Kisah ini bermula ketika seorang pangeran muda mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon belakang istananya. Ia tewas dengan menggunakan topeng kesayangan miliknya. Topeng itu yang sering ia gunakan untuk menutupi wajahnya yang sedikit cacat. Konon katanya siapa pun yang memakai topeng itu dengan alasan yang tidak baik dan membuat sebuah lelucon saat memakainya dalam waktu singkat orang tersebut akan tewas mengenaskan seperti pangeran yang dulu memakai topeng itu saat dia mengakhiri hidupnya. Menurut cerita topeng itu masih ada sampai sekarang. Banyak orang-orang iseng mencari topeng terkutuk pangeran itu tapi mereka tetap tidak menemukan topeng terkutuk itu. Sampai akhirnya ada sekumpulan anak muda yang menemukan topeng terkutuk pangeran tersebut tepat dimalam perayaan halloween. Apa yang akan terjadi selanjutnya kepada mereka. Akan kah mereka terhidar dari kutukan topeng pangeran itu atau malah sebaliknya.
Hari ini King mengajak teman-temanya untuk merayakan pesta halloween dirumah mewahnya malam ini, karena malam ini kedua orang tuanya tidak ada dirumah. Jadi dengan begitu mereka bebas merayakannya pesta tanpa ada satu orang pun yang akan menganggu.
"Bro, malam ini jadi kan" tanya Leon
"Jadi dong bro, malam ini rumah gue sepi. Jadi kita bebas merayakan pesta tanpa ada yang mengganggu"
"Lu yakin ngga ada yang bakalan gangguin kita nanti malam"
"Yakin, semua asisten dirumah gue udah diberesin lu tenang aja. Pokoknya nanti malam pesta kita bakalan seru"
"Ngga salah kalau nama lu King, semua orang tunduk sama lu king. Hebat-hebat"
"Siapa dulu dong King, apa pun bisa gue lakuin sesuka hati tanpa ada yang protes sedikiti pun. Jadi lu pada tenang aja pokoknya malam ini lu pada nikmatin aja pestanya. Gue jamin pasti seru ntar malam"
"King yang terbaik"
"Hahahaha"
"King"
"Apa lagi?"
"Cewek-cewek diajak gabung ngga nie"
"Pastinya dong, biar tambah seru"
"Kalau gini makin seru, hahaha"
"Soal kostum gimana King"
" kalau soal kostum udah gua siapin semuanya untuk lu pada, jadi lu tenang aja yang jelas lu pada harus siapin topeng yang menakutkan untuk malam ini"
"Soal topeng serahkan sama Leon, pokoknya beres deh"
"Kalau semuanya udah beres tinggal tunggu nanti malam aja"
"Gue yakin malam nanti pasti seru King"
"Pastinya"
"Ngga sabar gue buat nanti malam"
"Gue juga"
Tengah malam dirumah King. Pesta yang diadakan begitu meriah sampai akhirnya kejadian yang tak terduga terjadi di pesta itu.
"Ini baru pesta"
"Kalau King semua beres deh"
"Setuju gue, tapi King dimana ya"
"Mungkin ditoilet"
"Bisa jadi"
"Kita nikmati aja pesta malam ini"
"Setujuuuuu"
Di lain tempat King sedang membersihkan pakainya yang sedikit kotor.
"Sial banget gue malam ini, sok jual banget tuh cewe. Jadi kotor kan sekarang baju gue"
Setelah membersihkan sedikit bajunya yang kotor King kembali ke pesta. Ditengah perjalanan menuju pesta King lupa membawa topeng miliknya.
"Sial, topeng gua ketinggalan lagi ditoilet"
King kembali ketoliet tapi dirinya tak menemukan topeng itu.
"Kemana topengnya, tadi gue simpan disini kok sekarang ngga ada"
Beberapa orang menghampiri King yang masih berada didalam toilet yang sedang mencari topeng miliknya yang hilang disana.
