(🌊The moon under sea⛵🌙)
Dibawah sinar bulan Arche bersama para ksatria pergi berlayar ke wilayah laut selatan, mereka ditugaskan kerajaan untuk memburu para bajak laut yang sering merampok hasil tangkapan para nelayan, musafir dan saudagar yang sedang berlayar untuk berdagang
Arche meneropong bintang-bintang dari atas Crownest kapal, tiba-tiba angin bertiup kencang pertanda badai akan segera datang.
"Arche! sedang apa kau disana? ombak nya sangat tinggi, sepertinya akan datang badai, turunlah dari sana!". Ujar nahkoda dari deck bawah.
"Baiklah aku akan turun!" Teriak Arche dari atas Crownest.
Tiba-tiba seekor ikan paus yang sangat besar melayang diatas kapal mereka diiringi kedatangan gelombang yang cukup besar, karena terkejut Arche kehilangan keseimbangan dan jatuh terlempar dari atas kapal, Ia panik karena dia sama sekali tidak bisa berenang, sampai ia pun akhirnya perlahan tenggelam namun tiba-tiba sekumpulan ikan berwarna biru neon menyala datang mengerumuni dan mengitari tubuhnya.
Ketika ia terbangun dari mimpinya, ia terkejut karena tubuhnya yang basah dan ia berada dipangkuan Marina.
"Marina! kenapa aku disini?"
"Seharusnya aku yang bertanya begitu kepadamu" Ucap marina dengan ekspresi penuh tanda tanya.
"Seingatku aku tidur di kamarku, kenapa aku bangun dan berada disini?"
"Apa kau setiap malam selalu berjalan sambil tertidur dan berenang kelaut?"
"Kau tahu kan kalau aku tidak bisa berenang?"
"Sudahlah, aku akan mengantarmu kedokter kerajaan"
Marina mengantarkan Arche dengan menaiki kuda hingga ke tempat kediaman tabib istana, namun sesampainya disana tabib Lucas terkejut dengan kedatangan Arche.
"Arche! Apa ini benar kau? ternyata kau selamat!" Kata tabib paruh baya itu seolah tidak percaya.
"Apa?" Tanya Arche bingung
"Apa tabib Lucas? apa kau mengetahui sesuatu?" Tanya Marina dengan penuh keheranan.
"Kenapa kau terlihat bingung begitu? Bukankah tiga bulan yang lalu kau pergi berlayar bersama petugas keamanan kerajaan keselatan untuk memburu para bandit dan bajak laut?"
"Apa? Tiga bulan lalu?"
"Ya! Aku mendengar dari beberapa ksatria yang selamat, waktu itu langit yang awalnya cerah tiba-tiba ada badai dan ombak besar disana, lalu kau terjatuh kelaut ada yang mengatakan kau dimakan paus raksasa" Ujar tabib Lucas.
Arche mengingat kembali kejadian-kejadian dalam mimpinya dengan ekspresi wajah yang sangat shock "Tidak mungkin! semua kejadian itu sama seperti di kejadian dalam mimpi"
"Artinya waktu itu kau tidak sedang bermimpi!" ucap Marina dengan perasaan hampir tidak percaya,"Lalu bukanya kau ditelan paus raksasa? Kenapa kau masih hidup?"
"Aku...aku..."
"Marina, sebaiknya kau jangan membuatnya banyak berfikir berat dia pasti masih shock, keluarlah sebentar aku akan memeriksanya" kata tabib itu meminta Marina keluar dari ruangan.
Sebaiknya kau lepaskan bajumu, biar aku bisa lebih mudah memeriksa dan mengobati lukamu.
Tabib bergumam sambil mengobati luka
"Apa tabib mengatakan sesuatu?"
"Ah! Aku mau bilang luka mu tidak parah, ini akan sembuh dalam waktu seminggu"
"Begitu? Baiklah"
Beberapa hari kemudian Arche mendapatkan panggilan untuk menghadap raja, ia langsung bergegas menuju istana ditemani dengan saudara laki-laki marina yang seorang calon Adipati, kebetulan juga ingin menemui raja.
Raja sedang sibuk di ruang kerjanya bersama putrinya Carmilla, Di dalam ruang kerja
Raja melepaskan kacamata,dan memberikan isyarat agar putri carmilla membiarkannya bicara berdua.
"Arche kudengar kau baru saja selamat setelah terjatuh dari kapal ketika sedang berpatroli dilaut selatan, aku mengira aku tidak akan bertemu dengan mu lagi, bagaimana keadaan mu sekarang?"
"Hamba baik-baik saja yang mulia, hanya sedikit cedera kecil" ucap arche sambil menunduk hormat.
"Duduklah, Ayahmu dulu panglima yang baik dan selalu bisa ku andalkan, dia sudah ku anggap seperti saudara bahkan melebihi saudara kandungku sendiri, dan sekarang aku berhutang untuk menjagamu"
"Di ulang tahun putra mahkota yang ketiga belas, aku ingin kau tinggal di istana, untuk mengajarinya tentang sastra, etiket, berkuda dan bermain pedang"
"Baik yang mulia, hamba akan menjalankan perintah yang mulia"
Bersambung...