namaku mahendra, aku adalah seorang anak sma yang biasa saja, aku lahir dengan wajah yang cukup indah, namun aku bukanlah siswa terkenal dan bukanlah siswa pintar. nilai-nilai harianku biasa saja bahkan kadang buruk, namu aku beruntung saat bertemu dengannya, ia di mantan kekasihku.
Sejak smp, kehidupanku selalu berjalan sesuai dengan yang aku inginkan. hari-hariku di penuhi dengan pujian-pujian kecil yang sangat berpengaruh dalam hidupku. memang, dampak positif yang aku nikmati cukup banyak, tetapi dampak negatif yang aku dapat juga tidak sedikit, di masa depan yang ingin kuceritakan.
saat ini aku sudah bisa di bilang beranjak dewasa karena telah memasuki masa sma, seperti yang kukatakan tadi, aku bukanlah siswa pintar. suatu hari saat itu aku melihat seorang gadis yang menurutku sangat cantik padahl ia sedang menangis, akupun menghampirinya dan mulai mendekat untuk bertanya ada apa dengan dirinya.
"hai, kamu kenapa menangis". kataku karena melihatnya menangis di jalan yang menuju ke perpustakaan di sekolahku, sembari memberikan tisu untuknya agar mengelap air matanya.
sembari mengelap air matanya ia pun berkata " tadi pacarku memutus hubungan kami, dan ia berkata-kata kasar padaku yang membuatku sakit hati" setelah ia mengatakan itu ia kembali menangis.
aku'pun langsung ikut duduk bersamanya dan memeluk bahunya agar ia merasa tenang, karena hal itu pernah ku baca di internet. "bahwa seseorang yang sedang mengalami kesusahan dan kesedihan akan merasa tenang jika mendapat sebuah pelukan di bahunya".
akupun berkata " seandainya kamu ingin memberikan sesuatu pada seseorang, namun orang tersebut tidak menerimanya, apakah barang tersebut akan menjadi milikmu kembali atau miliknya". tanyaku dengan perandaian agar lebih masuk dalam hati jika ia memahaminya maksudku.
"Hmm mungkin barang itu akan jadi milikku lagi" sahutnya, ia sudah mulai berhenti menangis. mungkin metode yang ada di internet tersebut benar adanya.
"Oh,baiklah, jika begitu. semua kata kasar yang tadi di tunjukan kepadamu oleh pacarmu tadi jangan diterima. berarti semua itu menjadi milik pacarmu, bukan milikmu. jadi berhentilah menangisi hal tersebut, dan tersenyumlah karena senyummu itu manis". kataku sambil tersenyum dan sedikit menggodanya
"trima kasih, telah menyadarkanku".kata perempuan tersebut, aku belum berkenalan dengannya sehingga aku memiliki inisiatif untuk berkenalan dengannya.
"baiklah". kataku sambil tersenyum. "bolehkah aku tahu siapa namamu, mari kita berteman". kataku
"ohh hehe maaf tadi aku lupa, namaku dewi. namamu siapa?". tanyanya padaku
"kenalin namaku mahendra, kamu bisa panggil aku rara". sahutku sambil tersenyum
dari saat itu kami bertukar nomer dan setiap malam kami berbincang-bincang tentang banyak hal.
lama-kelamaan kami berduapun merasa sangat nyaman.
setelah berkenalan lebih dari 1bulan aku'pun mengajaknya untuk makan malam disebuah tempat yang memiliki pemandangan bagus dan indah pada malam hari.
akupun menjempetnya kerumahnya dan langsung meminta izin pada orang tuanya untuk mengajak dewi makan diluar rumah, dengan wajah yang cukup lugu dan indah mungki mereka mempercayaiku, sehingga aku harus menjaga kepercayaan tersebut.
akupun ber'trima kasih karena telah di izinkan mengajak putrinya keluar untuk makan malam.
tibanya di tempat itu aku dan dewi memilih tempat duduk di pojok, dimana pemandangan kota yang begitu indah terlihat disana, kami'pun berbincang-bincang sambil makan, makanan yang kami pesan masing-masing.
akupun bertanya dengan niatan'ku membawanya kesini."wi, aku nyaman sekali berada didekatmu, dan aku sangat senang menghabiskan hari-hariku bersamamu walau hanya di sekolah dan di telpon saja" kataku.
"iya ra, aku juga demikian". sahutnya
"kalau begitu kamu mau tidak menjadi pacarku?". tanyaku
terlihat dia ragu dengan kata-kataku karena memang aku sering bercanda dengan hal seperti ini di telpon bersamanya
"ini serius kan ra?". tanyanya kembali padaku
"iya ini serius wi". sahutku dengan menatap matanya untuk meyakinkannya
iya pun mendekati wajahku, mencium pipiku dan berkata " aku mau". iya kembali duduk dan aku sangat senang saat itu, akupun tersenyum dan mengambil tangannya dan mencium tangan halusnya tersebut.
tak kami sangka moment tersebut diabadikan oleh seseorang photografer pemula yang kebetulan sedang makan disana.
photografer itupun menghampiri kami dan berkata. "apakah kalian pasangan baru?.
aku yang merasa aneh dengan tingkahnya tersebut menyahut "iya, kami beru saja menjadi sebuah pasang" sahutku.
