Namaku Namira tapi semua temanku memanggil Nana atas permintaanku. Aku seorang karyawan di perusahaan swasta. Aku seorang anak tunggal yang kekurangan kasih sayang seorang ayah.
Aku punya ayah tapi hubunganku dengannya tak sepeerti ayah dan anak. Ada jarak diantara kita. Entah jarak apa tapi jarak itu membuatku membuatku merasa segan dan canggung untuk sekedar bertanya atau meminta sesuatu.
Mungkin karena itu aku begitu merindukan sosok seorang ayah yang melindungi. aku juga merindukan pelukan dan belaian seorang laki-laki hingga suatu hari aku bertemu dengan seorang duda dua anak.
Kita pnggil dia Mas Aji.
Dia baik, dia perhatian dia menyayangiku dari dia kutemukan apa yang kucari. Mas Aji seperti sosok seorang ayah yang mengajari berbagai hal.
Kami pun jadi sepasang kekasih walau jarak umur membentang jauh. ya 16 tahun perbedaan kami tapi tak sedikitpun membuat aku risih atau malu berjalan dengannya.
Mungkin karena seorang duda dia pula yang mengambil ciuman pertamaku dan mengajariku or*l.
Aku begitu yakin bahwa kami akan menikah secara dia seorang duda tak mungkin terlalu banyak pertimbangan fisik atau materi tapi aku salah.
Hubungan kami terendus keluarga besarnya yang notabene keluarga ningrat keluarga kaya raya di banding kan dengan aku yang hanya bekerja di perusahaan kecil yang belakangan aku tau itu perusahaan milik keluarganya.
Kami dipaksa untuk mengakhiri hubungann kami. Dan yang membuatku kecewa Mas Aji tak bisa dan tak berusaha mempertahankanku.
Dia begitu menurut terhadap orang tuanya. Kami pun resmi berpisah. Tapi walaupun hubungan kami putus tapi komunikasi kami tetap terjaga. Maas Aji masih selallu disampingku saat aku membutuhkannya.
Hingga suatu malam Mas Aji mengajaku jalan tak ada yang terjadi kami seperti biasanya nonton makan. Tapi sore hari keesokan harinya aku mendapat kabar bahwa pagi itu dia sudah mengucapkan ijab kabul dengan perempuan lain.
Begitu sakit dan Perihnya hatiku mendengar kabar tersebut. Aku tahu cepat atau lambat itu akan terjadi karena sebelum sebelumnya Mas aji juga cerita kalau orang tuanya telah memilihkan pasangan untuknya.
Tapi yang membuat aku sakit kenapa gak mengatakannya saat kami jalan sebelum keesokan harinya menikah.
Tapi pada akhirnya aku gak bisa menuntut apa apa apalagi sekarang Mas Aji sudah ada yang memiliki.
Setelah Mas Aji menikah itu bukan menjadikan hubungan kami berakhir seutuhnya. Tapi kami masih terus berkomunikasi kadang kami masih jalan tapi tanpa melakukan kontak pisik seperti dulu saat kami masih punya hubungan. Mas Aji seperti meenghormatiku beda dengan awal awal yang seperti haus akan belaian.
Mas Aji masih memeenuhi kebutuhanku. mengirim uang atau sekedar kirim makan siang. Dia juga kadang jemput atau mengantarkan ku pulang kerja.
Itu dilakukan di belakang istrinya. Dan istrinya tidak pernah tahu. Tapi aku sadar aku tak boleh melakukannya dan harus segera mendapat pengganti Mas Aji. Karena memang taknada harapan aku sama Mas Aji.
Teman-teman sekantor mengenalkanku pada sosial media Facebook. Aku pun membuat akun banyak teman yang meenambahkanku menjadi teman mereka, temannya temanku juga banyak menambahkanku jadi temannya.
Rasa sakit kehilangan Mas Aji terobati dengan selaku berselancar di dunia maya itu. Aku beberapa kali berkeenalan dengan seorang laki-laki dan saling bertukeran nomor HP.
