Ning-Ning nong-nong gong!
musik gending mengalun dengan
lembut dan merdu,mengiringi para undangan
yang hilir mudik menghadiri pesta perkawinan
mahendra dan saraswati.dua sejoli yang
sedang bersandingan di pelaminan laksana raja
dan ratu.
keduanya begitu bahagia.terlihat dari
pancaran wajah masing-masing.malampun
beranjak larut.para undangan telah
meninggalkan pesta.hanya tinggal para
panitia pesta yang sedang sibuk
membersihkan barang-barang.
Di kamar,kedua sejoli ini sibuk
membuka kado-kado yang bertumpuk hampir
memenuhi ruangan.sesekali terdengar suara
tawa kecil dari keduanya tatkala membuka
kado dan membaca isi didalamnya.
''mas?
''Iya sayang?
''kado ini besar sekali.Apa ya isinya?
tapi kok nggak ada nama pengirimnya?
''Mungkin ada didalam kali nama
pengirimnya.sini say,aku yang buka.''
Diraihnya kado yang ada di tangan saraswati
lalu mahendra membuka bungkusan kado
tersebut.Keduanya saling berpandangan dan
mengerutkan dahi.
''wah,ngerjain banget ini orang.udah
berapa lapis kita buka tapi masih saja
pembungkus kado,buang aja ah!'' ucap
mahendra kesal.
''mas,jangan!coba buka lagi sampai
habis.Aku penasaran apa sih isinya.''
Akhirnya sampailah pembungkus yang
paling kecil.keduanya menghela nafas
panjang.''kalau yang ini juga masih tetap
pembungkus juga, benar-benar ngerjain itu
orang,''ucap mahendra kesal.
Setelah dibuka,keduanya terbelalak,
''Astaufirrulloh Halazim,''sentak keduanya
mengucap istifar yang bersamaan.
''Ya Allah,mas.Apa-apaan ini dan apa
maksudnya pula dengan buah nangka
sebesar telunjuk jari dibungkus kain mori,
persis seperti pocong mayat bayi.Ya Allah,
Ya Robbi,siapa yang tega berbuat seperti
itu?''saraswati lemas dan wajahnya pucat
pasti setelah melihat isi kado tersebut.
''sayang?sudahlah,jangan dipikirkan.
itu hanya orang yang tidak bertanggung
jawab yang iseng pada kita.Hmmm,''
''Tapi mas, kenapa perasaanku jadi
gelisah dan takut?'' Butiran bening pun jatuh
membasahi wajah yang cantik itu.
Disekanya butiran bening itu dengan
lembut dan kasih sayang,''jangan takut,''
dipeganginya wajah istrinya dengan kedua
tangannya.''Ada aku yang akan menjagamu,
melindungimu dan mencintaimu selamanya.''
diciumnya bibir saraswati dengan lembut dan
mereka pun hanyut dalam pelukan bunga-
bunga surga cinta.
Tak terasa usia pernikahan mereka
sudah berjalan satu bulan.pagi itu,
mahendra pagi-pagi sekali berangkat sekolah
karena ada ujian semester dan kebetulan dia
ditugaskan untuk mengawasi murid sekolah
lain.sepanjang mengawasi jalanya ujian
semester,mahendra diselimuti rasa khawatir.
setelah ujian selesai,dia langsung membuka
ponselnya yang dia nonaktifkan.Ternyata ada
4 miscal tak terjawab dan 1 sms yang isinya,
''mahendra,istrimu pingsan.''
Melihat sms itu,dia langsung
menghubungi pengirim sms,''Halo!''
Terdengar dari arah seberan.
''Apa yang terjadi dengan saraswati?''
''Nggak tahu.Tiba-tiba dia pingsan tidak
sadarkan diri dan sekarang sudah ada dokter
yang menanganinya.''
Setelah mendengar kabar dari
tetangganya,mahendra langsung cabut
dengan sepeda motornya laksana angin
topan.
Sesampai dirumah,mahendra kaget
karena banyak tetangga yang datang.
