Aku adalah seorang pria tua.
Dengan usiaku sekarang,membuatku bodoh dan ceroboh
Tinggal sendirian menjadikan ku tak berdaya.
Meski semangat masih menyala,tapi semua sia-sia.
Aku kesepian dan tak punya teman untuk sekedar berbagi cerita.
Suatu hari,Putra ku Andy datang mengunjungiku dan mengajak untuk tinggal bersama nya.
Berbagai alasan ku kemukakan supaya dia mengurungkan niatnya.
Putra ku sudah menikah dan Istri nya Mira tidak terlalu suka dengan keberadaan ku.
Dan entah mengapa,aku sendiri juga kurang menyukai nya.
Singkat cerita aku pun menuruti permintaan putra ku dan tinggal bersama mereka.
Awal mula bencana di mulai,seperti dugaan ku Mira pasti sangat tidak mengira aku akan datang dan menetap disana.
Mira,menerapkan berbagai macam aturan yang membuat ku sungguh tersiksa.
Tidak nyaman dengan semua perkataan nya.
Aku pun tidak diperbolehhkan keluar kamar di jam - jam tertentu.
"Ayah,tetap disini sebentar lagi teman-teman ku datang.
jangan membuatku malu "
Kuanggukkan kepala,aku mencoba memahami dan memaklumi nya.
Akhir- akhir ini dia juga memberiku makanan yang sudah dingin.
Aku diam,semua yang dia lakukan tanpa sepengetahuan putra ku.
Ingin rasanya aku protes dan meminta makananan hangat.
"Ayah sudah pikun ya,masih untung ku siapkan makanan.
Masih banyak mau " ketusnya.
Kebetulan putra ku mendengar nya dan mereka bertengkar ...
Sejak saat itu pertengkaran mereka selalu akulah pemicu nya.
Dan menantu ku itu mendiamkan ku.
Ini sangat menyiksa,tinggal se rumah tapi tak saling bertegur sapa
Aku ,belajar menerima,apa pun yang dia sajikan untuk ku.
Ku coba memasukkan ke mulut dengan rasa syukur.
Hingga suatu hari saat Mira pergi berbelanja,timbul keinginanku untuk memasak apa yang aku ingin kan.
Makanan kesukaanku,soup kentang yang hangat .
Aku pergi ke dapur dan menyalakan kompor dengan panci berisi air.
Dengan gemetar ku potong kentang ,wortel dan daun bawang.
Tapi lagi-lagi usia mengkhianati ku.
Aku terlupa bahwa aku hendak masak.
Tertatih kutengok dapur dengan panci yang sudah gosong dan api yang menyambar tirai kain jendela dan membakar seluruh isi dapur.
Gugup ku cari alat pemadam api,
ditengah kepulan asap kulihat benda itu tergantung di pojok ruang.
Kuraih dan mencoba membuka penutupnya, ....
Usia renta ku mengelabuhiku lagi,aku tak berdaya membuka alat itu.
Beruntung Mira datang tepat waktu dan dengan cekatan dia berusaha memadamkan kebakaran kecil itu.
"Mira ,ayah minta maaf nak,ayah hanya ingin memasak soup" kata ku terbata.
Tiada kusangka dia berteriak dan berkata kasar ,di depan putra ku yang datang dengan wajah cemas.
"Lihat, semua habis"
"Lebih baik kau bawa saja ayahmu ke rumah panti jompo sana"
"Aku,bukan perawat nya ,aku sudah gak sanggup menghadapi ayahmu" bentak nya.
Tanpa kusadari air mataku berjatuhan,perasaanku sungguh terasa sakit.
Tiba-tiba putraku,mengepak semua pakaianku dan menuntunku masuk ke dalam mobil.
Di sepanjang jalan aku bergulat dengan pikiranku.
Mungkin kah kali ini kesabaran putra ku habis dan melemparku ke panti sosial khusus manula?.
Sungguh di luar dugaanku,dia membawaku ke rumah yang megah,luas dan asri.
"Ayah,mari masuk dan mulai sekarang ayah akan tinggal di sini".
"Aku sudah tua,aku tak bisa tinggal sendiri dirumah yang begini besar ,Andy".sahut ku.
" Ayah,tidak akan tinggal sendiri,Andy akan menemani ayah" sahut putra ku".
" Lalu bagaimana keluarga mu,Istrimu Mira?
"Jika dia benar mencintaiku,dia tak kan memaksaku meminta untuk memilih"
"Aku bisa mencari istri lagi,tapi aku tak kan bisa mencari ayah,jika suatu saat ayah pergi meninggalkanku"
Putraku dan istri nya ,akhir nya mereka bercerai.
Dan Andy menemani ku ,menjaga ku dengan baktinya.
Kami hidup bahagia.
"Maafkan ,ayah ya nak".
Ayah merepotkanmu di usia senja ini.
Allah selalu melimpahimu berkah dan rahmat serta kasih sayang yang meruah.
Salam kasihku selalu menyertaimu,putra tercinta ku.
Bahagia ayah tiada terkira.
🍁🍁
" Ku geletak kan pena.
" Ku tarik napas dalam.
" Ku edarkan pandanganku
dirumah nan indah ini.
" Ku berikan senyum syukur.
memiliki permata tiada banding.
Kau lah putra ku,semoga di Surga kita bisa berkumpul lagi.
" Selamat tinggal sayangku.
carilah kebahagiaan,sepeninggalku nanti.
"Ku hembuskan napas satu - satu.
" Ku tutup mata dengan aliran airmata ,kebahagiaan.
" La illaha illallahu
Muhhamadur Rasulullah "
KK,jkt 4/5/23.