Aku berjalan masuk ke kantorku. Aku berkerja di perusahaan milik milyuner di negaraku. Tadinya aku bekerja di divisi keuangan tapi mulai hari ini aku naik jabatan. Aku menjadi sekretaris kedua boss jadi aku mulai pagi ini duduk semeja dengan sekretarisnya Pak Farhan. Pak Farhan bossku ganteng, single, dan agak kebulean mungkin keturunan dari ayahnya ada darah bule begitu yang aku dengar. Dan yang lebih penting lagi dia single. Wow.....siapa yang ga mau. Aku juga termasuk staff yang mengidolakan beliau dan bukan aku saja yang mengidolakan beliau ada banyak staff wanita yang berharap bisa menjadi istrinya. Dan aku lebih memilih mengagumi dalam diam. Laahh...staff yang lain menyatakan cintanya terang terangan di tolak apalagi aku yang memiliki wajah pas pasan. Dengan tubuh mungil 150 cm. Kalau aku perkirakan tinggiku hanya sedadanya. Ha ha ha...aku hanya mengira ngira ketika dla lewat di depan ruang divisiku.
Namaku Adiba usiaku 25 tahun aku besar di panti asuhan aku tidak tahu siapa kedua orang tuaku. Aku bekerja di perusahaan milik pak Farhan karena Allah menyayangiku dari ribuan orang hanya 5 orang terpilih termasyk aku. Hingga aku bersujud syukur ketika sekretaris pak Farhan memanggilku dan menayakan kesediaanku menjadi sekretaris Pak Farhan yang kedua. Tentu aku tak menolaknya SKnya menyusul pesan mba Firla sekretaris tinggal pak Farhan. Hari itu senyumku menjadi 24 jam. Angka demi angka terlihat lebih menyenangkan. Kekuatan Falling in love. 😁😁😁
Aku langsung menuju ruangan sekretaris pak Farhan. Ternyata mba Firla terlebih dahulu datang dan sedang di depan komputer memeriksa surat demi surat yang masuk.
"Assalamu'alaykum mba Firla...."sapaku.
"Wa'alaykumsalam...."mba Firla mengangkat kepalanya melihat diriku.
"Kamu uda dateng? ayo duduk sini?mba ajarin..."ujar man Firla ramah.
1 jam berlalu.
Ada seseorang yang mengetuk meja mba Firla sepontan aku dan mba Firla melihat siapa pelakunya. Ya ampun jantungku mau copot melihat si boss dari jarak dekat lebih ganteng dari perkiraanku. Aku mematung memandangnya. Pak Farhan berbicara dengan mba Firla aku tak fokus. Aku hanya memandangi boss gantengku. 3 menit kemudian pak farhan berjalan menuju ruangannya.
"Adiba...hei Adiba..."mba Firla menarik narik ujung setelan kerjaku. Aku pun tersadar dari lamunanku.
"Kamu suka pak Farhan Adiba?.."tanya mba Firla.
Wajahku memerah ketauan kalau aku termasuk salah satu pengagumnya. Mba Firla tertawa melihat ekspresiku.
"Mba juga dulu kayak kamu mengagumi beliau, tapi dia sudah mencintai gadis lain Adiba..."
"Siapa mba?orang kantor..."tanyaku.
"Bukan..mba juga ga tau siapa..
tapi pak Farhan pernah cerita kalau dia mencintai gadis lain dan menunggunya begitu kira kira..."
6 bulan berlalu
Aku fokus dengan pekerjaanku. Namun rasa cintaku belum hilang. Mba Firla memahamiku. Dan ia tak mencegah perasaanku dan kekagumanku terhadap si boss. Ia hanya mengingatkan kalau pak Fiyrah sudah memiliki gadis pilihannya.
Hari itu aku terkejut melihat pak Farhan menggandeng seorang wanita cantik dan ia terkenal. Seorang wanita yang ahli kecantikan dan kuliah di Korea Selatan. Widi.
Ibu Widi lebih cantik aslinya. Selama ini aku hanya memandangnya dari televisi. Tak tampak ia memiliki dua anak kembar. Persis gadis ting ting. Pak Farhan memperkenalkan Ibu Widi sebagai istrinya dan sedang hamil. Kemudian ia memeluk bahu ibu Widi dengan mesra. Perasaan ku..?ada sisi hati yang terasa perih.
Wajah pak Farhan berseri sangat terlihat rona bahagia di wajahnya. Mba Firla yang mengetahui kondisiku hanya mengelus bahuku menguatkan. Ibu Widi dia memakai gamis yang berkelas namun aura kesederhanaan tetap terpancar dari dalam dirinya.
Setelah pak Farhan masuk ke dalam ruangannya. Mba Firla memintaku mengantarkan berkas titipan divisi keuangan. Mungkin laporan batinku. Aku berjalan ke ruangan pak Farhan kemudian mengetuknya. Lama sekali pak Farhan membuka pintunya. Hingga terdengar sebuah suara.
"Masuk...."
Aku pun membuka pintu ruangan pak Farhan. Kaget ya ampun apa apaan ini batinku penampilan pak Farhan ga karu karuan. Kancing atasnya terbuka dan ia sedang merapikan baju dan penampilannya. Istrinya aku tidak melihat mungkin di ruang istirahat Aku tidak bodoh aku tau apa yang terjadi. Kembali hatiku seperti di iris iris. Aku menguatkan diri. Dan keluar dari ruangannya.
"Mbaaaa Firlaaaa...aku sakit hati.."curhatku dengan ekspresi yang lucu. Mba Firla hanya tertawa. Sepertinya aku harus melenyapkan rasa cintaku. Rasanya semua pintu menuju ke arah boss sudah tertutup. Dan aku tak mau menjadi pelakor untuk rumah tangga orang.
"Boss...aku mencintaimu.."