Anne merupakan seorang gadis berusia 23 tahun, kisah cinta nya yang selalu kandas membuat ia di jodohkan dengan seorang anak ustadz dari pondok pesantren XX.
Muhammad Sayyid, itulah nama seseorang yang rencananya akan di jodohkan dengan Anne.
wah mendengar namanya saja Anne merasa akan banyak perbedaan antara Sayyid dan dirinya.
ia sangat ingin menolak perjodohan ini namun Anne yang pada dasarnya merupakan anak yang penurut hanya menuruti keinginan orang tuanya saja. toh orang tuanya pasti mengetahui mana yang terbaik untuk nya.
namun ia hanya tak percaya diri.. takut Takut lelaki yang di jodohkan dengan nya akan mempertanyakan masa lalunya.
Anne bukan anak yang nakal, namun ia juga tak terlalu taat agama. ia berharap bahwa setelah menikah kehidupan nya akan berubah.
Anne sekalipun belum pernah bertemu dengan Sayyid. Anne sejujurnya penasaran seperti apa wajahnya, Anne hanya mengetahui bahwa Sayyid lebih tua satu tahun darinya.
----
Hari ini merupakan pertemuan keluarga Sayyid dan Anne.
Anne sengaja berdandan sangat cantik ala wanita muslimah saat ini. wahh Anne yang biasanya tidak menggunakan hijab merasa seperti membohongi orang lain dengan penampilan nya saat ini.
tapi berusaha memberikan kesan yang baik tidak ada masalah kan? hehehe
Di meja makan semua pelayan rumah Anne sibuk menyajikan makanan untuk kedua keluarga tersebut.
Anne yang sedari tadi menunduk memberanikan diri untuk menatap wajah seseorang yang akan menjadi calon suaminya kelak.
sialan jantung ku berdebar. batin Anne
seperti nya baru kali ini Anne sangat berdebar ketika akan melihat lelaki.
wah aku sudah seperti anak ABG saja.
Anne memberanikan dirinya menatap Sayyid yang entah mengapa pandangan Sayyid langsung mengarah kepada Anne.
Sayyid buru buru menunduk kan pandangan nya. ia terkejut
pfttt.. dia kenapa? lucu sekali. gemas Anne ingin mencubiti pipi Sayyid.
astaghfirullah Anne, bener bener lu ya gak bisa liat yang bening dikit. batin Anne menyadarkan.
Anne jadi kecanduan ingin melihat wajah Sayyid lagi. dasar
ustadz Faisal yang merupakan ayah dari Sayyid membuka suara.
"sejujurnya kami juga tidak terlalu memaksa kan agar anak kita menikah pak", ujar ustadz Faisal.
"ketika melihat dan mengetahui satu sama lain mereka bebas memutuskan untuk melanjutkan atau tidak".
"karena menikah bukan hanya tentang menyatukan dua badan, tetapi ada dua kepala, dua keluarga, dua emosi, dua pola pikir yang harus di satukan". jelas ustadz.
setelah seminggu pertemuan tersebut Sayyid dan Anne sepakat untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan.
pertemuan saat itu menjadi pertemuan terakhir sebelum pernikahan.
---
hari ini dengan lantang Sayyid mengucapkan ijab Qabul atas pernikahan nya. entah mengapa hal itu membuat Anne benar benar termangu.
ia sudah menjadi seorang istri. pikirnya
sejujurnya Anne merasakan takut bahwa pernikahan ini akan berpengaruh pada karir nya, atau nantinya Sayyid akan melarangnya bekerja.
atau Sayyid akan mengatur kehidupan Anne seperti suami teman nya.
pikiran Anne begitu berkecamuk, namun ia mencoba tersenyum.
untuk pertama kalinya Sayyid mencium kening Anne. kecupan singkat nan hangat yang berhasil membuat dada Anne terasa sesak, ada gelenyar aneh yang ia rasakan.
Anne mengeluarkan air mata terharu. ia tak menyangka bahwa saat ini ia adalah seorang istri dari seseorang yang asing ini.
---
para tamu undangan sudah pulang. hari menunjukkan pukul 10 malam, meskipun pernikahan di gelar dengan sederhana tetap nya hal itu melelahkan.
Anne yang memasuki kamarnya terkejut ketika Sayyid berada di kamarnya.
Sayyid pun terkejut melihat Anne yang tanpa hijab.
"maaf, tadi ibu bilang saya bisa beristirahat di sini". ujar Sayyid menundukkan pandangan.
