Hanya ingin sebuah ketenangan.
Pada waktu siang hari aku pulang Sekolah dan kembali ke rumah. Awalnya aku tertawa bersama teman-temanku dan sangat gembira. Tapi setelah aku membuka pintu rumah, melihat suasana rumah begitu tegang. Hatiku berkata. Apa mama dan papa bertengkar lagi? begitu aku melihat mama dan papa duduk bersama di ruang tamu.
Melihat suasana dirumah begitu tegang. aku terkejut sekali, Melihat mata mama dan papa sangat tajam.
"Aku pulang" Kata ku dan bergegas menuju kamarku.
"Hah..hah.. Aku sangat takut melihat tatapan itu.. membuatku ingin segera lari dari tempat ini."
Setelah itu, aku mengganti bajuku dan pergi ke ruang tamu, dimana mama dan papa berada.
*"Aku sudah capek, tahu! Kita selalu bertengkar setiap hari! aku menunggu pendapatmu tetapi kau tidak menjawab apa pun. Apa kau menganggap ku sebagai angin, ha? sangat susah kah memberikan pendapat? aku sudah menunggu lama.*" Kata ibunya Natzha.
*"Sudahlah, masalah begini kau besar besar kan, aku juga capek tahu! bukan kau saja yang capek. Wanita sial*"
*"Apa kau bilang?*"
*"Aku bilang kau wanita sial! Tidak berguna!*"
*"Kau ingin ku pukul ya, kau juga laki-laki brengs*k*"
*"Wanita sial, aku menyesal telah menikahimu!*".
*Ceklek. Suara pintu.
Natzha menutup kembali pintu kamarnya dan segera berbaring ke kasurnya.
Ia meneteskan air matanya dan berkata-kata.
"Tidak bisakah aku tidak mendengar mereka bertengkar? Aku.. juga sangat lelah dengan ini.."
Air mata Natzha yang tak henti-henti keluar. Ia berusaha untuk tidak memgeluarkan air mata itu. Tapi, ia selalu mengingat masalah orangtuanya, dan membuat air matanya keluar.
"Hiks.." Natzha menghapus air matanya dan mencuci wajahnya.
*Sraas *sraas
"Hah.. aku harus pergi kerja kelompok, kalau tidak aku tidak dapat nilai."
Ceklek*
"Mama.. Papa.."
"Natzha ingin pergi kerja kelompok."
Papanya lalu menjawab, " Mau pergi demgan siapa kau? aku tidak bisa mengantarmu. Kau pergi saja bersama temanmu.
"Tidak apa-apa Pa, ada temanku kok. Aku juga sudah mengabarinya. Aku pergi ya!"
*Ten ten
"Baik, aku keluar!"..