Dialah kucing pertamaku, sarla. Dia adalah hewan yang kuadopsi saat dia berumur 2 bulan, aku kasihan melihatnya karena dia selalu di depan rumahku saat dia msih bayi. Lalu aku adopsi dia dan kuberi dia nama sarla.
"Meowww~~" rengek sarla pada pagi hari, membangunkan majikannya yaitu mega yang sedang tidur lelap itu.
"Hah? Sarla? Kamu ingin makan ya? Itu sudah mama sajikan di kandangmu, makan ya" balas mega yang beberapa detik kemudian melanjutkan tidurnya
Siang hari, mega bangun dan mandi. Tak lupa dia makan dan membawa sarla berjalan-jalan ke taman terdekat dengan memakaikan kalung tali untuk berjaga-jaga jika sarla tersesat, nantinya mega yang harus mencarinya! Dasar mega...
Biasanya pada sore hari mega pulang tapi kini berbeda, dia dikhawatirkan dengan kucingnya yang sakit, karena saat mega membawa sarla jalan2, sarla sempat muntah2. Karena mega khawatir apa2 terjadi, akhirnya sarla dibawa ke rumah sakit hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dia dibawa langsung oleh dokter ke ruang UGD, sambil mega menunggu akhirnya dokter keluar dari ruang itu.
"Dok, bagaimana keadaan kucing saya dok?" tanya mega dengan cemas sebab dia tak pernah liat sarla sakit seperti ini
"Emm begini, dia mengalami penyumbatan pada lambungnya, apakah anda pernah kasih dia makanan sisa atau makanan yang kotor?" tanya dokter yang serius itu
"Emm, pernah sih, soalnya tiap hari kalo saya ga habis makan, saya kasih dia dok, apa itu berbahaya ya dok?" tanyanya yang semakin cemas itu
"Lambungnya mengalami seperti keluar daging, mungkin kondisi ini membuat sarla tidak bisa bertahan lama" jelas dokter yang membuat mega syok parah
"J-jadi... Ini gimana dok?" tanya mega yang syok parah itu, dia semakin tak tau lagi harus bagaimana dan mulai menangis.
"Emm, penyakit ini sangat langka, kami para dokter saja tidak tau apa vaksinnya, mungkin anda harus menemani dia sampai ajalnya tiba" balas dokter dan kemudian pergi
Sejak hari itu, dia sangat menjaga makanan sarla bahkan makanan sarla adalah makanan yang paling mahal di supermarket, 1 kaleng itu seharga 200k. Tapi apa boleh buat, ini mungkin adalah makanan pertama dan terakhir kucingnya.
Hari demi hari berlalu, kesehatan kucing itu makin tidak baik dan seminggu kemudian akhirnya dia menghembuskan nafas terakhir saat majikannya sedang tidur.
Itu mungkin adalah pelajaran untuk mega dan mungkin takdir untuk si kucing itu...
Gimana? Sedih ga? Ciee bau bawang😸
Baiklah, sekian dlu cerpen buat si kucing dan si majikan.
Jangan lupa ikuti terus dan like cerpen ini biar author tau kamu suka atau engga😗
Byebye😙
#lombafanfic
#cerpen