Anne terkekeh, tentu saja mereka kan sudah menjadi sepasang suami istri.
"apa kau sudah membersihkan diri?" tanya Anne
"sudah, saya menggunakan kamar mandi tamu". jawaban Sayyid yang membuat kening Anne berkerut.
"mengapa tidak menggunakan kamar mandi di kamar ini saja?" tanya Anne.
"saya hanya merasa harus izin terlebih dahulu". ucapan Sayyid membuat Anne gemas sendiri.
kebaikan apa yang pernah ia perbuat sehingga mendapatkan suami menggemaskan seperti ini.
Anne mendekati Sayyid dan memegang tangan nya. Sayyid merasa sangat tegang, tangan Anne yang begitu halus sedang menyentuh tangan nya saat ini.
"mulai hari ini, apapun yang menjadi milik ku juga akan menjadi milik mu, kau tidak perlu sungkan untuk itu".
ucapan Anne berhasil membuat wajah Sayyid memerah malu.
Anne tak tahan untuk tak tertawa melihat ekspresi kebingungan Sayyid.
"baiklah.. aku akan membersihkan diriku". kekeh Anne yang begitu senang mengerjai suami nya.
---
Malam pengantin Sayyid dan Anne hanya di habiskan untuk tidur, mereka benar benar kelelahan seharian berdiri menyambut tamu.
lagipula, mereka juga memutuskan untuk mengetahui satu sama lain terlebih dahulu.
saat pertama kali melihat wajah Anne tanpa kerudung membuat Sayyid malu setengah mati. istrinya begitu cantik sehingga ia tidak percaya diri mendekat kan diri.
Sayyid masih tak percaya bahwa ada seorang wanita yang tertidur pulas di samping nya.
Sayyid sengaja memberikan jarak agar Anne tidak terganggu tidurnya, dan juga Sayyid tidak akan menyentuh Anne tanpa izin darinya.
adzan subuh tanpa sadar berkumandang.
Anne menggeliat dari tidur nya, sementara Sayyid merasa sangat sungkan untuk mengajak Anne sholat subuh.
Sayyid memberanikan diri untuk membangun kan nya.
"Anne.. ayo kita sholat subuh". wajah polos Anne dengan rambut sedikit berantakan membuat Sayyid ingin menyentuh nya.
ia bersyukur memiliki istri yang cantik parasnya serta dapat menerima dan memperlakukan dirinya dengan baik.
Anne yang masih mengantuk mencoba untuk mengumpulkan semua nyawanya. ia terbelalak melihat Sayyid yang membangun kan nya.
"sial, apa aku terlihat jelek ya? cih, aku pasti ketahuan jarang sholat subuh". hwaaa dasar kau Anne.
Anne menutupi wajahnya malu.
"kamu pasti sangat kelelahan kan? maaf kan saya mengganggu tidur mu".
"tidak tidak.." ucap Anne panik ketika Sayyid salah menangkap arti raut wajah nya.
"aku akan mengambil wudhu dulu". senyum Anne yang di angguki oleh Sayyid.
mengapa aku jadi salah tingkah begini. batin Anne malu
assalamu'alaikum warahmatullah.... ucap Sayyid yang menjadi imam sholat Anne saat ini.
Sayyid menghadap ke belakang dan menyodorkan tangan nya yang langsung di sambut oleh Anne. Anne mencium tangan Sayyid, ya salaman kedua setelah ijab Qabul. ini adalah kesempatan, sebelum nya Sayyid sholat di mesjid yang agak jauh dari rumah.
Anne menatap wajah Sayyid dengen kening berkerut. hanya salam saja? batin Anne tidak terima
cih, suami ku ini benar benar tidak mengerti ya. karna tak sabar Anne langsung saja mengecup singkat pipi Sayyid. sontak hal itu membuat Sayyid terkejut.
"lain kali lakukan itu kepada istrimu tuan Sayyid. cih, kau benar benar tidak tau apa apa yaa". kesal Anne
Seperti nya Sayyid seiring kali terkejut jika sedang bersama Anne.
"maaf kan saya, saya hanya.. "
"sudahlah". ucap Anne memotong pembicaraan Sayyid.
"sekarang ceritakan tentang dirimu!" antusiasme dari Anne sambil mendekat kan diri nya kepada Sayyid.
