Kamu
Tik tik tik...
Rintik hujan begitu deras, menimpa atap, tanah, daun bahkan puluhan orang orang yang sibuk berlalu lalang melintasi jalanan kota yang sangat padat.
Ku pandangi wajah mereka semua satu persatu, hal yang ku lakukan selama tiga tahun terakhir ini. Mencari sosok yang menganggu tidur ku, dan sosok yang menghantui di setiap mimpiku.
Sudah puluhan kali ku cari wajah itu, tapi tak kunjung ku temui.. entah dia memang belum boleh ku ketahui atau memang dia hanya akan menjadi kenangan yang menghantuiku.
Ku cecap manis kopi yang selalu menemani hari ku di cafe tua ini. Entah apa atau bagaimana, aku selalu datang ke cafe ini hanya untuk sekedar menenangkan diri dari kebosanan dan kesepian yang aku rasakan.
Ku katakan, aku tak kekurangan apapun, aku punya harta, perusahaan, mobil, keluarga yang lengkap, ketampanan,dan banjir akan pujian pujian orang. Tapi entah kenapa hati dan jiwa ini selalu kosong. Selalu hampa dan hambar sejak kecelakaan 10 tahun yang lalu , ku alami Di kala umurku masih muda dengan jiwa yang liar.
Kala itu aku sempat lumpuh sementara akibat kecelakaan saat balapan, ada orang dengki yang mensabotase motor ku. Kaki ku patah, ibu ku menangis sedih melihat keadaan ku. Ayah ku mengamuk dan menuntut mereka semua yang mensabotase motor ku kala itu.
Di saat itu aku membayangkan pacar dan teman teman motor ku pasti bisa membantu ku untuk memberi setidaknya sedikit semangat agar bisa kuat untuk kembali seperti semula. Tapi naas semua itu hanya ekpektasi yang tak merealita.
Mereka semua pergi, menjauh, bahkan hilang dengan tatapan jijik mereka pada keadaan ku kala itu. Bakhan tak terkecuali pacar cantik yang ku miliki selingkuh dengan sahabat dekat ku.
Aku semakin tertekan, aku cacat, semua teman dan pacar yang ku percaya telah pergi begitu saja. Ibu dan ayah ku trus mencoba untuk mengajak ku berobat ke luar negeri agar lekas sembuh seperti semula.
Tapi aku menolak dan memilih untuk tidak mau berobat karena putus asa kala itu. Aku snagat keras kepala kala itu dan emosi ku tak pernah terkendali. Saking putus asa nya diriku di saat itu aku meminum obat secara berlebihan dan overdosis.
Apa aku mati setelah itu? Tentu saja tida,, tak tau apa yang terjadi aku sudah ada di kamar rumah sakit dan seluruh tubuhku terasa sangat lemah. Ku lihat ibuku dnegan mata yang sangat bengkak duduk tepat di sebelahku.
Ibu ku tersenyum, tapi aku terllau lemah untuk membalas senyuman itu. Ternyata saat aku meminum obat itu dengan dosis yang banyak dan pingsan, ibuku datang untuk membawakan pudding kesukaan ku. Aku yakin kalian pasti tau bagaimana reaksi nya bukan.
Aku tak suka situasi ini. Terbaring lemahh dan tak bisa berbuat apapun. Snagat menajadi beban!
Ketika aku sangat sangat putus asa bertemu dengan sosok si pengganggu jiwa ini. Dia sangat baik hati, dia memiliki wajah yang sangat berbeda dari semua wajah, wajahnya begitu cantik, mata lentik, hidung kecil dengan bibir merah yang sangat seksi.
Awalnya aku acuh terhadap nya. Tapi ketika dia bercerita segala hal yang belum pernah ku ketahui, mulai dari sebutir debu hingga seluas angkasa, serta mengajar kan ku apa itu kata bersyukur di dunia ini. Membuat ku benar benar kagum pada dirinya. Kekaguman itu tak hanya dari ceritanya saja. Melainkan paras, cara bicara, dan penampilan nya yang sederhana. Membuat semakin membuat ku hanyut dalam dirinya yang penuh akan cerita.
Ia juga memberikan ku banyak sekali makna sebuah kehidupan, yang akhirnya membuat ku yakin dan percaya diri bahwa akun akan sembuh secara total. Dia juga membujuk untuk berobat ke Australia kala itu. Dengan dukungan darinya kala itu membuat setuju untuk pergi berobat dengan syarat berjanji pada ku agar tak pernah pergi meninggalkanku dan selalu mendukung ku. Dia setuju dan aku pun berobat ke Australia.
Singkatnya setelah aku di Australia aku sibuk pengobatan, aku hanya bisa berkirim surat padanya karena zaman itu tak ada teknologi canggih macam Sekarang. Setiap seminggu kami pasti berkirim surat secara rutin. Isi dari surat itu terkadang sebuah dukungan atau sekedar bertanya kabar saja. Itu sudah membuat ku sangat bahagia sekali.
Dua tahun aku lakukan semua pengobatan itu dan aku pun sehat. Aku sangat bersemangat untuk kembali bertemu dengan nya.
Tapi kalian tau? Sekali lagi aku kecewa.
Saat aku kembali dan menacrinya ke rumah yang ia tinggalin, ia sudah tak ada, ia sudah pindah 2 tahun lalu dan pergi secara misterius kata tetangga nya.
Aku tak kalah ide aku menyewa orang hebat untuk mencarinya, tapi sayang dia sudah hilang bagaikan di telan bumi.
Baru ku ketahui ternyata orang yang selama 2 tahun ini ku ajak bertukar surat adalah sepupu ku yang menyamar sebagai dia, yang di perintahkan oleh ayah ku agar aku masih tetap bisa menjalankan pengobatan dengan lancar
Hatiku hancur, kecewa, marah yang menjadi satu, sampai sampai aku tak bicara dengan ayahku sekitar 1 tahun lebih. Kalian bisa bayangkan bukan bagaimana rasanya di kecewa lagi lagi lagi?
Setelah kejadian itu aku drop selama setengah tahun dan bisa sedikit mengubah sifat di tahun itu juga. Aku berusaha bangkit dan ingin menjadi manusia kuat dengan rasa kecewa yang pernah ku alami.
2 tahun berlalu hidupku menjadi lebih baik, aku memaafkan ayah ku dan kembali hidup rukun. Aku mencoba mencari minat bakat ku untuk menyibukkan diri.
Aku membuka usaha agensi perfilman, Hollywood, periklanan dan lainnya. Tanpa bantuan ayahku ,aku akhirnya bisa mendirikannya dengan sangat kokoh sampai saat ini. Dan membangun kemansyuran dalam hidup ku.
Dan sialnya sosok dia ituu masih menjadi sosok yang ku impikan sampai saat ini.