Aku Senang Mengenal Dirimu
Kenapa kita hanya menjalin keakraban yang begitu singkat padahal bukan keakraban yang singkat ini yang aku inginkan. Aku memang belum mengetahui karakter, sifat, dan sikapmu ke setiap orang, tapi aku percaya bahwa kamu adalah orang-baik. Orang baik yang aku kenal seperti sosok dirimu itulah yang ingin aku pertahankan, namun jika di antara kita kamu sudah merasa bosan bahkan tidak ingin mengenalku lebih jauh lagi dan memilih untuk pergi aku akan lepaskan walaupun jujur hati ini menolak akan hal itu. Jika Tuhan mempertemukan kita lebih awal lagi apakah rasaku ini juga akan semakin dalam, jujur saja memang kita belum lama bertemu namun aku sudah memiliki sesuatu perasaan yang sulit untuk diartikan. Jika aku ungkapkan bahwa Aku memiliki perasaan terhadapmu apakah kamu akan bertahan di sisiku Aku rasa itu sangat mustahil bukan, dengan sifatku yang mungkin susah ditebak di setiap waktunya sehingga membuat dirimu lelah akan mengimbangi sifatku yang terlalu berubah-ubah. Aku tidak menyesali pertemuan singkat kita namun yang aku sesali adalah mengapa aku bisa menaruh perasaan terhadapmu bahkan sebelum mengenalmu, di hatiku sudah ada sosok orang yang benar-benar sulit untuk kumiliki Aku bahkan malu jika meminta itu kepada Tuhan aku takut Tuhanku cemburu dan akhirnya tidak bisa memiliki orang itu, tetapi saat kau datang di hidupku perlahan-lahan sebuah nama yang telah terukir di hatiku ini mulai memudar aku sempat mengira bahwa keakraban kita ini akan bisa lebih jauh lagi namun tak kusangka bahwa hanya sampai di detik ini keakraban kita mulai merenggang. Aku tidak ingin mempertanyakan Kenapa kamu sudah jarang untuk menghubungiku untuk menggangguku bahkan menanyakan hal-hal random yang bisa membuatku tertawa, dulu saat awal kita saling mengenal kita saling mengukir kata-kata bahkan aku pernah berkata,, bahwa suatu hari nanti sebuah kata-kata itu akan aku jadikan sebuah cerita tentang indahnya aku mengenal dirimu, aku minta maaf karena sampai detik ini aku belum bisa mengukir kata-kata itu menjadi sebuah cerita,, Maafkan aku. Dan terima kasih telah hadir di dalam hidupku maaf jika selama ini aku terlalu naif, egois, keras kepala, cerewet dan yang lainnya. Mungkin itu adalah sisi lain dari diriku yang benar-benar nyaman dengan orang yang tepat. Jika sampai detik ini kamu sudah menemukan penggantiku aku ucapin semoga kedepannya kamu dengan dia tidak seperti aku dan kamu semoga kamu dan dia bisa menjalin keakraban bahkan hubungan yang lebih serius. Kalau kamu tanya apakah aku sedih?. Ya, jujur aku sedih tapi aku tidak ingin kamu tahu karena aku ingin kamu tersenyum bahagia bersama orang yang tepat biarkan aku disini melihatmu bahagia dari kejauhan. Aku tidak pernah menyalahkan pertemuan singkat kita ini aku bahkan sangat menghargainya walaupun hanya sesaat, aku benar-benar menghargainya. Sekali lagi terima kasih orang baik, Terima kasih telah hadir di dalam hari-hari ku sebelumnya.