Anne akan berusaha menerima serta mencintai segala hal di dalam diri suaminya, terlebih Sayyid benar benar merupakan tipe ideal seorang Anne. Anne sangat penasaran seperti apa lelaki asing di hadapan nya ini.
Sayyid tersenyum sambil memegang tangan istrinya. Sayyid merasa kecupan singkat yang Anne berikan Sudah menjadi izin nya untuk menyentuh Anne.
hwaa baru begitu saja jantung Anne sudah mau lompat.
"apa yang ingin kamu ketahui?" tanya Sayyid dengan senyum nya.
sial mengapa senyum nya semakin manis. argh Anne kendalikan dirimu.
"kau punya mantan? atau kau pernah menyukai seseorang? mengapa kau menerima ku sebagai istri mu?" pertanyaan beruntun Anne yang penasaran
Sayyid terkekeh mendengar pertanyaan Anne. seperti nya ia benar benar penasaran.
"mengapa dia tertawa?" heran Anne.
"hmm.. yang pertama saya tidak punya mantan, kalau seseorang yang saya sukai dulu tentu ada karena pada dasarnya saya adalah lelaki normal, tapi itu sudah sangat lama sekali".
entah mengapa mendengar bahwa Sayyid dulu pernah menyukai orang lain membuat nya kesal.
"alasan saya menerima Anne karena Anne merupakan pilihan Abi dan ummi". jujur nya.
Anne sontak melepaskan tangan nya dari Sayyid yang membuat sang empu nya terkejut.
Sayyid faham betul apa yang membuat raut wajah Anne berubah.
Sayyid melanjutkan penjelasannya.
"saat akan menikah saya akui saya memang belum memiliki perasaan apapun, namun setelah menikah saya mengaku bahwa mencintai kamu itu tidak lah susah, saya menyukai segala hal yang ada pada dirimu".
Anne yang semula sangat kesal berubah jadi salah tingkah.
"cih pembohong". ucap Anne yang masih berpura-pura kesal.
Sayyid Benar benar tidak tahu harus berbuat apa, ia merasa bersalah membuat Anne kesal.
Anne menatap Sayyid dari ekor matanya. apakah ia benar benar merasa bersalah?
Anne jadi merasa tidak enak membuat Sayyid merasa seperti itu.
Anne masih bingung dengan perasaannya, apakah perasaan nya kepada Sayyid hanya sekedar rasa penasaran atau justru Anne sudah mulai menyukai orang yang masih asing ini.
waah.. untuk kali pertama ada lelaki yang membuat Anne sedikit menurunkan egonya.
Anne menatap Sayyid yang tak mengerti harus berbuat apa.
Anne tersenyum tipis sambil memutar matanya. apa aku harus mengajari mu bagaimana membujuk wanita? batin Anne gemas
Anne tiba tiba memeluk Sayyid gemas. kepala nya ia senderkan ke bahu Sayyid, ia dapat mencium aroma tubuh Sayyid dan Sayyid dapat merasakan deru nafas Anne. hal itu membuat Sayyid menegang, maklum saja ia baru kali ini di peluk seorang wanita.
apalagi wanita nya kali ini begitu agresif.
sementara Anne terdiam dalam pelukan Sayyid, ia tak tahan untuk tidak menyentuh Sayyid.
mengapa disini nyaman sekali? ia tak ingin melepaskan nya sangking nyaman nya. tubuh kekar serta rahang kokoh milik Sayyid benar benar membuat Anne tak dapat mengendalikan dirinya.
"terimakasih telah menjadi suamiku, sejujurnya aku bukan wanita yang baik, aku masih seringkali meninggal kan ibadahku, sejujurnya rasa malas seringkali menguasai diriku, aku juga pernah pacaran, dan aku..."
"sssttt.. sudahlah, saya menerima segala kebaikan dan Bahakan keburukan yang ada pada dirimu. saya juga bukan lelaki yang sempurna. mulai saat ini kita akan memperbaiki diri bersama sama". ucap Sayyid yang menggosok gosok punggung Anne sehingga membuat Anne menenggelamkan wajahnya pada leher Sayyid.
"siapa wanita yang dulu pernah kau sukai? apa alasan mu menyukai nya?"
emang dasar ya wanita suka banget nyari penyakit.
"apa kau yakin akan mendengar nya? kau tidak akan kesal kepada ku setelah mendengar nya?" tanya Sayyid yang spontan membuat Anne melepaskan pelukannya.
Sayyid merasa kehilangan ketika pelukan tersebut di lepas begitu saja.
