"DASAR MENJIJIKKAN!"
Eyra bangun di pagi hari, tidak tau apa yang terjadi, sekujur tubuhnya sakit, dan dia harus mendengar perkataan menyakitkan itu.
tangannya gemetar menopang pada selimut lembut itu dan mendongak untuk melihat pria mengucapkan kata-kata itu, dia adalah Eric sekaligus teman masa kecilnya.
bagaimana bisa dia tidak marah, dia melihat tubuhnya yang penuh cupang dan telanjang begitu juga dengan Eric.
dia ingat semalam dia memesan alkohol untuk merayakan pertemuan kembali mereka setelah 5 tahun dan alkoholnya dibawakan oleh pelayan.
Dia menuangkannya pada gelas Eric, Eric meminumnya, dia juga meminumnya, setelah itu tanpa di pikirkan pun dia tau apa yang terjadi.
"JAGA PERKATAANMU, DASAR KURANG AJAR!" teriak Eyra dengan sekuat tenaga menampar Eric.
Eric terkejut dan ingin membalasnya kembali, namun suara perempuan itu lebih keras dan penuh amarah "setelah 5 tahun tidak bertemu, apakah otakmu menjadi rusak?, kamu pikir aku tidak tau apa yang kamu pikirkan?, kamu pikir saya yang menaruh obat di alkohol itu dan membuatmu tidur denganku karena aku menyukaimu?!"
Tidak bisa dipungkiri Eric memang berpikiran seperti itu.
Eyra menarik nafas panjang dan lanjut mengkritiknya, "teman masa kecil selama 15 tahun, setipis itukah tali kepercayaanmu padaku?".
"apakah kamu tidak berpikir kalau ada orang yang ingin menjebak kamu atau aku?, jabatanmu sebagai presiden perusahaan itu palsu ya?, kamu tidak bisa menyelidikinya kah?!".
Eric seperti disadarkan oleh Eyra dan muncul rasa bersalah diwajahnya, "a-aku, maafkan aku Eyra".
Eyra mencoba untuk turun dari ranjang, namun seluruh tubuhnya sakit, "pagi hari aku terbangun, sekujur tubuhku sakit, dan aku langsung mendengar perkataan menyakitkan itu, benar-benar tidak wajar kalau aku tidak marah".
Eyra turun dari ranjang dan merasakan sakit dibagian bawahnya, "sepertinya semalam kamu juga menikmatinya, dasar munafik".
Eric melihat punggung putih Eyra menghadapinya, dia mengingat malam panas kemarin dan kembali meneguk salivanya.
Eric masuk ke kamar mandi setelah eyra selesai mandi.
Eric dan eyra selesai bersiap, keduanya berhadapan.
Eyra menyerahkan kartu namanya "selidiki dengan baik kejadian ini, dan hubungi aku setelah kamu menemukannya".
Eyra berbalik menuju pintu dan mengejeknya, "dasar narsis".
Eric merasa malu dan marah, tapi dia tidak bisa membantahnya.
Ini semua memang salahnya, bagaimana dia bisa menyamakan eyra sama dengan wanita lain yang hanya ingin mengejar uangnya.
Akan tetapi jelas-jelas semalam kami masih mengobrol bersama kenapa hari ini hanya karena satu perkataannya dia malah berbalik dan membencinya?, apakah ada kejadian buruk dengan orang lain selama dia tidak ada dengannya 5 tahun ini?
Di sisi eyra, dia sudah sampai dirumah dan segra berganti baju, berbaring di ranjangnya yang lembut itu.
Sebagai sekretaris direktur, dia memulai posisinya dari nol, dia terus bekerja keras, akan tetapi mereka semua hanya mengira dia naik ranjang direktur dan mencapai posisi ini dengan mudah.
Kepercayaannya terhadap pria semakin menurun, tunangan direktur terus menatapnya tajam dan mewaspadainya, para klien mesum yang terus melirik tubuhnya, rekan kerja yang menggosipkan nya, keperawanan yang dia jaga dengan baik diambil, dan perkataan menyakitkan dari teman masa kecilnya.
Dia sangat lelah, jika dia mengetahui siapa yang menjebaknya semalam, dia akan menampar orang itu dan menendang orang itu.
Berpikir seperti itu Eyra sangat lelah dan segera tertidur.