Waktu itu aku berfikir itu sangat bertentangan dan bertolak belakang dengan keinginanku ,hingga aku merasa berperang dengan hati dan fikiran .
Lantas ,dengan adanya fakta yang nyata atas keizinan Tuhan bahwa kita tidak dapat bersama , akupun harus menerimanya dengan lapang dada ,walaupun tak ikhlas .
Seiring berjalannya waktu , rasa itu hilang dengan sendirinya .
Meskipun Masih ada secuil bayangan bersama dengannya .
Bayangan yang tidak bisa ditepis dengan tangan .
Gambaran gambaran kenangan Masih terpampang jelas dalam ingatan .
Semakin aku mengingatnya ,maka semakin tumbuh kebencian ku kepadanya , hingga aku ingin mendoakan hal yang paling tidak diharapkan .
Namun dengan sadar bahwa doa adalah bentuk permohonan (permintaan) antara hamba dengan Rabb nya ,aku mengurungkan doa itu .jangan jadikan doa yang buruk sebagai senjata untuk balas dendam ,karna balas dendam terbaik adalah tidak melakukan cara yang sama pada musuh ,biarkan alam bekerja dengan sendirinya .dan doa yang baik akan kembali baik.
Kamu adalah kamu ,dan aku adalah aku . Kita memiliki visi dan misi yang berbeda .