"Andre", teriak anita mama andre dari lantai dua rumah mewahnya, andre tak memperdulikan Anita,.
"andre, kamu mau kemana sayang", teriak anita lagi melihat andre buru buru tak memperdulikan panggilannya.
mendengar wanita paru baya yang tetap cantik walau usia tak muda lagi itu terus meneriakinya andre berbalik sejenak lalu mengedipkan matanya dengan nakal ke mamanya.
" tu kan mama bilang apa, hati hati dong sayang", teriak anita lagi saat melihat kaki andre kesandung kusen pintu.
"andre gak apa apa kok ma", ujar andre maseh tetap buru buru keluar rumah.
"anak sama bapak sama saja", gerutuk anita begitu andre menghilang di balik pintu, kemudian wanita paru baya itu tersenyum mengenang masa pacaran dengan Danu papa andre.
anita menuruni tangga, terdengar deru mesin mobil spot andre meninggalkan rumah mewah mereka.
andre senyum senyum sendiri duduk di belakang setir mobil mewahnya yang keluaran tahun terbaru, sesekali andre bersenandung bahagia. andre mengeluarkan kotak kecil berwarna dari saku celana lalu mengecupnya beberapa kali, binar bahagia sangat terlihat dari pancaran sinar mata andre.
" tunggu aku sayang, hari ini akan menjadi hari yang sangat bersejarah bagi kita berdua", andre bicara sendiri lalu mengembalikan lagi kotak kecil kedalam saku celananya.
kini andre sudah berada di jalan raya menuju taman tengah kota yang sudah ia sepakati dengan Andini pacarnya.
"siak kok macet si", ujar andre merasa kesal lalu ia memukul stir mobilnya. tak lama jalanan kembali lancar, pemuda tampan berkulit eksotis itu tersenyum melajukan mobil sportnya.
tak berapa lama andre sampai di taman kota tempat dia berjanji dengan andini.
andre melirik ke kiri ke kanan mencari keberadaan andini tapi belum juga terlihat.
andre duduk di bangku taman.
tak lama dari jauh tampak seorang gadis cantik menuju ke arah andre, andre langsung berdiri menghadap kearah datangnya andini.
andre tersenyum bahagian menyambut kedatangan andini, andre sedikit membenahi penampilannya agar tampak sempurna di mata kekasihnya yang tak akan lama lagi menjadi istrinya.
kini andini berada tepat di hadapan andre untuk beberapa detik mereka saling tatap seolah saling mengagumi, gadis yang ada di hadapan andre sangat cantik badan tinggi semampai, tubuh langsing, hidup bangir di padupadan kan dengan riasan make up natural.
andre tak juga kala gaga berbadan tegap, intinya mereka pasangan sempurna sangat cocok.
tak lama andini tertunduk seolah ada yang di sembunyikan. andre tak merasa ada yang beda, andre menduga mungkin andini malu karena hari ini andre akan melamar gadis pujaan hatinya.
andre maju sedikit lalu mengangkat dagu bangir andini, andini pun mendogak memperhatikan wajah andre, andre pun demikian.
lalu andre berlutut sembari mengeluarkan kotak merah kecil berwarna merah dari saku celananya.
"andini sayang maukah kamu menikah dengan ku", andre mendongak menatap ke wajah andini seolah meminta jawaban dari andini. andre yakin andini bakal menerimanya.
andini terpaku dalam seribu bahasa.
"apakah kau mau menikah dengan ku", sekali lagi andre mengulang kata katanya.
tak ada juga jawaban dan andre mulai curiga ada apa dengan andini gadis cantik ini tak seperti biasanya setiap bertemu dengan andre.
"bagun mas", suara andini pelan sekali hampir tak terdengar. andre pun bangun.
andini melangkah di ikuti andre lalu mereka duduk di banku taman.
"ada apa sayang ayo cerita", andre meminta agar andini bercerita.
tapi andini masih dian, andini tak mau menyakiti pemuda sebaik andre yang sudah ia pacari selama tiga tahun, itu terlihat jelas dari mata andini.
"ayo sayang cerita", desak andre karena andre tahu telah terjadi sesuatu pada kekasihnya itu.
"eeemmm", andini mencoba bercerita tetapi suaranya seoalh tertahan di tenggorokan.
burung berkicau menyaksikan sejoli itu.
andre menggenggam kedua tangan gadis cantik itu. andini menarik nafas dalam dalam lalu ia hembuskan. kemudian dian mulai bicara.
