Hai nama ku adalah Ahara biasa di panggil Ara, umur aku Sekarang 22 dan aku bekerja di sebuah perusahaan di Korea yang ternya milik Bon-Hwa. Singkat cerita, jadi aku ini suka salah satu member K-Pop yang bernama Bon-Hwa dari grup K-Pop TG (Tough boy) yang sekarang sudah bubar. Jadi aku berusaha buat bisa keteriman di perusahaan tersebut, dan hasilnya aku beneran keteriman, huhh rasanya seperti mimpi bisa bekerja di perusahaan tersebut.
Hari-hari kujalani bekerja di kantor tersebut namun aku belum sekalipun bertemu dengannya. Entah karena dia sibuk atau apakah itu.
Aku pun berjalan ke ke kafe yang berada di seberang jalan.
"Kyaaaa.... Ah maaf pak saya tidak sengaja menabrak bapak" Ucapku sambil menunduk karena merasa bersalah.
"Hemm" ucapanya dengan nada dingin tanpa ekspresi kemudian pergi.
"Sepertinya aku mengenal suara ini" aku pun berbalik dan melihatnya dan ternyata dia adalah orang yang selama ini kucari, yah siapa lagi kalo bukan Bon-Hwa.
"Tapi kok dia dingin banget ya gak seperti dulu yang hangat dan selalu tersenyum. Ntah lah mungkin semenjak Grupnya bubar" ucap ku dalam hati.
Aku pun berjalan kembali kekantor karena selera makan ku sudah hilang. Sesampainya di kantor.
"Ara nih dokumen yang harus kamu kerjakan dan harus selesai malam ini jga kata sekretarisnya pak Bon-Hwa" kata Aline sambil meletakka dokumen tersebut.
"Hah dokumen sebanyak ini harus selesai malam ini juga, sepertinya hari ini aku lembur" ucapku dalam hati.
"Hemm baiklah" sambil menarik dokumen tersebut.
Aku pun mengerjakan dokumen tersebut dengan teliti.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 7.00.
"Huh akhirnya selesai juga" aku pun mengambil dokumen tersebut dan membawanya ke ruang pak Bon-Hwa.
Dan disaat aku membawa dokumen tersebut aku tidak sengaja mendengar pembicaraan pak Bon-Hwa bahwa dia akan segera menikah dengan seorang wanita.
Disaat itu hatiku terasa sakit tapi aku tidak bisa melakukan apapun karena aku bukan siapa-siapa. Entah mengapa tiba-tiba air mata ku jatuh. Aku menghapus air mataku kemudian mengetuk pintu ruang pak Bon-Hwa
"Silahkan masuk, ada apa"
"Permisih pak ini saya mau memberikan dokumen ini" aku pun menyimpan dakumen tersebut kemudian langsung keluar dari ruangan tersebut.
" Dia kenapa yah" ucap pak Bon-Hwa dalam hati.
Setelah keluar dari ruangan tersebut aku pun langsung menuju ke rumah ku.
Sesampainya di rumah aku langsung menuju ke kamar dan entah mengapa air mata ku kembali mengalir di pipi ku. Setelah menangis begitu lama aku pun tertidur tanpa makan malam.
Keesokan harinya
Sesampainya di kantor aku pun langsung menuju ke tempat duduk ku.
" Ara apa kamu tau bulan depan pak Bon-Hwa akan menikah dengan Ellie anak dari teman ayahnya, uhh pasti hari ini menjadi hari patah hati sedunia.
" Ohhh begitu".
"Oh ya ini undangan buat kamu" sambil memberikan undangan pernikahan pak Bon-Hwa.
"Makasih"
"Sama-sama"
Rasanya air mataku ingin mengalir namun ku tahan karna aku tidak mau menangis di depan Aline.
Tak terasa hari pernikahan pak Bon-Hwa dan Ellie.
Hari ini aku akan menyaksikan pernikahan orang yang selama ini aku sukai, tapi apa boleh buat jika aku dan dia tidak berjodoh.
Setelah mengucapkan sumpah pernikahan akhirnya mereka berdua sah menjadi suami istri.
Aku tidak bisa lagi membendung air mata ini, aku pun berlari dan tidak sengaja aku menabrak seorang pria yang begitu tampan.
" Hai nona apa kah kamu baik-baik sajah" ucap pria tersebut .
" Ahh' iya saya baik-baik saja kok"
" Ohh, kalo boleh tau nama nona siapa"
" Oh nama saya Ahara tuan bisa memanggil saya Ara" sambil mengeluarkan tangannya.
"Kalo begitu perkenalkan nama saya Dae-Hyun" sambil membalas uluran tangan Ara.
Satu tahun setelah aku bertemu dengannya
Sejak saat itu aku pun sering bertemu dengan Dae-Hyun dengan sikapnya yang penyayang dan tidak mudah marah membuat ku jatuh cinta padanya.
Dan hari ini aku sedang dinner bersamanya.
"Ara will you marry me" ucapnya sambil berlutut didepan ku.
"Yes" ucapku menerimanya
Akhirnya mereka pun menikah dan hidup bahagi.
TAMAT
Terimakasih bagi yang sudah membaca cerita saya
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah.