Tidak semua, tapi pasti ada orang yang sudah merasakan patah hati. Kebanyakan orang diluaran sana patah hati karena diputusin kekasihnya. Ya termasuk aku, aku juga merasakan patah hati saat ini. Tapi bedanya disini aku yang mutusin hehe.
Aku anak SMK kelas 11, seorang cewek yang susah membuka hati untuk orang lain. Waktu itu, berkali-kali ada cowok yang mengungkapkan perasaanya ke aku bukanya seneng karena banyak yang suka sama aku tapi aku malah marah-marah gak jelas (mungkin saja aku belum siap menyalakan lenteraku untuk mereka, ya itu benar karena aku belum terlalu mengenal mereka) .
Tapi tidak untuk yang satu ini, ada seorang laki-laki tampan, pintar, dan lumayan ceroboh yang memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanya ke aku dan.....
"Dew maaf sebelumya aku ngajak kamu kesini un...unt...untuk..." ucapnya sangatlah gugup, ya disini hanyalah kami berdua (dibawah pohon rindang pinggiran danau yang sangat indah dan sejuk)
"Iya ngomong apasihh, jangan lama-lama disini cuma kita berdua nanti kalo ada yang liat terus mikir macem-macem tentang kita gimana apalagi dibawah pohon gede gini wkwkkw" ucapku dengan tertawa lebay ditengah kegugupan ya.
"I iya sebenernya aku mau ngungkapin perasaan gue ke lo" ucapnya dengan memejamkan mata.
"Gue suka sama lo, ini suka dalam defenisi cinta bukan persahabatan. Lo mau ngk jadi pacar gue" imbuhnya lekas membuka matanya.
"Hahhhh, ini beneran? " tanyaku tak percaya
"Iyaa menurut lo, gue bercanda"
"Emmm gimana ya, lo tau sendiri kan kalo gue belum pernah ngejalin hubungan cinta. Gue takut perasaan gue selama ini cuma obsesi semata bukan cinta"
"Selama ini??? Berarti lo... " ucapnya digatung kek jemuran wkwkwk
"Iya selama ini gue takut kehilangan lo waktu lo deket sama cewek lain. Gue takut lo nglupain gue saat lo sudah memiliki kekasih" Jawabku spontan malu dan tertunduk.
"Ok kalo gue fikir lo juga cinta sama gue bukan hanya sebuah obsesi" ucapnya kubalas dengan anggukkan ragu
"Berarti lo nerima cinta gue" kubalas anggukkan lagi.
" Yeahhhhh... Kita resmi pacaran sekarang ngk ada lo-gue adanya aku dan kamu plus kita ok"
Dia Saga anak SMK kelas 11 juga, satu sekolah denganku tapi beda jurusan dia anak permesinan sedangkan aku anak komputer. Dia adalah sahabatku 4 tahun terakhir sejak memasuki SMP NEGERI.
Di sekolah,
Aku duduk di tangga bersama tiga sahabatku, sahabatku dari awal mamasuki SMK ini. Aku mengenalnya waktu Masa Orientasi Siswa (MOS), dia adalah Diana, Anisa, dan Dera.
" Dew kenapa sih dari tadi aku perhatiin kayak seneng gitu" ucap dera membuka suara
" Iya. Ngk biasanya? " ucap anisa
" Enggakk. Biasa aja tu " tanggapku sembari senyum tatapan kedepan.
" Cerita!!! " perintah diana
" Iya, huhhh. Jadi gini aku kemarin jadian sama Saga " ucapku dengan semangat
" Anak permesinan? Sahabat cowokmu itu? Kok bisa sih? Kenapa ngk cerita dari kemarin? Ohhh jangan-jangan lo nglupain kita sebagai sahabat? " tegur diana
"Ngk gitu kali Din aku tu... " ucapku belum selesai
" Aku kekamar mandi sebentar ya geyss. Deww ikut gue!!! " tegas Diana
Aku mengikutinya dari belakang dan berpapasan dengan Saga dan gerombolan sahabatnya yang terkenal playboy. Saga berbisik tepat ditelingaku dengan sangat amat lirih " I Love You " kata itu terus tergiang-ngiang di fikiranku. Dan akhirnya lamunan fikiran itu buyar saat...
