurang ajar! Kemari kau!"
Jeora segera kabur setelah mendapatkan alarm bahaya di benaknya. Sudah dapat di pastikan jika dia akan kena amuk kakaknya lagi. Jungkook yang baru saja bisa menetralkan nafasnya setelah berolahraga, kini di harus kembali membuat dirinya berkeringat dengan berlari-lari mengejar adiknya.
"Kemari bocah! Kau ingin menjual fotoku, hah!? Berikan handphone mu dan hapus fotoku, bocah!" Jungkook berusaha cukup keras untuk mengejar adiknya yang sialnya sangat cepat dalam hal berlari.
Meskipun dia seorang gadis, Jeora ahli dalam hal lari lebih tepatnya kabur. Sepertinya gadis itu memang selalu latihan berlari agar bisa kabur darinya setiap akan di berikan hukuman atau berbuat hal aneh.
"BERHENTI MEMANGGILKU BOCAH!" teriak Jeora tak kalah kencang dari kakaknya.
"Kau memang bocah! Bocah kurang ajar lebih tepatnya. Kemari kau, akan ku beri pelajaran kau!" teriak Jungkook tak mau kalah.
"Coba saja kalau bisa, hahahaha~" ejek Jeora sambil menjulurkan lidahnya.
Mereka semakin mempercepat lari mereka dan bahkan mereka sudah berada di luar rumah dan berlarian mengelilingi komplek perumahan yang mereka tempati. Mengisi pagi indah itu dengan berlarian dan saling meneriaki satu sama lain. Ah, pagi yang indah.
Terkadang yang melihat kelakuan mereka berdua sampai dibuat menggelengkan kepala beberapa kali dan terkekeh karena melihat kedua saudara itu tak pernah bisa rukun satu sama lain.
Jungkook menghentikan acara berlarinya dengan sedikit terengah-engah. Rasa pening mulai menjalar di kepalanya.
"Kepalaku ya ampun. Adik kurang ajar, dia cepat sekali larinya." ucap Jungkook susah payah sambil duduk di hamparan aspal jalan dan masih setia menatap adiknya yang masih setia berlari. Sempat terkekeh sejenak saat menyadari betapa bodohnya Jeora yang tak menyadari bahwa dia tak lagi di kejar.
"Dasar bodoh, dia tak sadar aku tak lagi mengejarnya. Kekekeke~"
Atau sebaliknya, Jungkook lah yang bodoh di sini karena tak berpikir jauh tentang rencana adiknya yang selalu berusaha untuk menjual foto ABS nya pada teman-teman Jeora.
Setelah berhasil menetralkan nafasnya kembali, Jungkook tercekat karena benaknya sempat menangkap pikiran aneh tentang rencana adik menyebalkannya itu.
"Ya Tuhan! Tidak mungkin aku melupakan fakta bahwa adikku memang kurang ajar dan harus ku beri pelajaran. Jeora dengan 1001 cara liciknya itu akan melakukan apa pun untuk menjual foto ABS kesayanganku. Ya Tuhan! JEON JEORA, KEMARI KAU BOCAH!"
Jungkook dengan segenap kekuatannya kembali berlari mengejar adiknya yang sudah terlebih dahulu meninggalkannya dan mampir ke tempat teman-temannya hanya untuk menunjukkan bahwa dia memiliki foto ABS kakaknya. Memang dasar adik menyebalkan, dia rela menjual foto itu demi uang jajan. Sungguh gadis yang luar biasa.
💜💜💜
"KYAAAA! Perfect Six pack. Aku ingin memiliki foto itu."
"Oh My God! Sekarang aku akan menggunakan foto ini sebagai wallpaper,lock screen handphone dan laptopku sekaligus background keypad ku. Dan akan ku cuci foto dengan ukuran besar, di laminating dan kupajang di setiap ruangan. Lalu-lalu, aku akan membuatnya menjadi stiker laptop, di pasang di figura dan blablablabla....."
Ocehan teman Jeora membuatnya lagi-lagi terkekeh devil. Dia berhasil memikat hati mereka hanya dengan membagikan foto ABS kakaknya itu.
"Not free guys."
"I Know. Jadi, berapa milyar uang yang harus ku bayar agar mendapatkan foto itu?"
Well, itulah dunia yang di penuhi dengan ke Absurd an penghuninya. Setelah sepakat dengan dollar-dollar yang mengalir begitu saja, mereka semua kembali memekik sambil terus memandangi foto 6 kotak itu.
"By the way, jika kakakku sudah memiliki 10 kotak di perutnya, aku akan mengunjungi kalian lagi." ucap Jeora sambil terkekeh.
Sementara teman-temannya semakin memekik dan darah segar semakin mengalir dari hidung mereka. Hanya karena itu, mereka mimisan. Well, ini belum seberapa sih.
"Kyaaa! Aku mauuuuuuuu......." pekik mereka bersamaan. Jeora semakin memperlebar senyumnya dan tak lama terdengar suara teriakan yang cukup membuat gendang telinga hampir pecah.
"JEON JEORA!!!!!!"
Semua atensi tertuju pada sang pelaku peneriak. Jeora tampak terkejut, bukan karena kehadiran Jungkook tapi karena-laki-laki itu belum memakai bajunya. Dia hanya memakai celana pendek selutut dan membiarkan tubuh bagian atasnya terekspos jelas.
Tak lama teman-teman Jeora di buat berteriak histeris karena mereka bisa melihat secara Live ABS Jungkook dan jangan lupakan otot bisepnya yang cukup waw untuk di pandang.
"KYAAA JUNGKOOK OPPAAAAAA!!!!!!"
Jungkook yang baru tersadar dari kebodohannya di buat kalang kabut dan segera kabur dari sana, karena tak ingin menjadi objek fotografer dadakan teman-teman mesum adiknya itu. Dan melupakan menarik Jeora pulang untuk dia beri hukuman.
Akhirnya, dia malah kembali pulang dan meninggalkan Jeora dengan teman-temannya yang hampir semuanya tak sadarkan diri karena kehadiran dadakannya itu.
"Oppa, kau cari mati ternyata. Hahahahahaha~"
Jeora tergelak setelah melihat kakaknya kembali kabur dengan raut wajah yang cukup panik namun baginya sangat lucu.
Pagi itu, Jungkook kembali di buat mengurungkan dirinya di kamar. By the way, kejadian barusan tidak hanya terjadi sekali dua kali, namun sudah beberapa kali dan berujung Jungkook yang malu karena lagi-lagi dia keluar tanpa memakai baju dan mempublikasikan secret ABS kesayangannya pada teman-teman mesum adiknya.
"Aku berjanji tak akan membuka bajuku lagi."
"Kau serius?"
"Kyaaaaa!"
Teriakan Jungkook seketika kembali terdengar bersamaan dengan suara kekehan seseorang di ambang pintu kamarnya.
Hanya karena ABS kakaknya, Jeora jadi adik yang selalu menguntit kakaknya sendiri layaknya seorang penguntit mesum.
TAMAT
🌟🌟🌟
Terima kasih sudah mampir😄 Jangan lupa baca ceritaku yang lain, ya💕