Malam Halloween begitu nyata saat aku menulis cerita ini.Cerita yang hanya bisa diceritakan seorang indigo sepertiku.Jika aku tidak mengetahuinya,mungkin sejarah istana halloween tidak akan pernah terungkap.
Cerita ini berawal dari....
Malam itu aku berjalan menyusuri jalan yang sepi.Memandang ke sekeliling berharap ada seseorang yang lewat.Namun,memang jalanan itu sangat sepi.Angin sepoi-sepoi memang tepat untuk menggambarkan peristiwa itu.
Ketika aku melewati perempatan jalan,ada sesuatu yang bergerak.Tanpa pikir panjang,aku langsung menghampiri asal suara itu.Semakin dekat dan....
"Selamat malam Halloween!!!"
"Hei!..hampir saja jantungku ingin copot!!",aku sangat kaget dan mencoba menenangkan diri.
"Maaf...aku hanya berusaha mengagetkan seseorang..."
"Tapi...kamu siapa?..dan bagaimana kamu bisa di sini?..",tanyaku.
"Perkenalkan namaku Elizabeth dan aku...hanya menyambut tamu dengan cara yang menyeramkan..."
"Ta..mu?...aku bukan tamu!..",aku tidak habis pikir dengan cara penyambutannya,katanya menyeramkan.Padahal,jelas-jelas ini menjengkelkan.
"Oh...kau bukan tamu ya?...aku minta maaf telah mengagetkanmu.",Elizabeth meminta maaf kepadaku dan berusaha membuatku tidak marah.
"Baiklah...tapi...apa di dekat sini ada pesta atau semacam itu?..",aku pikir yang Elizabeth maksud adalah tamu pesta.
"Iya!...itu..ada kastil!",Elizabeth menunjuk kastil kuno di seberang jalan.
"Kastil?...tapi itu gelap!",sepengetahuanku tidak ada kastil itu sebelumnya.
"Itu kerjaan teman-temanku!"
"Begitu ya?.."
"Maukah kau bergabung dengan kami?",tanya Elizabeth.
"Aku diajak?.."
"Ya...tapi jika kau ingin.."
"Baiklah,aku ikut!",aku sangat antusias karena pastinya aku punya banyak teman baru.
"Mari,ikuti aku!",Elizabeth menuntunku ke kastil.
Di pintu kastil, Elizabeth mengetuk tiga kali dan pintunya terbuka.Aku pikir pintu itu diprogram agar terbuka secara otomatis dengan ketukan.Elizabeth mempersilahkanku masuk dan memperkenalkanku dengan teman-temannya.Sekilas tidak ada masalah dengan mereka, karena malam ini malam halloween maka pakaian mereka juga bertema halloween.
"Teman-teman!...ini teman baru kita....maaf siapa namamu?..",Elizabeth menanyakan namaku dan wajahnya terlihat ceria.
"Aku Alexa",jawabku.
"Teman-teman ini Alexa!"
"Selamat bergabung Alexa!"
Sekarang aku bermain permainan kartu dengan teman-teman baruku.Mereka menyenangkan.Aku rasa malam ini,aku tidak harus pulang.Lagipula diluar sangat gelap dan sepi.
Jam kastil berdentang dengan sangat keras.Semuanya menghadap ke jendela kastil yang besar.Di luar jendela terdapat bulan purnama merah seperti warna darah.
"Ini saatnya kita memberikan persembahan pada arwah bulan purnama merah!!!"
"Kalian berbohong padaku!...bukankah kalian berjanji akan berhenti memberikan persembahan?!.."
"Apakah kau tidak mau kami menjadi lebih kuat dari sebelumnya?"
"Aku sungguh tidak mengira kalian masih sesadis itu!!"
"Ayolah...berikan kami persembahan itu!!"
"Ale...xa..ce..pat..per...gi...da...ri...si...ni...",Elizabeth menggerakkan mulutnya agar aku segera pergi dari kastil ini.
Dengan cepat aku menyelinap keluar dari kastil,tetapi gerak gerikku dicurigai oleh mereka.
Elizabeth meyakinkan mereka bahwa aku tidak akan lari.
Mereka mendekatiku dan berusaha menangkapku.Elizabeth menghalangi mereka dan membiarkanku lari.Hanya hitungan detik,aku dan Elizabeth dipojokkan dekat dengan pintu.
Elizabeth langsung membuka pintu dan menyuruhku pergi.Ia tidak mau diriku menjadi persembahan mereka.Segala cara harus dilakukannya demiku.
Agar aku selamat dari kejaran mereka,Elizabeth mengorbankan dirinya menjadi persembahan.
"Biar aku yg menggantikan posisinya!!",Elizabeth tidak punya cara lagi selain mengorbankan dirinya.
"Benarkah?..apa kau yakin ingin melakukannya?!!.."
"Ya,aku yakin!!",ujar Elizabeth.
"Elizabeth!!,apa yg kau lakukan??!!",aku tidak bisa membiarkan Elizabeth menjadi korban karenaku.
Mereka menggiring Elizabeth ke jendela besar dan mulai membacakan mantra.Air mataku tiba-tiba jatuh melihat Elizabeth dari jauh.Namun tetap,Elizabeth menyuruhku pergi dan meninggalkan kastil.
Dengan berat,aku berlari menjauhi kastil.Bulam purnama merah semakin menyala dan tubuh Elizabeth menghilang.Air mataku bercucuran memandangi bulan purnama merah.
Aku terus berlari hingga sampai ke rumahku,untungnya jendelaku rusak dan aku berani memanjat rumahku untuk membuka jendelanya.Ketika aku sampai di kamarku,aku tidak bisa melupakan apa yang telah terjadi.
Sinar matahari menerangi seisi kamarku,aku membuka mata dan menguceknya.
"Hari seperti biasa lagi?",ucapku.
Saat aku ingin membuka jendela,orang tuaku menghampriku dan mengatakan bahwa aku tertidur terlalu cepat dari biasanya.Aku menyangkalnya,tetapi orang tuaku yang melihatku tidur.Apakah aku hanya bermimpi?..
Hari-hari seperti biasa dan aku menerima bahwa kejadian itu hanyalah mimpi.Ayahku mengajak ibu dan aku piknik.Ibuku menyiapkan makanan dan menyiapkannya.
---5 Jam kemudian--
Aku sampai di taman berumput.Ayah menggelar karpet dan meletakkan makanan di atas karpet.
Aku sibuk memotret pemandangan,tanpa sengaja aku melihat ada keluarga yang sedang bermain di dekatku.Saat aku melihatnya lebih jelas,ada seorang gadis yang mirip dengan Elizabeth.Aku menghampirinya dan berkenalan dengannya.Namanya Elizabeth.Sejak hari itu,aku bersahabat dengannya.Sungguh rahasia Halloween yang tidak bisa ditebak.