Tapi sungguh anehnya setiap orang yang berkenalan dengan aku yang akhirnya dekat sampai bertukar nomor HP semuanya Duda. Kadang aku berpikir apakah aku spesialis Duda ya? hahahha.
Walau ada beberapa juga yang single termasuk teman teman sekolah dulu tapi ya mereka chat sekedar chat di sana tak ada yang mendekatiku secara pribadi.
Sampai pada suatu hari ada yang menambahkan teman dari Sumatra. Aku lihat Fropilnya dan ternyata satu almamater tapi dia 7 tahun di atas aku. Aku lihat teman yang sama denganku dan ternyata di sana ada saudara jauh aku yang berteman dengannya.
Kuterima donk pertemanannya, ya berpikir positif aja saat itu menambah teman menambah sodara apalgi orang jauh bisa menambah wawasan kalau ngobrol.
Dia bernama Mas Bagus Dia mengaku seorang duda karena cerai dengan 1 anak yang kini ikut dengan ibunya.
Kami sering chat sering komen di setiap status. Kami bercanda dan kami semakin dekat. Kami pun tukeran nomor HP.
Dia selalu bilang kalau HP selalu mode silent karena takut mengganggu teman kantor. Akupun tak pernah menaruh curiga apapun.
Hubunganku dan Mas Bagus sudah resmi pacaran walau pun LDR. Aku sempet mencari informasi tentang kebenaran dan bannyak org yang bilang bahkan sodara jauhkupun bilang kalo dia memang sudah bercerai dan dia seorang Duda.
Tak pernah aku mempermasalahkan status duda karena memang sebelum sebelumnya aku juga berpacaran dengan duda.
Suatu hari aku ditemenin sahabat online di warnet kami asyik berselancar di dunia maya. Dan aku perlihatkan Mas Bagus ini pada temanku.
Temanku itu sedikit unik ya. Dia sepeerti merasakan atau kadang bisa meramal sesuatu. Saat dia melihat wajahnya Mas bagus tanpa mikir oanjang tercetus begitu saja dari mulutnya.
"Dia sudah punya istri!" temanku bilang seperti memberikan informasi.
"Udah bercerai" aku jawab
"Aku gak nanya aku bilang Dia sudah beristri!"
"Gak mungkin masa malam-malam sering telponan sampe tengah malam!"
"Terserah cuma aku bilang ya Hati-hati jangan terlalu percaya!" itu kata terakhir dari temenku saat itu. Aku abaikan karena aku yakin bahkan adik dan kakaknya mendukung hubungan kami.
Komunikasiku dengan Mas Bagus sangat baik. Mas bagus yang perhatian dan Baik membuatku terlena akan cintanya. Mas bagus pun tak jauh beda dengan Mas aji yang selalu memenuhi kebutuhanku walau gak pernah kirim makan siang hahahha.
Bahkan hubunganku dengan Mas bagus telah diketahui adek dan kakaknya Mas bagus. Mereka seperti menyambutku dengan baik memperlakukan ku dengan sopan ya tentunya di medsos.
Bahkan saat adiknya menikah aku ikut bantuin memesankan undanngan yang unik untuknya dan saat mencari cendera mata buat pernikahannya pu aku menemaninya.
Hingga suatu hari menjelang pernikahan adeknya itu Mas bagus pulang ke kampung halamannya. Jarak kotaku dengan kotanya sektar 7 jam perjalanan ya dibanding dengan ke Sumatra kan lebih dekat.
Saat itu kami memutuskan untuk bertemu muka. Mas Bagus mendatangiku dann bahkan menginap di kosanku.
Saat adiknya menikah Mas Bagus bilang akan menjemput tapi ternyata karena kesibukannya dia tak jadi menjemput tapi menyuruhku datang dia akan menjemput di terminal kedatangan.
Tadinya qku berniat Nekad aja walaupun gak pernah tahu situasi di sana. Tapi keberanianku gak cukup besar untuk melakukan itu.