''selamat ya, nak Hendra,'' ujar bu sania yang
menyambut kedatangannya dengan
tergopoh-gopoh,
''selamat?''
''iya.kamu sebentar lagi akan menjadi ayah.''
''Hah? Apa?'' mendengar berita itu, diapun
langsung lari menemui istrinya.dipeluknya
istrinya yang masih lemas di pembaringan
dan berkali-kali mengucap syukur pada illahi
Robbi.
Setelah dua bulan usia kandungan
saraswati, mulai ada hal-hal yang aneh.
setiap malem,saraswati selalu dicekam rasa
ketakutan dan mimpi buruk.sekitar pukul
21.00 wib pagi hari, Saraswati menjemur
pakaian di belakang rumahnya dan tiba-tiba
ia menjerit, ''mas..Ada Ular!''
Mendengar jeritan istrinya, mahendra
yang membaca koran di ruang tamu spontan
lari ke belakang .Alangkah kagetnya
mahendra melihat istrinya yang sudah
tergeletak di tanah dan seekor ular sebesar
pelgelangan tangan melewati perut buncit
saraswati.Dengan perasaan takut dan
gugup, diambilnya sebatang kayu untuk membunuh ular tersebut tapi tiba-tiba ular itu
telah menghilang.
Dibopongnya Saraswati masuk ke
rumah.sejak saat itu,mahendra tidak tega
meninggalkan istrinya sendirian di rumah saat
dia harus mengajar ke sekolah.Diapun
mengambil neneknya untuk menemani
istrinya dan menghibur hatinya.
Malam itu, Saraswati tak bisa tidur
sampai larut malam.Dipandanginya
suaminya yang tidur pulas disampingnya.
Dilihatnya jam dinding yang bertengger di
dinding menunjukkan pukul 1.30 dini pagi.
pikiran saraswati semakin gelisah sampai
keringat dingin membasahi tubuhnya.
sementara di luar suara lolongan anjing dan
burung hantu saling bersahut-sahutan
memecahkan kesunyian malam.
Dipelukanya mahendra erat-erat hingga
akhirnya ia tertidur lelap.pagipun tiba,
saraswatipun bangun dari tidurnya.
Dilihatnya mahendra sudah tidak ada
disampingnya.Dilihatnya jam dinding.
saraswati langsung terperanjat kaget jam
dinding menunjukkan pukul 8.30 pagi.
Ya ampun! Aku bangunnya kesiangan.
Diapun segera beranjak pergi dari ranjang.
Dilihatnya nenek sedang di beranda rumah
smbil membuat baju bayi dengan benang
wol.Lucu sekali.
''Nenek,maafin wati bangunnya
kesiangan jadinya telat buat sarapan.
Tentunya nenek sudah lapar sekali,''katanya
dengan wajah penuh penyesalan.
Nenekpun tersenyum.Dibelainya wajah
cucunya yang tampak pucat dengan penuh
kasih sayang. ''Nenek sudah sarapan.
sekarang kamu mandi dulu biar kelihatan
segar.mahendra telah menyiapkan sarapan
untukmu di meja makan.semalaman kamu
gak bisa tidur kan?''
''kok nenek tahu?''
''karena mahendra beritahu nenek.
udah mandi dulu sana,terus sarapan,
setelah itu kita jalan-jalan biar otot-otot tidak
kaku,hehe.''
''iya,nek.''
tak terasa usia kandungan saraswati menginjak tujuh bulan.Di malam harinya,
mereka menggelar tehlilan sebagai syukuran
sang jabang bayi.
mahendra memandang saraswati yang
sedang duduk manis di ranjang lekat-lekat.
''mas,kok mandangin wati kayak gitu
sih.emang ada yang aneh yah? sekarang
wati tambah jelek dan gemuk. sudah tidak
menarik lagi.''
''kok bilang gitu sih.malah sebaliknya,
aku makin tambah sayang dan kamu
sekarang kelihatan ibu-ibuan.'' Direngkuhnya
saraswati ke dalam pelukannya.