"DEWWW" Diana membuyarkan lamunanku
"Iya kenapa sihh, dari tadi kayaknya kamu nahan pipis ya sampe marah marah gitu. Ya udah sono gih gue tunggu disini" usirku padanya
" Sebelum lo nyesel gue peringatin ya... Saga itu play boy. Dia itu pacaran sama sepupu gue, dan baru kemarin sepupu gue diputusin sampe-sampe dia pergi ngk pulang kerumah. Dia itu ngk baik buat lo!! " ucapnya penuh penekanan
" Enggak mungkin lah dia itu sahabat terbaik gue dari SMP sekaligus cinta kedua gue setelah cintaku ke papa" ucapku dengan tenang
" Yaudah terserah lo!!!! Tapi kalo lo sakit hati jangan lupain gue. Disini gue tetep jadi sahabat lo yang ada setiap lo seneng maupun susah. Kalo dia nyakitin lo cerita ke gue, gue orang pertama yang akan negur dia. Yaudah ayo kembali anak-anak pasti nungguin" ucap diana langsung beranjak pergi
Kini usia pacaranku sedah beranjak 3 bulan dan aku menjalaninya dengan senang tanpa ada kecurigaan apapun, meskipun Diana sudah berkali kali memberiku peringatan bahwa Saga playboy. Sepulang sekolah pukul 04.30 aku berjalan ingin menemui kekasihku. Ya aku selalu menyempatkan bertemu dengan Saga di taman sekolah. Dan saat itu Saga sibuk dengan ponselnya dengan posisi berdiri membelakangiku. Aku ingin memberinya kejutan dengan membuatnya kaget dan berjalan dengan pelan menghamipirinya tpi malah....
" Iya jangan gitu dong sayang. Memang kalo pulang sekolah itu aku selalu sibuk adanya waktu kalo menjelang malem. Nanti jam setengah tujuh kita nge-date ya di cafe biasanya aku jemput, jangan lupa dandan yang cantik ok!! " ucapnya dibalik telefon, aku hanya diam tak percaya seakan patung yang berdiri dibelakangnya. Dan bersikap sok tegar dan mempertahankan air mataku agar tak jatuh didepanya.
" Saga " panggil ku dengan lirih. Dia langsung menoleh kebelakang
" Dewi " ucapnya dengan keadaan kaget "ini tidak seperti apa yang kamu kira, oke aku jelasin jadi gini.... "
" Stoppp! Hpku bunyi " Aku langsung mengangkat telepon itu " Iya din ada apa? " "Oke aku langsung kesana"
" Gue ada perlu. Yang itu tadi ngk perlu dijelasin aku sudah cukup mengerti " Aku langsung pergi meninggalkannya
Terlihat diana sedang menungguku dikursi pojok cafe. Ya diana tadi telfon untuk bertemu di cafe tongkrongan biasa.
"Hai dinn" ucapku sambil melambaikan tangan
"Muka lo kenapa kok kyak habis nangis gitu"
tanya diana
"Dinnn" Langsung kupeluk diana dan tangisanku pecah saat itu juga " Maafin gue, gue pernah ngk percaya sama lo. Lo bener saga itu cowok brengs*k yang suka mainin cewek" Kulepas pelukanku darinya
"Nah lo tau kan" ucap diana santai.
"Ohh iya tadi kamu mau bilang apa? " diana
"Gini kemarin sepupuku pulang dan aku mencari tahu tentang Saga dan ternyata bla bla bla bla"
Diana menceritakan semua hubungan sepupunya dengan Saga hingga tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 07.45
"Ehh yaudah aku pulang dulu pusing kepala ku" ucapku
" Yaudah pulang gih hati hati ya" Diana "Tunggu tunggu bukanya itu Saga" tambah diana sambil menunjuk arah tempat duduk saga.
