***Cerepen***
PERASAAN ANAK KORBAN BROKEN HOME
Namaku Ana, aku adalah anak korban broken home, sekarang umurku sudah 17 tahun aku anak gadis yang harus kuat, tahan banting dan tegar. Jujur aku sangat iri dengan orang lain yang selalu ketawa bahagia bersama keluarganya, namun apalah dayaku yang setiap ada masalah atau keinginan selalu di pendam.
Ayah dan ibuku berpisah saat aku berusia 7 tahun, setelah berpisah mereka meninggalkanku tanpa menghiraukan jeritan tangisku, seolah-olah aku anak orang lain, aku di rawat nenekku hingga aku besar seperti ini. 4 tahun yang lalu ayahku menikah dengan wanita pilihannya begitu juga dengan ibuku mereka telah memiliki anak, dan sekarang aku dibiarkan seperti anak tiri, aku benci orangtuaku.
Pernah sekali aku meminta mereka buat kembali lewat telpon, namun jawaban mereka malah buat aku sakit hati.
"Mah, pak. Bisakah kalian kembali demi aku, aku ingin seperti orang lain yang memiliki keluarga lengkap" Aku memohon dengan derai air mata.
"Kembali kamu bilang? Hah, harusnya kamu ngertiinn perasaan kami, kamu egois ana" Jawab ibuku. Sedangkan ayahku hanya diam,
ya memang aku tidak menginginkan Adik-adiku merasakan sakit sepertiku. Mereka egois selalu ingin dimengerti tapi mereka tak ingin mengerti dengan perasaan anak sendiri. Aku merasa seperti anak tiri jika aku berkumpul dengan ayahku atau ibuku,
mereka sedang tertawa bahagia bersama keluarganya tapi di satu sisi aku sakit, bukan bahagia seperti ini yang aku inginkan.
"Pilih ana, kamu ikut dengan mamah atau ayah?"
Nah memilih seperti inilah yang paling sulit aku jawab, memilih ibu aku risih dengan ayah tiri, begitu juga jika aku memilih tinggal bersama ayah. Sebaik-baiknya Ayah atau ibu tiri, tapi mereka orang lain buatku.
Hingga sekarang aku pergi meninggalkan mereka, aku tidak memilih keduanya aku hanya ingin tau siapakah yang paling perduli denganku, yang paling mengerti perasaanku, ternyata bukan mereka melainkan nenekku....
Aku pun benci dengan pernikahan keteguhan dalam
hatiku tidak bisa di luluh kan ....
Aku membenci orangtuaku, aku membenci pernikahan ,bahkan aku benci dengan lawan jenis .
hidupku ku lalui dengan mengurus nenek dan kerja keras sampai aku lelah ....
***TAMAT***
---------