Sebagian perempuan atau wanita yang sudah berstatus istri dan jadi ibu.Pasti mereka akan pintar menyembunyikan uang atau menabung,bahasa kerennya menyimpan uang untuk kebutuhan mendesak.
Aku seorang istri dan juga ibu dari tiga anak yang masih kecil-kecil.Dulu aku kerja,tapi sekarang jadi ibu rumah tangga.Semenjak aku hamil anak pertama aku risen.
Dulu aku tak punya kegiatan,hanya fokus dirumah tuk jaga anak dan beberes rumah.Bukan rumah kami sendiri,ya kami masih numpang dimertua(rumah ortu suami) sampe sekarang anak 3.Walaupun kita sudah punya tabungan berupa tanah yang kita beli enam bulan lalu.
Itu kita beli dari tabungan yang kita punya.Ya selama 12tahun menikah kita bisa beli tanah,tapi buat membangun kita nabung dari nol lagi.
Awal kita bisa nabung dan beli tanah juga karna bertengkar hebat.
Gimana tidak bertengkar,selama aku jadi istrinya q hanya dikasih uang belanja kebutuhan rumah,itu juga belum uang sekolah dan jajan anak.
Puncaknya aku slalu buka Wa suami.Ku lihat banyak Wa dari adiknya(laki2).Aku baca pesannya,dan alangkah kagetnya aku.Ternyata diam2 dia slalu membantu keuangan adiknya.Aku sih nggak masalah,tapi aku sakit jika lihat kelakuan istrinya yang sok sosislita.Kadang aku mikir,dia (ipar q yg cewek)bisa beli apapun entah baju,mainan anak,sepatu ,sandal itu uang dari mana?.
Aku hemat agar bisa nabung,aku tak beli apapun agar aku bisa punya simpanan,aku tekankan pada hati "jangan beli baju,jangan beli mainan"agar bisa cukup kebutuhan.Dan ternyata begini ya kamu mas.
Setelah tau isi wa itu,aku marah sama suami.Bertengkar hebat.Sampe aku bilang kayak gini sama suami"yang ngurus kamu,ngurus anak,antar jemput,momong anak,masakin kalian siapa?,Kok aku gak bisa seperti mereka yang bisa beli ini itu walau harus nungu bulan depan?".
Sungguh aku tak bermaksud seperti itu suamiku,tapi aku ingin menyadarkan u.Bukan hanya adik u yang kau pikirkan hati dan perasaan istri dan anak2 u yang tak bisa seperti mereka.
Aku tau kau kasihan pada adikmu,tapi bantulah dia jika dia memang membutuhkannya dan dalam keadaan yang memang harus dibantu.Biarkan dia(ipar)jadi kepela rumah tangga yang tegas ke istri dan bisa mendidik istrinya biar tidak berjiwa sosisal tapi uang pas2an.
Dari pertengkaran itu semua uang yang disimpannya aku pegang dan aku simpan.
Sekarang kita mulai dari nol.Tidak lupa ,akupun menyiapkan tabungan buat 3 anak q.Jika gaji suami pas buat kebutuhan,mbayar sekolah aku nyisihin dikit buat tabungan anak2.Aku ingin tabungan anak2ku aka bisa dipergunakan tuk mereka bisa meraih cita2nya.Dan aku slalu tekankan ke suami"jangan pernah sentuh tabungan anak2 jika tidak mendesak dan itupun sebagai pinjaman dan harus dikembalikan".Jika tak ditekankan seperti itu dia akan kembali dengan sifat yang mudah kasihan terhadap orang yang tak perlu dikasihani.
Biarlah orang menganggapku jahat terhadap suami dan ipar,karna kalian tak merasakannya.Aku melakukan semua itu demi masa depan keluarga kecilku dan cita2 anak q.
Sebagai istri kita harus bisa bersikap lembut dan tegas kesuami,dan sebagai ibu kita harus memikirkan masa depan dan cita2 anak2 kita.
Aku slalu berpatokan pada ucapan teman"uang suami adalah uang istri dan uang istri adalah uang istri,jika suami u kesusahan atau membutuhkan pertolongan orang yang pertama dimintai pertolongan adalah kita(istri),maka jadi wanita itu harus kuat,tangguh dan bisa diposisi apapun.
Jadilah istri yang bisa dijadikan teman,sahabat dan juga istri yang mengerti akan keadaan suami.Jangan jadi istri yang hanya bisa minta uang uang dan uang tanpa tau keadaannya.