"Lelucon atau permen" seseorang mengejutkan King
"Sial lu"
"Sorry...Sorry bro"
"Lu lagi ngapain sih disini, pestanya ngga seru kalau ngga ada lu King"
"Setuju sama Leon, ayo kembali kepesta King"
"Tunggu dulu, topeng gue hilang"
"Kok bisa"
"Tadi gue simpan tu topeng disini tapi pas gue balik tu topeng hilang"
"Soal topeng gampang King, kali aja orang tua lu ada nyimpan topeng lain"
"Dulu gue pernah denger sih kalau orang tua gue punya topeng unik gitu.tapi gue ngga tau dimana orang tua gue menyembunyikannya"
"Kalau soal itu gampang ntar gue sama yang lain bantu lu mencari topeng itu"
"Gue setuju sama pendapat Leon, gue juga akan bantu lu King"
"Dirumah lu ada ngga ruang rahasia"
"Ada"
"Pasti orang tua lu menyembunyikan topeng itu disana"
"Kenapa dari tadi gua ngga kepikiran ya"
"Dari pada nunggu lama lebih baik kita langsung aja kesana"
"Ok, setuju"
Mereka memutuskan menuju keruangan bawah tanah untuk mencari topeng itu. Dan tak beberapa lama sala satu dari mereka menemukan topeng terkutuk itu.
"Sebaiknya kita berpencar"
"Ok"
"Gue cari disana"
"Kalau gue cari diujung sana"
"Gue cari dilempari"
" dan gue cari ditempat diujung lorong itu"
"Ok, kita mulai aja untuk mempersingkat waktu"
"Setuju"
Setelah begitu lama akhirnya yang menemukan topeng itu adalah pemilik rumanya sendiri.
"Bro, udah ketemu nie topengnya"
"Mana...mana"
"Beneran ini topengnya King, kok jelek banget sih"
"Kuno banget topengnya"
"Setujuuuu"
"Lu yakin mau pakai topeng ini King"
"Ya mau gimana lagi ini topeng yang tersisa"
"Kalau gue sih ogah King, kuno banget tuh topeng"
"Walaupun sedikit kuno, tapi bagus juga"
"Buat menakutkan sih sepertinya bisa"
"Mungkin, hahahaha"
"Tapi tunggu dulu King"
"Apa lagi Leon"
"Dikotak ada peringatannya"
"Mana"
"Itu, siapa pun yang memakai topeng ini dengan alasan tidak baik mereka akan tewas seperti orang yang dulu memakai topeng ini. Berhati-hatilah"
"Hahaha, lu masih percaya hal yang beginian Leon"
"Kalau beneran terjadi gimana King"
"Ngga mungkin, percaya sama gue. Ini paling akal-akalan orang tua gue, supaya ngga ganggu nie topeng"
"Tapi perasaan gue ngga enak King, sebaiknya kita cari topeng yang lain aja"
"Cari topeng lain, perlu waktu lagi Leon. Biarkan aja King memakai topeng itu. Toh belum kita coba kan bisa jadi tulisan ini cuma lelucon aja. Lu tau kan kalau malam ini perayaan halloween bisa jadi topeng ini hadiah orang tua King. Karena tau King akan mengadakan pesta disini"
"Benar juga"
"Kalau terjadi apa-apa gue ngga mau ikut campur"
"Penakut lu Leon"
"Dari pada ribut terus kita langsung kepesta aja"
"Ok"
Ditengah pesta King tidak bertingkah seperti biasanya hal itu membuat teman-temanya khawatir terhadap King.
"King, lu kenapa?"
"King kenapa Leon?"
"Gue juga nggak tau kenapa si King tiba-tiba aneh begini"
"King lu kenapa?"
"Hahahaha"
"King"
"Kalian semua harus mati, hahahaha"
"King sadar, lu kenapa?"
"Kalian semua harus mati"
"King, kenapa?"
