KARMA
Alkisah... Tentang persaudaraan dua saudara kakak ber adik. Sang adik yang semenjak kecil memang memiliki banyak kekurangan dan selalu menjadi bahan hinaan saudaranya.
Walaupun demikian, sangadik selalu tabah dan sabar menghadapi semua itu. Terlebih dia sangat menghargai dan menghormati sang ibu., walaupun terkadang amarah sedikit tak terbendung.
Sekian tahun kemudian mereka tumbuh dewasa dan menikah. Karenasang adik menikah karena istri nya hamil duluan dan melahirkan bayi laki laki. Karena sang adik berkulit putih , sedangkan anak nya berkulit hitam seperti istrinya.
Lalu sang kakak menghina nya dan mengatakan itu bukan anak nya.
"Itu bukan anak mu. Lihatlah kulit nya hitam sedang kan kau putih.
" Orang itu anak ku kok . jawa sang adik emosi.
Gak. itu anak orang lain. ataumungkin anak setan.
Sang adik karena ibunda dia tetap sabar.
Tidak lama kemudian sang kakak juga hamil hingga beberapa kemudian periksa dokter anak nya sehat normal.
Namun saat tiba sang kakak melahirkan anak nya meninggal karena mungkin teguran dari Tuhan. Agar dia sadar dan bertaubat.
Namun sayang nya teguran itu tak membuat nya sadar dan semakin parah . Lalu di beri teguran tidak dapat hamil hingga mereka berkunjung ke dukun agar bisa hamil lagi. Namun kesana kemari tak kunjung hamil.
Melihat hal itu, sang ibu memohon kepada sang adik agar memaaf kan nya .
Tak lama kemudia sang kakak bisa hamil . Namun masik tak bisa menjaga lisan dan kelakuan nya. Lalulahir lah sang anak itu dalam keadaan seluruh tubuh membusuk dan bernanah .
Semua dukun dan dokter di datangi namun tak kunjung sembuh. Akhirnya sang ibu kembali meminta sang adik memaaf kan nya.
Setelah sang adik memaaf kan , perlahan tubuh sang anak membaik . Namun berbagai teguran itu belum juga sadar malah semakin menjadi jadi kelakuan nya terutama pada sang adik.
Hingga suatu hari Allah memberikan hukungan maha dahsyat pada sang kakak berupa karma. Seluruh tubuh membusuk dan hingga sekaratul maut. Lagi lagi sang ibu meminta adik memaaf kan namun dia sudah tak sudih memaaf kan .
Dengan keadaan sekaratul maut, seluruh tubuh membusuk, lidah terkunci dan tak mampu mengucap kalimat syahadat bahkan maaf sang adik tak mampu sembuhkan sang kakak.
Akhirnya sang ibu saat mencuci pakaian sang adik, air bekas rendaman baju adik di mandikan sang kakak dan di minum kan sedikit pada kakak. Lalu setelah itu, sang kakak hambuskan nafas terakhir. Dalam keadaan membusuk sebelum bertaubat.
kadang ucapan kita menyakiti hati orang. Maaf pun mudah kita ucap kan. namun sakit hati tak semudah kita hapus kan.
ibarat menancapkan paku di pohon.
meski kita cabut dia akan meninggal kan bekas seumur hidup.
selesai sudah kisah ini semoga bermanfaat
By :Riez_kabayazie