"kalian sangat cocok dan ideal" katanya, aku yang mendengar hal tersebut senang dan wajah dewi seketika memerah mungkin karena malu.
"ohhh yahh, trima kasihh" kataku dengan senang hati.
orang tersebut'pun menunjukan gambar-gambar yang iya tangkap.
"perkenalkan namaku jhon, aku adalah photografer pemula. tadi saat mengambil gambar-gambar aku tak sengaja melintasi hal-hal yang kalian lakukan dan mulai memotretnya, ini dia gambarnya. sekali lagi aku minta maaf" katanya dengan tulus aku rasa.
aku dan dewi melihat-lihat gambar tersebut, dan iya gambar nya cukup bagus karena terasa pas.
ia pun bertanya kembali."apakah aku boleh mempostingnya di alamat IG ku? aku akan membayar untuk itu". katanya menawarkan bayaran, aku yang merasa tak enak hati menerima bayaran tentang hal itu pun menolak.
"silahkan, namun saya tak meminta bayaran, jika boleh saya ingin meminta salinan foto tersebut, kamu setujukan wi?". tanyaku dengan tegas karena aku tak ingin dewi melihatku tidak berani mengambil keputusan sepele seperti itu. dewi pun menjawab " iya tentu saja ra". sambil tersenyum.
"trima kasih kalian sangat darmawan". kata jhon. "aku akan memberi salinannya lewat email nanti, aku sangat-sangat bertrima kasih pada kalian. jika bisa aku ingin saling bertungkar nomer denganmu" lanjutnya
"sama-sama baiklah" kataku saat itu, dan kami pun bertungkar-tungkar nomer, dan ia (jhon) pun pergi.
kami yang merasa sudah malam juga kembali kerumah.
mulai saat itu hubungan kami sangat indah, hari-hari yang menyenangkan, malam penuh warna, sekolah'pun terasa sangat indah karena di samping memiliki pasangan yang aku sukai pasanganku juga pintar dalam berbagai mata pelajaran sehingga aku lebih mudah dalam hal belajar.
hari demi hari, bulan demi bulan kami lewati bersama. hingga, saat itu perubahan pada wajahku mulai terlihat. wajahku yang awalnya sangat bagus dan indah mulai mengeluarkan jerawat sedikit demi sedikit namun tak kunjung sembuh, melihat perubahan itu dewi mungkin merasa jiji dengan apa yang terjadi pada wajahku.
akupun sangat tertenakn karena biasanya aku yang selalu mendapat pujian karena keindahan wajahku tiba2 mengalami hal yang menurutku sangat buruk dan itu membuatku sangat terpuruk tenggelam dalam rasa malu, rasa tak percaya diri.
dewipun mungkin sudah tidak kuat karena kata-kata yang mempengaruhinya di luar sana mungkin sudah masuk kedalam otak dan hatinya. ia pun meminta agar hubungan kami berakhir sampai saat ini.
10 bulan yang sangat indah dan diakhiri dengan rasa kecewa karena ditinggalkan di masa-masa paling buruk dan terpuruk sungguh sangat-sangat menyakitkan. aku kecewa dengan sekecewa-cewanya karena hal itu.
"di tinggalkan karena sebuah perubahan"
karena fisikku, hinaan karena hal tersebut datang dari kluarga dekatku yang membuat mentalku jatuh sejatuh jatuhnya.
namun dikala hal itu terjadi orang tuaku dengan penuh kasih sayang, mengasihiku sepenuh hati, dan selalu menyemangatiku agar tidak larut dalam kesedihan, selalu mengantarku ke dokter, hal tersebut membuatku senang karena aku merasa dicintai sepenuh hati oleh kedua orang tuaku.
hari demi hari, bulan demi bulan kulewati dengan tekanan karena kondisi fisikku saat itu. tepat di 5 bulan setelah munculnya jerawat tersebut aku mulai sembuh dan aku sangat senang karena perjuanganku tidak sia2.
disini sebenarnya aku hanya ingin bercerita tentang pengalamanku, pengalam yang tidak bisa kulupakan dan perjuangan yang juga tidak bisa kulupakan. mungkin tanpa kedua orang tuaku, aku takan sanggup melewati semua rintangan dan tekanan ini.
aku berpesan pada kalian agar selalu menjaga kesehatan tubuh kalian agar bisa menjaga kesehatan kedua orang tua kalian.
jika kalian sedang dimasa-masa seperti cerita yang aku ceritakan ini, kelian tetaplah bersemangat untuk bisa sembuh dan berjuanglah, karena perjuangan kalian menentukan hasil kalian.
perubahan pasti terjadi, dan perubahan tersebut pasti akan membawa dampak baik dan buruk dalam hidup kita. jadi jangan pernah menyerah dalam menghadapi segala perubahan dalam hidup ini, karena tuhan tidak akan menguji kita melebihi kemampuan yang kita miliki.
Trima kasih orang tua ku yang selalu ada untuk mendukung dan mendorongku kejalan yang benar. aku mencintai kalian.
IG: @mahendra146_