Beberepa anak kecil sedang bermain di sebuah gedung bekas perustakaan Kota yang telah terbengkalai cukup lama.
Perpustakaan itu telah di pindahkan hingga membuat gedung perpustakaan itu menjadi bangunan yang kosong tapi masih banyak rak maupun lemari-lemari berjejer yang dahulunya tempat menaruh buku.
Salah satu anak kecil saat bermain tidak sengaja menyenggol salah satu rak yang sangat keropos, hingga membuat rak maupun lemari yang sudah keropos itu terjatuh.
GUBRAK !!!
"Aduh sakit,"
kaki anak kecil itu tertimpa rak lemari buku.
Sontak beberapa anak kecil yang sedang bermain petak umpet, berlari ke arah suara itu berada.
"Wah ada yang tertimpa lemari itu kaki nya!" teriak salah satu anak kecil.
"Angkat yuk lemari nya, biar kakinya bisa di keluarin" tambah salah satu anak kecil yang lain.
"Kalo kita bertiga doang gak kuat, kita panggil anak gede aja yuk." timpal salah satu anak kecil yang lain lagi.
"Kalo kita panggil anak gede entar gak bisa main disini lagi, pasti diomelin"
"Udah coba dulu aja di angkat sedikit lemarinya."
Anak kecil yang satu mencoba memegangi badan anak kecil yang tertimpa lemari agar saat terangkat lemarinya, dia bisa mengeluarkan anak kecil yang tertimpa, dan 2 lagi mencoba mengangkat lemari.
"Satu, Dua, TIGA !!" Teriak ketiga anak kecil itu.
"Berhasil, Yeay!!" Teriak ketiga anak kecil itu.
Saat mengeluarkan kaki yang terhimpit anak kacil itu tidak sengaja juga menemukan sebuah buku.
Ternyata saat rak lemari buku terjatuh buku itu langsung jatuh di atas telapak kaki anak kecil sehingga cidera maupun luka nya tidak terlalu fatal.
"Wah itu apa ya !?" anak kecil itu semua merasa heran melihat buku yang terbuat dari kulit binatang.
Merek pun melihat lihat buku itu.
"William's Journal" Serempak keempat anak kecil itu mengucapkannya.
Mereka mencoba membaca lembaran pertama
"Namaku William, aku tinggal di panti asuhan, mereka semua telah membullyku disini, tidak ada tempat lagi aku mengadu selain di buku ini." mereka berempat saling menatap satu sama lain dan melanjutkan membaca.
"Aku tidak mengetahui siapa kedua orang tua ku, yang aku tahu kedua orang tua ku telah meninggalkan ku di panti asuhan ini, mereka telah membuangku dan tidak ingin memiliki anak seperti ku."
"Hari ini aku di suruh membersihkan toilet dan seluruh ruangan panti asuhan ini, namun karena aku lelah aku tertidur di dalam toilet saat ingin menguras kain pel yang sedang ku bawa"
"Ibu Panti marah besar kepadaku karena telah tertidur, dia mengambil Sapu yang gagangnya terbuat dari tongkat kayu."
"Sakit bu ampun, aku tidak akan mengulanginya lagi Tolong maafkan aku ibu panti tolong."
"Aku menangis menjerit kesakitan, Ibu Panti Asuhan telah melepaskan Tongkat itu namun saat itu ibu panti malah menjambakku lalu mencelupkan wajahku di bak mandi."
"MAMPUS siapa suruh tidur lagi kerja juga LO!!" ibu Panti Teriak sambil terus memukulkan gayung di kepalaku.
"Ampun Ibu Panti ampun, aku gak akan lagi tertidur saat mengepel maupun membersihkan sesuatu ibu panti, tolong ampuni aku"
"aku menangis, sambil memohon doa dalam hati, Tolong siapapun keluarkan aku dari Panti Asuhan ini aku sudah tidak kuat, Jika tidak Tolong Tuhan ambil saja nyawa ku, aku tidak kuat hidup seperti ini."
"Ibu Panti menjambakku sambil melemparku keluar Pintu kamar Mandi."
"Jangan berani - berani lagi ya Lo tidur saat kerja !!"
"Saat itu aku hanya menganggukan kepala ku tanpa sepatah kata pun keluar dari mulut."
"Aku pun melanjutkan membersihkan beberapa ruangan yang belum aku bersihkan sebelumnya"
"Akhirnya selesai juga" aku pun berniat memberitahukannya kepada Ibu panti.
"Aduh sakit, kepala ku pusing, badan ku juga sepertinya sedikit panas."
