Siapa Yang Peduli Dengan Hujan Nya..??, Fake Witch !!, Biarkan Hujan Nya Mengalir Deras Sederas Rasa Cinta Ku Kepadamu
-Zane Halbert-
Seorang Gadis Dengan Rambut Berwana Hitam Pekat Yang Memiliki Mata Bulan Biru Yang Indah, Gadis Dengan Penampilan SederhanaItu Berjalan Membelakangi Seorang Laki Laki Dengan Rambut Coklat Pasir
"Ray..?.. Ada Apa??.. Tanya Gadis itu Dengan Datar Ke Arah Laki Laki Bersurai Coklat Pasir itu"
"Dengar... Lenz .! Kita Berbeda Kau "Engrasia" Dan Aku "Amania", Artinya.. Aku Dan Kau...Yah... Seperti Yang Kau Pikirkan..."
"Siapa Yang Peduli Dengan Itu..?, Ray Tetaplah Ray.. Dan Aku Tetap Lah Aku... Jawab Nya Dengan Masih Membelakangi Laki Laki Bersurai Coklat Pasir itu"
"Yeah, Kau Benar, Jadi Tak Peduli Sebagaimana Pun.. Kau Dan aku Tetaplah Diri Kita..."
Magic And Also Love That Fly 🕊️
Perkenalkan Semuanya Nona "* Lenz Aylward Rhisart*", Teman Baru Kalian Pindahan Dari Sekolah Ternama Yaitu Sekolah "Ice" Yang Di Kenal Sebagai Sekolah Terdingin Dari 15 Sekolah Ternama, Dan ... Nona Rhisart, Perkenalkan Dirimu Kepada Teman Teman mu"
Lenz Mengangguk Seraya Lalu Ia Pun Melangkah Maju Membelakangi Guru Yang Tadinya Berada Di Samping Nya
"L-enz Aylward Rhisart Salam Kenal, Ucap Nya Dengan Sedikit Terbata Bata, Hinga Banyak nya Murid Murid Sedikit Tertawa Akan Sikap nya"
"Sialan, Batin Nya"
.
.
.
"Aku Mengacaukan nya Ray..!, Rengek Lenz Prustasi, Bagaimana Tidak?, Di Hari Pertama Ia Sudah Melakukan Kesalahan Yang Menurut nya Itu Sangat Memalukan"
"Yang Berlalu Biarlah Berlalu Rhisart, Kau Sudah Melakukan Yang Terbaik..., Ucap Ray Mencoba Menenangkan Sahabat nya itu"
"Arigathanks.., Jawab Nya, Dan Ia Pun Membaringkan Kepala nya Di Meja"
"Jangan Terlalu Di Pikirkan Itu Hanya Perkenalan, Lenz"
Lenz Menatap nya Sejenak, Lalu Tak Beberapa Lama Ia Mengiyakan
"Ya, Ucap nya Singkat Lalu Ia Pun Beralih Untuk Menyantap Makanan nya Itu Dengan Lahan"
"Good Girl, Aku Ingin Ke Perpustakaan.. Mau Ikut..?"
" Tentu, Aku Juga Ingin berkeliling Raudia..!"
Raudia Adalah Sekolah Sihir Ternama Yang Masuk Sepuluh Besar Dari lima Belas Sekolah Ternama Yang Sangat Terkenal Dari Penjuru Dunia, Raudia Di Kenal Sebagai Sekolah Tinggi Atas Dengan Sihir nya, Berbeda Dengan Yang Lain nya, "Raudia, Memiliki Fasilitas Mewah Layak Nya Seperti Sebuah Kerajaan, Raudia Juga Banyak Di Minati Amat Orang, Tetapi Masuk Di Sekolah Itu Bukan Sesuatu Yang Mudah Untuk Seorang Dengan "Rakyat Biasa"
Bagiamana Pun Juga Raudia Adalah Sekolah Ternama Yang Mampu Memasuki lima Besar Sekolah Ternama Pada Tahun 1985 , 18 Desember
Siapa Yang Menyangka Sekolah Yang Dulu Nya Hanya Di Bangun Oleh Seorang Wanita Muda Asal Rakyat Biasa Yang Terdahulu nya Adalah Manusia Luar Yang Tinggal Di London, Sekarang Menjadi Kepala Sekolah Yang Sangat Di Kagumi Oleh Semua Orang
Terdahulu nya Tidak Ada Yang Menyangka Bahwa *Anne Crew* Dapat Membangun Sekolah Dengan Luas Menyampai Istana Kerajaan Pada Umum nya, Tidak Ada Yang Menyangka Bahwa Sosok *Anne Crew* Sekarang Menjadi Kepala Sekolah Tersukses Sepanjang Masa ...!!