"Tadi baik-baik aja tapi setelah King pakai topeng itu King berubah menjadi aneh seperti ini"
"Apa gue bilang topeng itu berbahaya lu pada gue kasih tau nggak percaya sih"
"Terus kita gimana?"
"Lepaskan topeng itu dari King"
"Gimana caranya"
"Gue juga nggak tau pokoknya kita harus lepaskan topeng itu sekarang sebelum hal yang lebih parah lagi terjadi"
"Iya gue setuju"
Dengan sekuat tenaga mereka melepaskan topeng yang melekat di wajah King tapi hal itu gagal total karena satu persatu dari mereka terpental sangat jauh melihat kejadian itu orang-orang yang berada di pesta seketika panik dan berhamburan keluar .
"Hahaha, kalian semua harus mati malam ini"
"Aaaaaaa"
"King sadar...King"
"Lepaskan aku sekarang"
"King"
Kembali sala satu dari temanya terpental cukup jauh. Karena hal itu tidak ada satu pun yang berani mendekati King.
"Sudah aku peringkat untuk tidak menggunakan topeng ini untuk hal yang buruk tapi kalian melanggarkan. Jangan salah kan aku jika temanmu akan mati malam ini hahahahaha"
"Tolong jangan sakiti teman kami"
"Hahahah, sudah terlambat sekarang. Ini sudah menjadi takdirnya. Siapapun yang menghalangi nya untuk mati malam ini akan bernasib sama sepertinya. Hahahahaha"
"Hentikan ini halloween"
"Bukan urusanmu"
"Ini aku halloween, Margaret"
"Margaret sudah mati"
"Aku masih hidup halloween, ini aku. Hentikan ini sekarang"
"Kamu pasti berbohong Margaret tidak setua ini"
"Ini aku Margaret, kalau kamu tidak percaya lihat saja gelang yang aku pakai sekarang, gelang ini adalah gelang yang kamu berikan waktu itu"
"Tapi bukan kah kamu sudah mati"
"Maafkan aku halloween aku membuat lelucon itu. Aku tidak menyangka bahwa lelucon ku itu membuat mu menjadi seperti ini. Maafkan aku halloween"
"Aku kira kamu tewas waktu itu, aku panik"
"Maafkan aku halloween, lepaskan dia sekarang yang salah sekarang aku bukan dia jadi hukum aku saja jangan anak itu"
Halloween mendekati Margaret dengan menggunakan tubuh King sebagai medianya.
"Jangan menangis Margaret ku sayang semua ini bukan kesalahamu. Aku yang tidak berpikir panjang dan langsung mengakhiri hidupku"
"Maafkan aku"
"Yang seharusnya minta maaf itu aku Margaret, karena aku kamu menderita selama ini. Terimakasih sudah menjadi teman dikehidupanku"
"Halloween" Margaret memeluknya
"Maafkan aku Margaret"
"Aku juga minta maaf halloween, lepaskan sekarang dendammu dan damailah disana"
"Aku tidak bisa sebelum membunuh anak ini"
"Jangan seperti itu halloween, mereka hanya anak-anak yang tidak bersalah jadi aku mohon maafkan mereka halloween"
"Tidak semudah itu Margaret anak ini harus mati"
Teman-teman King berlutut dihadapan King.
"Kami mohon maafkanlah kami dan lepaskan teman kami. Kami berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi"
"Kalian pasti berbohong"
"Kami janji akan menjadi anak yang lebih baik"
"Jika kalian berkata jujur aku akan melepaskan teman kalian tapi kalau sampai kalian melanggarnya kalian semua akan mati"
"Kami berjanji"
"Baiklah aku akan melepaskan teman kalian"
King terlepas dari pengaruh iblis yang menyerupai halloween. Kini topeng terkutuk itu sudah dikuburkan ke tempat semestinya topeng itu berada.
🍄tamat🍄