“Dia itu seperti es krim, dingin tapi manis”
Aku jatuh cinta pada seorang laki laki
Sososknya secerah matahari, tutur katanya juga baik.
Dia tidak tampan, tapi tak bosan untuk di pandang.
dia manis ketika tersenyum, dia menggemaskan ketika tertawa.
dia terlihat sempurna apa adanya.
Tapi, ini hanya sekedar ungkapan rasa tak berbalas.
pada langit aku bercengkerama
ada seseorang di bawah langit yg sama, yang aku rindukan nan jauh di sana.
namanya adalah simbol keindahan alam semesta.
Tatap matanya seteduh paru paru dunia.
Aku jatuh cinta pada salah satu entitas alam semesta
Tapi, ini rumit, eksistensiku tak terjamah olehnya canduku sepihak semata
Aku seperti gadis yang mendamba akan pangeran berkuda putih, meskipun aku tak secantik putri raja yang pantas mendapat segala dalam satu kedipan mata.
Lebih tepatnya aku bagai pungguk merindukan bulan.
Tidak mengapa, tertawan hati adalah hak semua insan di bumi, tapi lebih tahu diri adalah sikap yang harus di miliki.
Biarlah setiap baris rasa tak harus berpunya, cukup aku kagumi dia dalam hening kala gulita, menjadi pelita di dasar sanubari.