"Iya ya itu bukanya saga. Romantis banget sih, emang aku sering diajak saga jalan nge-date tapi aku ngk rela kalo saga juga ngajak wanita lain" gumamku tpi masih bisa didengar oleh diana
"Yang sabar ya dew... Jodoh ngk akan kemana. Tunggu aja besok ada sesuatu yang mengejutkan datang kerumahmu" Diana
"Apa? Siapa? "
"Lihat aja besok" Diana
"Sebentar ya din tunggu aku disini jangan kemana mana" ucapku beranjak pergi
"Ehhh mau kemana lo" Teriak diana tak ku hiraukan.
" Permisi... Hai saga ini ya pacar lo yang sering lo ceritaindan bangga-banggain ke gue" ucapku ke saga tanpa ada jawaban, terlihat saga sangat kaget atas kedatangan ku dan itu membuatku sangat puas
"Hai pacarnya saga ya" ucapku pada wanita didepan saga sambil duduk dikursi kosong samping kanan saga
"Iya gue pacarnya saga. Siapa ya? " tanyanya
" Aku sahabatnya saga. Tapi sayang dia kalo ditanya siapa cwenya. Kapan jadianya. Ngk pernah ngaku, kasian kann aku sperti sahabat yang terlupakan. Tpi saga itu cowo hebat aku aja yang cantik plus imut gini belum pernah punya pacar, dia yang ceroboh bisa ngedapetin kamu yang cantik gini. Beruntungnyaaa" ucapku memelas " Ohhh iya kapan si pacaranya sama saga? Waktunya? Tempatnya? Romantis gak sih si tampan ini? " tanyaku sambil meminum minuman saga. 'Pasti pacarnya saga ngerasa aku ngk punya sopan santun meminum minuman orang tanpa izin' batinku.
"Iya kita pacaran hampir 3 bulan, dia itu romantis banget. Dia ngungkapin perasaanya di pinggir danau bawah pohon cemara yang rindang" Deg!!serasa ditusuk beribu pisau " Dia ngungkapin perasaanya malam hari pada tanggal 11 Juli" 'Yaampun kaya ngk bisa mbendung air mata ini lagi'batinku
"Oke penjelasan itu udah cukup buat aku, aku pulang dulu ya, dari sekolah langsung kesini sampe malem cuma buat ngenenangin hati yang patah... Tpi kalo difikir fikir kaya ngk ada faedahnya mikirin orang yang ngk pernah mikirin kita iyakan? Iyakan saga? " tanyaku menghadap cwe saga langsung berpindah ke saga
" I iyaa bener banget" Jawab saga
" Yaudah kalian seneng seneng ok byeee" Aku beranjak pergi langsung kekamar mandi. Dan disusul oleh diana
" Aplousss.... Gue salut ke lo dew. Lo bisa setegar itu didepan cowo brengsek tadi hahhaha. Pasti dia serasa ditusuk kerisnya sesepuh hahaha. " Diana
"Din lo tau ngk sih dia itu pacaran sama usianya sama pacaran gue bedanya aku sore dia malem ditempat yang sama lagi. Harusnya dulu aku percaya ke kamu... Emang ya cinta itu buta plus tuli" Ucapku
"Masa sih gue ngk nyangka dia bisa kayak gitu. Play boy sih play boy tpi yang ini sungguh keterlaluan" Diana " Balik gihh hampir jam 9 lo ini lo ngk takut bokap lo marah. Gue anter dehhh" imbuhnya
" Oke ayokk. Lo itu sahabat terbaik gue dehh" ucapku
Hari ini adalah hari minggu, diana sudah berjanji dateng ke rumah untuk memberikan aku semangat, katanya sih. Waktu menunjukkan pukul 09.00 suara bel berbunyi, ya benar itu adalah sahabat terbaikku diana.