"cih.. tentu saja aku akan kesal". ucapan Anne membuat Sayyid gemas Ingin mencubit pipinya.
Anne melepaskan mukenah nya, ia terlihat menggunakan baju tidur berlengan pendek.
Sayyid buru buru mengalihkan pandangannya. jantung nya sedang di luar kontrol nya.
ia bingung sejak kapan Anne mengganti baju tidur nya menjadi begitu pendek. udara pun menjadi semakin sesak bagi Sayyid.
"hei tuan.. aku ini istrimu". kekeh Anne melihat Sayyid.
Sayyid tersenyum melihat wajah cantik milik Anne. Anne juga memiliki kulit putih bersih. ia ingin kembali memeluk tubuh kecil Anne, namun ia tak seberani Anne.
"cantik" ucapnya sambil membelai Surai panjang Milik Anne.
"kau baru menyadari ya kalau aku cantik?" kesal Anne di buat buat.
huh kemana saja ia dari tadi tidak menyadari kecantikan ku. batin Anne percaya diri sekaligus senang mendengar Sayyid memujinya.
"kau menyukai rambut ku?" tanya Anne yang di angguki oleh Sayyid.
"apakah rambut mu benar benar berwarna coklat?" tanya Sayyid.
"aku mewarnai nya". ucap Anne sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"tidak apa". ucap Sayyid sambil memainkan rambut milik Anne.
huh sekarang ia mulai terobsesi dengan rambut ku.
"sekarang ceritakan, jangan pura pura lupa". kesal Anne
Sayyid ingin menceritakan nya, namun sebelum itu Anne sudah lebih dahulu mengambil posisi tidur dengan kepala di atas paha Sayyid.
wahh Anne, seperti nya kau sudah sangat berani ya. batin Anne terkekeh melihat sudah seperti apa wajah Sayyid saat ini.
Anne membelai wajah Sayyid sambil tidur, hal itu membuat wajah Sayyid begitu tegang. ceritakan cepaat.. kesal Anne yang berhenti menyentuh wajah sayyid
sayyid terkekeh melihat kesabaran istri nya seperti tisu yang di belah dua.
tidak ingin membuat Anne kesal, Sayyid mulai bercerita sembari membelai wajah lembut Anne. Sayyid bahkan terkejut dengan kelembutan pipi Anne.
sebenarnya Anne tidak akan membiarkan orang menyentuh wajahnya, bahkan tangan nya sendiri berhati" menyentuh wajahnya. tapi untuk tangan yang satu ini, ia akan membiarkan nya dengan senang hati.
haha dasar kau ya Anne.
"mmm saya tidak tau saat itu saya menyukai nya berawal dari mana, tetapi seingat saya saat itu saya menyukai nya ketika ia membantu umi memasak. dia adalah anak dari ustadz Yusuf teman Abi".
hanya karena itu? aku bahkan bisa membantu umi masak setiap hari. batin Anne merutuk.
dasar wanita senang sekali mencari penyakit.
"kamu cemburu?" tanya Sayyid yang membuat Anne beranjak dari tidur?
"aku cemburu? tentu saja tidak!" kesal Anne bergumam
"kemari lah.." senyum Sayyid yang tak menyangka bahwa ia akan secepat itu menyukai gadis di depan nya ini, karena sebelumnya Sangat sulit untuk Sayyid membuka hatinya.
walaupun sedang kesal tetap saja Anne tak akan menolak tawaran pelukan Sayyid.
dasar Anne
Sayyid kembali membelai wajah Anne.
seperti nya ia mulai kecanduan memegang wajah ku. batin Anne terkekeh
"itu sudah sangat lama sekali, tidak perlu cemburu karna saya hanya akan melihat mu".
"wah wah.. suamiku sudah piawai sekali ya". ejek Anne yang membuat Sayyid tersenyum malu.
tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi.
"aku ingin mandi". ucap Anne yang di angguki oleh Sayyid.
"pergilah bersih kan dirimu". senyum nya.
"mau mandi bersama?" tawar Anne yang membuat Sayyid tertegun.
"hahahha aku bercanda sayang, wajahmu sudah sangat tegang sekali". kekeh Anne yang masih meninggalkan Sayyid membeku.
tak lama Sayyid tersenyum sambil menggeleng kan kepalanya. sayang sekali tawaran Anne hanya candaan. pikirnya
heh Sayyid dah berani Lo ya!
----
kalau ramai yang komen akan lanjut ke part 2 !