**"**
Suatu Malam, Di Suatu Musim Hujan Yang Deras Yang Menguyur Seluruh Kota Tanpa Pengercualian , Hawa Dingin Yang Gelap Ketika Bulan Dan Bintang Bintang Yang Tadinya Bermunculan, Sekarang Hilang Dan Hanya Memunculkan Awan Hitam Serta Hujan Deras Di Buat nya, Sekarang Perempuan Dengan Ketinggian 155 Centimeter Berlarian Menuju Salah Satu Taman Yang Cukup Jauh Darinya
Sesampainya Ia Disana Ia Langsung Duduk Sembari Menatap Awan Hitam Serta Hujan Hujan Yang Sudah Turun Berderasan
"Wind !, Ucap Lenz Dengan Datar, Dan Beralih Menatap Bingung Dengan Pria Yang Sedang Menatap nya Di Atas Pohon Yang Sudah Basah Karena Hujan Yang Turun Berderasan"
"Ada Apa Dengan nya?, ... Dia Bukan Lah Orang Sakit Jiwa Bukan?, Tanya Nya Dalam Hati Yang Sangat Amat terdalam",
"Pergi Lah Fake Witch!, Aku Yang Terdahulu Telah Sampai Di Sini, Ucap nya Dengan Masih Menatap nya Dari Atas Pohon"
"Kau Pikir Ini Sekolah Milik Ayahmu?, Tanya Lenz Menatap Tajam Manik Milik Pria itu"
"Jika Kau Merasa Begitu, Baguslah, Ucap nya Dengan Senyuman Menyengkelkan nya itu"
Lenz Beralih Menatap Hujan Yang Turun Berderasan, Yang Membasahi Pohon Pohon Yang Berada Di Dekatnya, Di Tatap nya Lah Hujan itu
"Wind!!, Ucap Pria itu Dengan Mengayunkan Pelan Tongkat nya itu"
"Apa Yang Kau Lakukan?, Bentak Lenz, Yang Hampir Terpental Gara Gara Sihir nya itu"
"Tch, Terlalu Lemah, Pria Itu Berdecak, Lalu ia Pun Berjalan Membelakangi Lenz Yang Saat ini Tengah Marah Kepadanya"
"Cloud Lightning!", Ucap Lenz Dengan Menatap Tajam Pria itu Sembari Menyerang Pria itu Dengan Tingkat Milik nya"
"Si-a.l..an.., Ucap Pria Itu Mengerutu, Lalu ia Pun Berlari Meninggalkan Lenz Yang Saat ini Tengah Tertawa Melihatnya"
Sejak Kejadian Itu Keduanya Selalu Sering Bertemu, Mereka Selalu Melempar Mantra Hinga Salah Satu Dari Mereka Sering Terluka Karena nya
Tapi Tidak Dengan Kali ini, Keduanya Tampak Tak ingin Melempar Mantra Hinga Terjadinya Perang Sihir Kepada Keduanya
Mereka Duduk Diam di Taman itu, Keduanya Sibuk Dengan Kesibukan Nya itu Lenz Yang Saat ini Tengah Sibuk Membaca Novel Milik nya Dan Juga Pria itu Yang Tengah Sibuk Menatap Tajam Dirinya
"Kau ingin, Melemparkan Mantra Kepadaku?, Tanya Lenz, dengan Masih Fokus Membaca Novel nya"
"Kau Benar!!... Blue Star!!!"
Lenz Benar Benar Tercengang Atas Yang Di Alami nya Saat ini
"Berengsek!!, Kau...!!, Bentak nya Dan Berusaha Mengambil Tongkat Dari Jubah nya itu"
Pria itu Dengan Tatapan Mengejek, Pergi Meninggalkan Lenz Yang Saat ini Sedang Meringis Kesakitan
ᕙ[
"Si Pirang Berengsek itu!, Rengek Datar Lenz Kepada Ray Yang Saat ini Mencoba untuk Menghiburnya"
"Yang Mengangumu itu Zane Halbert Kan?, Tanya Ray"
"Yeah.."
: Zane Halbert