''Akupun juga sangat sayang sama
kamu, mas.Aku takut berpisah denganmu.
kalau nanti aku pergi, siapa yang akan
menjaga dan menyiapkan sarapan untukmu?''
''kita takkan pernah berpisah dan kita
berdua akan mengasuh anak kita dengan
penuh kasih sayang,''saraswatipun semakin
erat memeluk suaminya seolah-olah tidak
bisa lepas.Demikian pula dengan mahendra
yang membalasnya.
Di dalam tidurnya, mahendra bermimpi,
dia melihat saraswati memakai gaun yang
indah sekali,putih bersinar sampai
menyilaukan matanya. semakin dia dekati,
saras semakin menjauh.Dipanggil-panggil
namanya,dia hanya tersenyum dan
melambaikan tangannya.
'' saraswati,saraswati.sarrrrr?''
''mas, mas,bangun.'' Digoyang-
goyangnya tubuh mahendra yang terus
memanggil-manggil namanya.
''Alhamdulilah! Ternyata cuma mimpi.
Diciumnya saraswati bertubi-tubi dan
dipeluknya erat-erat sampai sesak bernafas.''
saraswati kebingungan melihat tingkah
laku suaminya yang seperti anak kecil
mendapatkan hadiah dari ibunya.
Pagi harinya,mahendra bekerja
seperti biasanya,sedangkan saraswati
bersama nenek berbincang-bincang sambil
merajut benang wol untuk dijadikan topi,
sarung tangan, dan kaki untuk bayi.
Tiba-tiba mereka dikejutkan desisan
suara ular yang berasal dari pintu.
saraswatipun langsung lari ke dapur
mengambil garam dapur untuk mengusir ular
tersebut.sebelum di beri garam,ular tersebut
pun pergi begitu saja.
''Ya Allah! firasat apa ini.semoga saja
bukan firasat buruk,'' guman nenek dalam
hati.
''Nenek,mana ularnya?'' saraswati jalan
tergopoh-gopoh sambil membawa bungkusan
garam.
''Ularnya uda pergi.''
''uda pergi kemana?
''uda jangan dicari.ular itu hanya
membawa pesan kabar gembir,hehehe,''
nenek menghibur hati cucunya supaya tidak
cemas.
jam dinding menunjukan pukul 1.00
wib,saraswati tidak bisa memejamkan mata
barang sekejap.Dipandangnya wajah
suaminya yang tidur terlelap disampingnya
lekat-lekat.sementara di luar hujan deras
dan suara petir bersahut-sahut.Tak terasa
butiran bening membasahi pipinya.
''mas,terima kasih atas segala cinta,
kasih sayangmu yang tulus padaku selama
ini.engakau adalah anugerah yang terindah
yang diberikan tuhan untukku akupun
semakin tak berdaya apabila harus berpisah
denganmu karena aku sangat mencintaimu
Dipelukanya erat-erat seakan-akan tidak
akan bisa lepas dari tangannya.Tiba-tiba
sekujur tubuh saraswati menggigil laksana
berasa di dalam gurun es dan keringat
dinginpun membasahi tubuhnya.perutnya
terasa mulas dan diapun merintih kesakitan.
''mas,perutku sakit.Aduh,sakit mas.''
mengdengar rintihannnya,mahendra
bangun dan kebingungan melihat darah yang
begitu banyak.Diterobosnya hujan dan petir yang menyambar-nyambar untuk meminta
bantuan dokter kandungan.saraswati
ditemani nenek dan terus merintih kesakitan.
sudah 1 jam berlalu tapi mahendra belum
datang jug.Nenekpun semakin cemas.Tiba-
tiba perut saraswati membesar,membesar
dan saraswati semakin histeris.''masya Allah,
bayi apa ini nek?Hikhikhik''
''Astaufirruloh Halazim.''Dipegangnya
perut cucunya.seperti ada duri-duri didalam
perut cucunya.Tenanglah,sebentar lagi
mahendra datang.''