" Masuk yuk" Lekas menutup pintu ada seseorang dari luar "siapa ya"
" Ini mbak ada paket. Mohon tanda tangan disini" Pak JNE memberikan sebauh kertas.
" Ohh iya Pak terimakasihh" aku langsung masuk dan menutup pintu
" Siapa dew" tanyanya sambil senyum senyum.
"Ohhh pasti kamu sudah tau siapa yang ngirim paket ini buat aku, buktinya kamu senyum senyum gitu"
" Iya aku memang tau kan dicafe kemarin aku udah bilang. Yaudah cepetan buka" Perintah diana
" Yaudah langsung kekamar yuk" Sesampainya dikamar langsung kubuka kotak itu dan isinya lumayan mengejutkan buatku... Mungkin isinya ngk seberapa tpi itu menunjukkan sebuah pengorbanan yang cukup dalam dalam masalah percintaan. Dia memberikanku 3 kerudung dengan namaku dipojok berserta tanggal penjahitan nama dalam surat berkata bahwa ia membuat itu setiap dia mau ngungkapin perasaanya, ada juga foto fotoku mulai SMP hingga aku SMK tanpa sepengetahuan ku, dia juga berkata dalam surat bahwa ia akan terus memperjuangkan cintanya ke aku. Hahha menyedihkan sekali. Tak terasa satu demi satu air mataku menetes.
"Dia sepupuku kakak dari mantan pacar saga yang pergi dari rumah itu lo yang sering gue ceritain. Dia kelas 12 jurusan komputer disekolah kita" Diana
"Aku terharu banget. Dulu dia nembak aku 3 kali diluar sekolah jadi aku ngk ngerti kalo dia kakak kelas kita. Waktu dia nembak selalu waktu aku lagi dilapangan tempat kita bersantai selain dikafe, aku jadi ngrasa bersalah deh din. Tapi ngomong ngomong aku kok ngk pernah liat dia di sekolah ya"
"Udah ngk usah ngerasa bersalah mungkin ini balasan dari Tuhan untukmu, kamu kan sabar banget ngadepin cowok brengsek itu makanya diganti yang lebih dari baik. Dia itu anak hist, pinter, dan tampan di sekolah kamu aja yang ngk pernah ngepoin dia. Dia itu juga anak kesayangan guru" Diana
"Ohh iya aku mau nemuin saga dulu di taman ok jangan kemana mana" ucapku
" Ehhhh mau ngapain"
"Nyelesain urusan cowok kadal"
Di taman ngk jauh dari rumah mungkin cuma sekitar 300 metter.
" Eehhh udah nunggu lama ga? " Tanyaku padanya
" Udah hampir setengah jam dew, dew maafin aku ya aku cuma... " Saga
"Udah ngk usah difikirinn. Gue udah lupain kok. Gue cuma mau bilang sampe sini aja ya ngk usah diterusin. Kita temenan aja, ya mungkin itu jalan Tuhan yang terbaik. Kalo gitu aku pulang kasian diana ada dirumah, maaf membuat kamu nunggu" Ucapku meninggalkanya.
Sesampainya dirumah aku terkejut ada sosok laki-laki yang membuatku penasaran setelah kotak paket itu datang kerumah.
"Din? " Panggil ku untuk meminta jawaban tentang laki laki yang duduk disampingnya. Ya memang aku belum pernah tau namanya meski beberapa kali bertemu.