Setelah pernikahan adeknya Mas Bagus kembali ke Sumatra kami LDR-an lagi. Tapi dalam satu tahun Mas Bagus mInimal 2x dia datang menemuiku.
Pernah berniat untuk menikah siri karena kami sudah tinggal di satu kamar kost walaupun tak pernah terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Didiikan orang tuaku begitu keras untuk melanggatnya aku tertalu takut.
Tapi tetap kami selalu melakukan or*l itu yang menjadi pertimbangan untuk nikah siri. Saat sedang membahas itu suara ponselnya berbunyi tanda panggilan masuk.
Aku jelas melihat nama yang tertera di layar HP nya. Sebuah Nama, nama seorang perempuan 'Rania'
Aku merebut Ponsel itu terlihat dia panik dan merebut kembali ponselnya denngan buru-buru dan mematikannya lalu memasukannya kedalam celananya.
"Siapa Rania"
"Bukan siapa-siapa!"
"Siapa Rania" intonasiku naik satu oktaf
"Bukan siapa-siapa sayang!"
"Siapa Rania?" Kini suaraku semakin tinggi dan berteriak.
"Oke aku jelasin, Dia cewe yang ngejar-ngejar aku akhir-akhir ini tapi aku gak pernah memperdulikannya!"
"Kalo gak peduli sama dia kenapa disimpen nomonya!"
"Iseng aja!" aku merotasi mataku sakit rasanya dikhianati dadaku sesek nafaskupun tersendat-sendat.
Seminggu setelah kejadian itu terdapat postingan pernikahan dari akun bernama Rania dan menandai akun Mas Bagus.
Foto-foto pernikahan mereka 6tahun lalu dan Foro-foto pernikahan adeknya juga momen-momen romantis Mas Bagas dengan Rania.
Kuhubungi nomor Mas Bagas tapi gak aktif. Kuhubungi juga nomor adik dan kakaknya Mas bagas. Tapi apa yang mereka bilang bahwa itu semua bohong dan foto-foto itu pernikahan masa lalunya yang memang sudah bercerai.
Aku seperti oranng bodoh yang di bohongi mereka. Dan mereka merasa berhasil telah membohongiku.
Akhirnya kuputuskan untuk mengakhirir hubungan dengan Mas Bagus secara sepihak. Aku sudah gak peduli lagi dengan Mas Bagus.
Tapi beberapa hari kemudia Mas Bagus menghubungiku dan dia berjanji akan menceraikan istrinya dan memilihku. Mas Bagas gak mau kehilanganku. Bodohnya aku percaya akan hal itu.
Kami terusin hubungan ini. Mas Bagus beralasan tak bisa menjani hubungan dengan Istrinya karena Istrinya Mandul dan gak bisa punya anak. Dan lagi-lagi aku mempercayai nya.
Hingga berbulan-bulan kami masih menjalin hibungan. Aku semakin merasa di gantung Mas Bagus selalu beralasan mencari dan menunggu waktu yang tepat buat ninggalin istrinya selalu sepeerti itu.
Selama itu aku selalu mendapat teror dari istrinya yang mengatakan kata kata yang kurang enak di dengar.
Penghinaan, caci maki sumpah serapah yang diberikan istrinya padaku membuat ku marah.
Membuat aku semakin menggenggam suaminya. Melihat penampilannya yang kampungan semakin aku merasa di atas angin.
Mas Bagus mendukung Aku untuk menyerang Istrinya.
Mendapat dukungan sseperti itu aku mulai berani meneror dia menghina dia dan membalas apa yang dia lakukan padaku.
Kuporotin uang suaminya. Kuhina dan ku caci maki si Rania itu.
Dan itu membuat Mas Bagus semakin mempertahankanku.
Tapi saat ku minta kepastian kapan Mas Bagus meninggalkan issyrinya itu seperti ada keraguan disana. hanya janji janji palsu yang mas Bagus berikan padaku.
Aku gak mau seperti itu karena waktu terus berlalu usiaku semakin matang dan dewasa tak mungkin aku harus menunggunya sampai kapan?