"mas maaf kan aku aku tak bisa menikah dengan mu"., setelah berkata seperti itu penuh kelembutan andini tertunduk tak mampu menatap wajah andre yang terkejut bukan main.
cetar cetar
mendengar ucapan andini bagai di sambar petir di siang bolong, andre tak tahu expresinya seperti apa semuanya bercampur aduk, tangan andre yang menggenggam tangan andini tak terasa terlepas..
"ada apa sayang,??, kenapa,?? bukan kah kau menanti juga saat seperti ini",, tanya andre lekat menatap tiap inci wajah andini. dan masih banyak lagi pertanyaan di dalam benak andre.
andini bagai patung tak mampu menjawab semua pertanyaan andre.
tubuh andini di guncang andre karena andre tidak menyangka.
"yo jawab pertanyaan ku", tanya andre panik.
"semua pertanyaan mu tak perlu andini jawab", terdengar suara seorang pria yang datang dari arah belakang andre. andre sontak menoleh.
"kau apa yang kau lakukan disini", andre bertanya kepada aldi.
bkn menjawab pertanyaan andre pria yang tak kalah tampan dari andre itu malah tersenyum penuh kemenangan seolah mengejek andre.
andre berdiri meninju muka aldi. aldi pun membalas hinga terjadi baku hantam.
andini yang menyaksikan hal itupun berteriak.
"hentikan",.,
andre dan aldi pun berhenti. aldi menghampiri andini. andre kaget, andre bertanya dalam hati "apakan mereka ada hubungan di belakangku", lalu andre berdiri.
"andini jelaskan semua", tanya andre. andini masih tetap bungkam.
"andini hamil anak gue", jawab aldi, untuk kedua kalinya langit terasa runtuh menimpah andre tubuh andre ambruk ketanah. andi tersenyum penuh kemenangan.
"maafkan aku mas andre", ucap andini lalu ingin menghampiri andre tetapi buru buru di cegah aldi.
andini sangat merasa bersalah sudah nyelingkuhin andre dan betapa menyesalnya andini saat mengetahui aldi suka main perempuan tapi apa mau dikata nasi sudah menjadi bubur andini tergoda keindahan sesaat tetapi menyakiti dirinya dan orang yang juga ia cintai.
andre tak dapat berpikir jernih lagi karena aldi adalah musuh dalam segala hal. kini calon istrinya juga jatuh ke tangan lelaki biadap itu, andre haya dapat berteriak.
"aaaaaahhhh", andre merasa dunia tak adil padanya.
andini pergi bersama aldi meninggalkan andre sendiri di tengah taman kota yang indah itu.
2 tahun berlalu
sejak saat itu andre menjadi pemuda pemurung anita dan danu sangat khawatir dengan andre putra mereka satu satunya. andre jadi gila kerja setiap waktu kerja kerja, memang perusahaan mereka maju pesat tapi sebagai orang tua mereka ingin andre segera menikah. sudah berapa banyak gadis yang mereka jodohkan dengan andre entah itu anak dari rekan bisnis danu, anak dari tan arisan anita semuanya dan selalu andre tolak.
"nak kamu harus lupakan gadis itu", anita memulai pembicaraan saat mereka bertiga di ruang keluarga.
tanpa sepatah kata pun andre jawab kalau sudah begitu anita wanita paru baya itu cuma bisa menangis dan danu mencoba menenangkan anita.
"sayang buka hatimu", bujuk anita mencoba melakukan hati andre yang sekeras batu.
"ma aku tak akan jatuh cinta lagi", jawab andre datar, dengan wajah datar. danu cuma bisa pasrah dan menghela nafas, dia tau andre sifat andre sangat sama dengannya.
"oooh kamu mau mama mati pelan pelan gitu", ancam anita, mendengar itu andre cuma melirik. karena tak tahan anita pergi ke kamarnya.
"andre coba pikirkan lagi kasihan mama kamu", danu berdiri lalu menyusul anita.
seminggu kemudian anita mengenalkan seorang gadis cantik, baik dan punya etitut luhur, entah apa yang terjadi andre merasa berdebar, anita melihat gelagat andre anita merasa bahagia.
sebulan kemudian andre menikah sangat mewah
SEKIAN.