''Aku sungguh tidak kuat lagi.bantu
aku.''Nenek tak mampu berbuat apa-apa.ia
hanya bisa menangis di sisi cucunya yang
seolah-olah sedang disiksa.Tiba-tiba
perutnya membesar lagi.saraswati semakin
menjerit-jerit kesakitan.Alangkah kaget
bukan kepalang,perut saras semakin
membesar seperti balon yang ditiup dan
akhirnya pecah disertai jeritan terakhirnya,
''mas hendra?''Diapun meninggal.
mendengar jeritan itu, mahendra yang
baru sampai langsung berlari diikuti sang
dokter masuk ke dalam dimana saraswati
berada.
''saraswati!'' jatungnya seakan
berhenti berdetak.kedua kaki akan terasa kaku
untuk melangkah setelah melihat
pemandangan yang begitu menyayat hati.
ternyata yang dikandung saraswati bukanlah
bayi, melaikan buah nangka.perut
saraswati hancur lebur akibat koyakkan duri-
duri buah nangka tersebut.nenekpun
langsung pingsan setelah melihat kejadian
yang meninpa cucunya si depan mata
kepalanya sendiri.
setelah jenazah dimakamkan,desa itu
marak sekali membicarakan kejadian tragis
yang menimpa saraswati dan mengait-
ngaitkannya dengan santet
Dalam kehidupan mahendra atau
saraswati,tak pernah ada percekcoakan atau
musuh baik di kalangan masyarakat maupun
teman-teman mereka.mahendra pun
dikenalkan oleh seseorang paranormal yang tidak diragukan kemampuannya oleh sahabat
karibnya,bambang.
Untuk membantu memecahkan
masalah yang ia hadapi yaitu menghadap
dengan kyi Ageng Kliwon.Diapun
menceritakan maksud kedatangannya dan
mahendrapun dimintai berbagai persyaratan
untuk jalanya ritual.setelah persyaratan.
terpenuhi,sang paranormal pun memulai
ritualnya diikuti oleh mahendra dan
sahabatnya Bambang.
Setelah paranormal itu membaca
beberapa mantra,tiba-tiba air di dalam
bejana yang diberi bunga setaman mendidih
seperti air yang direbus.perlahan-lahan air
itu tenang dan muncullh sosok wajah wanita
dalam bejana tersebut
''Hah?'' Mahendra dan Bamabang
terperanjat kaget setelah melihat pelakunya.
''Amanda!''Darah Mahendra terasa
mendidih setelah melihat pelaku yang telah
menyebabkan istrinya meninggal secara tidak
wajar dan mengenaskan.
''Ternyata dialah dalang semua ini dan
kado yang berisi buah nangka sebesar ibu
jari itu juga dia.Benar-benar wanita iblis! Dia
harus menerima ganjaran yang setimpal atas
perbuatannya yang berdebah!''
Mahendra didampingi keluarga beserta
sahabatnya segera mendatangi rumah
Amanda.Alangkah kagetnya orang tua
Amanda melihat kedatangan Amanda,
Melihat kedatangan Amanda,
mahendra tiba-tiba melemparkan tamparan
bertubi-tubi di wajah Amanda tanpa satu
patah katapun.Darah segarpun mengalir dari
hidung dan mulutnya.
Mendengar pernyataan Bambang atas
perbuatan Amanda kepada rumah tangga
mahendra selama ini.orang tua Amanda
bagai disambar petir.
''Aku nggak rela kau dimiliki wanita lain.
bahkan aku sangat mencintaimu dan akupun
tidak pernah kau hiraukan.Aku sakit hati dan
kaupun memilih saraswati sebagai
pendampingmu.Aku tidak terima itu.''
Amanda dijebloskan ke penjara atas
perbuatannya.Dia mengalami guncangan
jiwa yang akhirnya membuat gila.
Dipandanginya peristirahatan istrinya yang
masih basah. ''Istirahatlah dengan tenang
istriku.Maafkan aku yang tidak bisa
menjagamu.Asalkan kamu tau,Kau selalu
berada dihatiku selamanya