Aku pun minta putus padanya. Tapi tetap Mas Bagus gak mau melepaskanku bahkan kali ini dia mengancamku akan menyebarkan foto-foto seksiku. Terus terang dulu saat belum kebongkar kebohongan Mas Bagus aku sering mengirim foto-foto yang tak pantas padanya atas permintaan dia.
Kini aku menyesal atas peerbuatanku. Aku berpikir bagaimana cara menghapus semua foto-foto itu dari tangannya.
Baagaimana kalau sampai keluargaku tahu. Bagaimana kalau orang tuaku melihat kelakuan anaknya sperti ini. betapa prustasinya aku menghadapi hidup.
Anehnya Rania tak pernah lagi meneror aku dan seperti merasa bersalah padaku dan dia minta maaf atas sikafnya padaku. sempat terheran melihat Gelagat si Rania tap aku lihat ketulusannya.
Hingga aku minta bantuan padanya untuk menghapus semua foto-foto yang ada di ponsel, di laptop dan di flashdisk mA Bagas. Karena cuma dia yang mampu melakuaknnua karena memang mereka tinggal di satu atap.
Hari itu ku chat dia meminta nomor hp rania. dan Dia memberikannya akupu menelponnya.
"Aku mau minta tolong padamu Rania!" Ucapku tanpa basa basi setelah jaringan telpon terhubung.
"Minta tolong apa?'
Akupun menceritakan sekuanya tanpa terkecuali.
" Astaghfirullah, kamu telah mencuci otak suamiku. Pantas suamiku tergila-gila padamu kamu telah memberikan madu yang manis padanya!"
"Aku tahu aku bejad aku tahu bukan perempuan baik tapi kamupun tak berhak untuk menjudge diriku. Biarkan ini jadi urusanku dengan penciptakku!"
"Aku akan mengembalikan suamimu, akupun akan menjauhi suamimu aku akan menghilang darii kehidupan nya asal kamu membantuku!"
"Karena selama dia punya foto-foto itu aku gak akan bisa lepas darinya!"
"Tapi walaupun kamu akan meneruskan hubungan mu sama suamiku kini aku ikhlas dann menerima keputusannya!"
"Aku akan menerima kamu jadi maduku!"
aku hanya menertawakannya.
"Aku serius dengan omongaku!"
"Lalu apa yang membuat kamu mengijinkanku menjadi madumu? emang kamu gak akan sakit hati? yakin kamu ikhlas menerimanya?"
"Insyaalloh aku akan nerimanya bahkan jika suatu hari kalian punya anak biar aku yang merawatnya!"
"omong kosong yang ada paling sakit hati trus berusaha memisahkannya"
"Aku memang normal pasti rasa sakit itu ada tapi kali kita ikhlas aku yakin semua baik-baik aja. Apalagi aku niatkan untuk jalan ibadahku insyraalloh jadi ladang pahala untukku"
Aku tersenyum sunggu salut padanya walau disakiti sebegitunya Rania tetap menerima dan memaafakan suaminya.
Omongannya itu menjadi motivasi untukku bertekad meninggalkan Suaminya.
Akhirnya kami membuat kesepakatan itu. Dia menghapus foto-foto ku dan aku menghilang dari kehidupan Mas Bagus.
3 hari setelah itu Rania memberi laporan kalau tugasnya sudah selesai tak ada lagi Foto yang tersisa disana ponsel di laptop bahkan yang di Flashdisk.
Akhirnya hatiku lega gak ada beban untuk meninggalkan Mas Bagas semakin hilang. Semoga Kalian bahagia selamanya dan Alloh memberikan momongan ditengah tengah rumah tangga kalian agar lengkap kebahagiaannya.
Dan aku memghilang semua medsos ku aku hapus dan mengganti nomor ponselku. Aku benar hilang dari dunia tipu-tipu.
Kini hidupku penuh ketenangan. Berharap dan Berdoa suatu hari naanti saat aku berumah tangga takkan ada pelakor yang merusak kehidupan rumah tanggaku
T A M A T