"Karena pukulan, Ibu Panti membuat badan ku memar dan kepala ku pusing karena jambakkannya."
"Bu tugas aku sudah selesai semuanya yang Ibu Panti Suruh, apa ada lagi yang harus saya kerjakan Bu.?"
"Hem, Pijitin semua badan Gue sekarang"
"Baik bu" Jawab William dengan sambil menganggukan kepala.
"Sudah dua jam aku memijit Ibu Panti spertinya dia tertidur," william melirik wajah Ibu Panti,
"Dia tertidur sepertinya cukup lelap." dalam hati william.
"Bu aku ke kamar ya.?" tanya lembut william
" Ya udah sana cepet jangan ganggu tidur Gue" kata Ibu Panti sambil menggoyangkan pergelangan tangan menyuruh william pergi.
"Tidak terasa sudah hampir dua hari aku tidak mengisi perut, tidak merasa lapar mungkin karena tidak nafsu makan beberapa hari ini."
"Aku pun mulai memasuki kamar, sebelum masuk kamar ada anak jahil yang telah membuat jebakan, dia mengikat tali di lorong dekat kamar para anak panti asuhan, agar aku terjatuh."
GUBRAK !
"Aku lemas dan pusing, kali ini aku terkena jebakan anak jahil itu, namun aku cepat berdiri dan Menuju Kamar"
" Will Lo kenapa?" tanya teman sekamar William.
"Gue gak kenapa kenapa, cuma pusing sedikit."
"Aku pun bergegas berbaring tengkurap karena jika terlentang sangat sakit sekali dengan punggung penuh memar mencoba tidur karena jam sudah jam 9 malam"
"Lo abis di Pukulin Lagi ya wil sama Nenek Lampir itu !?, gue ngeliaht Luka memar di punggung lo, sini gue obatin." Tanya Harley teman sekamar William.
"Gak kok, Gue abis terjatuh tadi," kata William sambil menutupi perlahan Bajunya yang terangkat."
Ke esokan Pagi nya
Puluhan mobil camry menuju panti asuhan dan memarkirkan kendaraannya di halaman Panti Asuhan.
Seseorang turun di mobil paling depan dengan setelan sepatu pantofel hitam dan jas warna abu abu, di barengi dengan mobil belakang dengan setelan yang sama namun dengan jas warna hitam.
Satu persatu pria keluar dari mobil - mobil itu dengan total keseluruhan yang keluar dari mobil-mobil itu berjumlah 50 orang.
Satu orang berjas abu - abu itu memimpin 50 orang berjas hitam, mereka memasuki panti asuhan dan menanyakan dimana Ibu Panti.
Pria berjas abu - abu dan puluhan pria jas hitam itu menemui Ibu Panti Asuhan.
"Pagi Bu, saya kesini Mencari Seseorang Bernama William Mungkin saat ini dia sudah ber umur 10 tahun, dulu anak itu di titipkan oleh Ibu nya saat masih bayi, bisakah saya bertemu dengannya."
Sontak melihat begitu banyak pria Berjas membuat Ibu Panti Asuhan Merinding Ketakutan, Semua Badan nya menggigil hingga ke tulang.
"Wi..wii..lliiam.!!!" ucap ibu panti terbatah-batah.
"Apa yang telah di lakukakn oleh anak Keparat itu."dalam Hati Ibu Panti Asuhan.
"WILLIAM!!" Teriak Ibu Peri Hingga Urat di leher menjalar keluar.
"Iya Bu" Suara William terdengar Lembut namun bertenaga.
"KESINI SEKARANG JUGA" teriak Ibu panti dengan nada yang sama.
"Baik Bu" sahut William.
William Pun Ke Tempat dimana Ibu Panti Asuhan Dan Pria ber Jas itu berkumpul.
Prias dengan Jas abu-abu itu melihat William.
"Apakah Kamu William?" tanya pria berjas Itu.
"Ya betul, ada apa ?"
Pria Berjas Abu-abu itu mengernyitkan jiadatnya Lalu melihat tahi Lalat yang ada di alis Sebelah kanan william. Dan juga melihat tanda Di ibu jari kaki William tanda Lahirnya.
"Maaf kan saya tuan muda, saya baru menemukan anda, saya adalah Riandy Braga Kaki tangan Tuan Liam Terk sekaligus sahabat ayah tuan muda." Riandy Membungkukan badannya di sambut puluhan orang berjas Hitam.
"TUAN MUDA" Sorak puluhan orang berjas hitam sambil membungkukan badan mereka.
Baca Juga Novel Liam dan Lulu ya.
Terimakasih.