Ami menoleh kebelakang, dia melihat Ridwan yang sejak tadi memperhatikan dirinya.
"Ih, amit-amit deh tuh cowok, nggak ngaca kali dia"
"Siapa Mi?"
"Itu kamu nggak liat, si Ridwan ngeliatin aku terus, ganteng sih, tapi amit-amit deh jalan nya"
Ami bergidik, bila memikirkan keterus terangan Ridwan, kalau dia mencintai Ami.
Bel masuk sudah berbunyi, murid-murid bergegas masuk ke kelas mereka masing-masing, Ridwan yang cacat pada kakinya tidak dapat berjalan cepat, sehingga kerap kali dia menjadi bulian teman-temannya, terutama teman wanitanya.
"Sok ganteng banget dia, berani-beraninya dia nembak kamu Mi"
"Iya, nggak sadar diri, kakinya cacat begitu"
Akibat kecelakaan, Ridwan menderita cacat pada kakinya, sehingga dia berjalan tidak normal seperti yang lainnya, tapi teman laki-lakinya sangat suka berteman dengan dia, karna Ridwan pintar dan baik hati.
Ridwan jatuh cinta pada Ami teman sekelasnya, Diantara teman yang lainnya Ami lah yang paling cantik di kelas, namun ia agak sombong.
Ami menghampiri Feri yang asik menikmati baso di kantin sekolah.
"Asik banget yang lagi makan baso, sampe nggak sadar kalo aku deketin"
"Hai, makan yuk, sori aku laper banget, tadi pagi nggak sarapan"
"Fer, malam minggu, kamu dateng nggak kepesta ulang tahun Anggi?"
"Dateng lah, nggak enak, kalo nggak dateng"
"Jemput aku ya"
"Bukan nya kamu bareng Ridwan?"
"Ih, amit-amit, siapa yang mau jalan sama orang cacat kaya gitu"
Feri hanya tersenyum, mendengar omongan Ami, dan dia pun pamit meninggalkan Ami.
"Sori Mi, aku ke kelas duluan ya"
Ami hanya terpaku, dia tidak menyangka kalau Feri meninggalkannya, sebagai cewek tercantik di kelasnya, cowok sangat senang bila Ami dekati, tapi kali ini Ami heran, kok Feri bisa meninggalkan dia sendiri.
"Hai, kenapa kamu, kok bengong?"
Bagus yang tiba-tiba datang mengagetkan Ami yang sedang melamun.
"Eh nggak, Gus, Feri kenapa ya, tiba-tiba dia tinggalin aku"
"Ko bisa, kamu salah ngomong kali"
"Salah ngomong apaan, orang aku cuma ngajakin dia bareng aku, nanti kalo pergi ke pesta Anggi"
"Kamu bukan bareng Ridwan?"
"Aneh ya, kok semua orang nyangka aku bareng Ridwan sih, emang aku pacarnya Ridwan"
"Ya, dulukan kamu dekat sama Ridwan Mi"
"Itu kan dulu, sekaramg aku mana mau jalan sama dia, malu kali aku jalan sama orang cacat"
"Kamu keterlaluan Mi, pantas Feri nggak suka sama kamu"
"Keterlaluan gimana sih, wajarkan kalau aku malu jalan sama dia?"
"Asal kamu tau ya Mi, Ridwan kecelakaan itu gara-gara dia ingin jemput kamu, dia benar-benar mencintai kamu, dan Feri itu adalah sepupu Ridwan"
Ami terkejut mendengar menjelasan dari Bagus, dia tidak menyangka kalau kecelakaan yang menimpa Ridwan, itu disebabkan karna dirinya, dan yang lebih kaget lagi dia mengatakan, kalau dia malu jalan dengan Ridwan karna cacat, kepada Feri yang adalah sepupu Ridwan.
Ketidak sempurnaan Ridwan, di akibatkan karna dia begitu mencintai Ami, dia tidak peduli saat ingin menjemput Ami, cuaca dalam keadaan sedang hujan, sehingga kecelakaan itu menimpa dirinya, namun Ami sekarang hanya memandang fisiknya saja, tidak melihat bagai mana pengorbanannya dulu, saat mereka masih selalu bersama, Ridwan selalu ada saat Ami membutuhkannya.
Ami hanya tertunduk saat ingin masuk kelas, dia terlihat menyesal atas sikapnya selama ini, namun dia malu untuk meminta maaf kepada Ridwan, padahal hari ini adalah hari terakhir dia bertemu Ridwan, karna Ridwan akan pindah sekolah keluar negeri, sambil kakinya akan di operasi disana.