"Kak jacob" jawabnya
"Maaf kak... Jacob ada apa datang kemari? " tanyaku
"Duduk dulu lahh, jangan berdiri gitu kan yang punya rumah kamu! " Jacob kujawab anggukan
"Jadi gini, ini yang ke empat aku menemuimu. Dan aku akan memberi pertanyaan yang sama dengan sebelumnya. Apakah kamu mau menjadi kekasihku? " tanyanya
"Emmm maaf kak sebelumnya... " Belum selesai bicara udah dipotong aja
"Iya aku tau kamu baru putus sama saga, tapi setidaknya beri aku kesempatan. Sekali lagi aku tanya sama kamu apakah kamu mau jadi kekasihku? " tanyanya lagi
" Iya kak aku mau" Jawabku tanpa gugup sama sekali
"Ok sekarang kita resmi pacaran" Katanya medekatiku dan menyodorkan cincin tanda bahwa kita memiliki hubungan.
"Ehmmm ada yang resmi pacaran sahabatnya dilupain" Seru diana
" Ya ngk gitu lah din. Kamu tahu sendiri kan kakak suka sama dia berapa lama. Gimana pengorbanan kakak selama ini? " Seru Jacob
"Iyaa dehh. Nikmatin aja dunia ini berdua, yang lain ngontrak aja" Jawab si diana berlalu ke kamarku dan ninggalin aku dengan Jacob
"Kak" Aku membuka percakapan
"Maafin sikapku selama ini ya ke kakak, aku ngk tau pengorbanan kakak segede itu" Ucapku memelas
"Iya ngk papa, tapi setidaknya perjuangan ku membuahkan hasil bukan? " Jacob
"Iya kak. Ohh iya kak apa boleh aku meminta sesuatu ke kakak? "
"Apa"
"Kakak jangan pernah ninggalin aku ya! Aku ngk mau sakit untuk kedua kalinya"
" Iya... Insyallah aku akan memberi beribu kebahagiaan untuk mu seperti apa yang papa mu kasih untukmu" Ucap Jacob sambil mengacak ngacak rambutku.
"Terimakasih kak" Ucapku langsung memeluk Jacob dan menatapnya lekat
"Ehhh kamu kenapa ngeliatin aku kayak gitu"
"Sungguh pahatan Tuhan yang sangat sempurna" Ucapku tanpa melepas pelukan darinya
"Baru nyadar ya... Tpi jangan lama lama gitu dong meluknya. Kamu ngk denger dari tadi jantungku berdetak lebih cepat dan kencang? " Tanyanya
"Iya maaf kak denger kok hehehe" Jawabku terlihat malu malu
"I Love You Dew" Ucapnya sambil menggenggam tanganku
"I Love You Too my Jacob" Ucapku lantang
"Hahhah aku ngk salah denger kan? " Tanyanya tak percaya
"Enggak kak. Aku juga mencintaimu sejak kotak kecil tadi sampai kamarku"
"Bener? "
"Iy.... Ehh bentar ada yang ketok pintu" Ucapku sambil berlalu membuka pintu
"Papa udah pulangg? " Tanyaku kegirangan saat papa udah di ambang pintu
"Kalo papa udah disini berarti papa udah pulang" Ucap papa sambil mencium pucuk kepala ku " Ehhh ada tamu siapa nak,? "
"Duduk dulu pah, aku mau ngenalin dia ke papah" Ucapku papa pun mengangguk
"Dia kak Jacob kakak kelas aku disekolah sekaligus kekasihku saat ini pah, tampan bukan? "
"Iya nak" Jawab papa
"Hallo om kenalkan saya Jacob. Sebelumnya saya minta maaf saya sudah mengambil hati anak om tanpa izin. Tapi saya janji akan membahagiakan ya semampu saya om" Jacob
"Iya saya percaya kalo gitu om mau beres beres dulu badan om udah lengket, nikmatin aja dunia ini berdua, om mau nge kos aja wkwkwk" Ucap papa pada Jacob dan berlalu ke kamar.
Dan itulah hubungan yang selama ini dewi rasain dan bertahan sampai saat ini juga. Memang rencana Tuhan itu yang terbaik, tidak ada yang bisa merubah takdir. Jangan lupa bersabar juga ya, karena bersabar akan memberikan buah yang manis.
see youu☹️