Pagi itu Amora sedang berlari ditaman dekat Apartemen yang baru satu minggu ini ditempatinya.
Amora berlari dengan menggunakan headsead ditelinganya sambil mendengarkan musik favoritnya dari ponsel yang diletakkannya disaku baju olahraganya.
Dia terkejut saat seorang anak kecil yang sedang bermain dengan sepedanya ditaman itu tiba tiba menabraknya membuat Amora langsung terjatuh.
"Bruk!!, Aduh!! "keluh Amora tapi segera bangkit dan memeriksa anak kecil yang juga ikut terjatuh setelah menabraknya saat itu.
"Kamu baik baik saja?!",tanya Amora khawatir pada anak berusia sekitar 6 tahun itu yang terlihat meringis menahan sakit dilututnya dan hanya menggeleng sambil menatap Amora tanpa berkedip.
Amora segera memeriksa lutut anak itu dan terkejut karena lutut anak itu robek akibat jatuh hingga mengeluarkan darah cukup banyak membuat Amora yang phobia darah akibat kecelakan yang oernah dialaminya dulu merasa sedikit pusing.
"Sakit.... ",rintih anak itu dengan mata mulai berkaca kaca menatap kearah Amora membuat Amora menjadi tidak tega.
"Jangan menagis sayang....jangan menangis..
ayo tante antar kamu pulang sekarang",anak Amora dengan memapah anak laki laki itu bangun dari posisi jatuhnya dan membawanya kekursi taman didekat situ.
"Dimana rumahmu biar tante antar pulang sekarang ya",bujuk Amora dengan memeluk anak lakilaki itu.
"Mama... ",panggil anak lali laki itu yang Amora pikir sedang memanggil ibunya dirumah karena merasa sakit akibat jatuh tadi.
"I... iya tante,akan mengantar kamu ketempat mama ya tapi bilang dulu dimana rumahmu sayang",bujuk Amora dengan menimang anak lakilaki itu supaya berhenti menangis.
"Mama... ",ucap anak itu lagi dengan memeluk Amora erat tanpa mengatakan kata kata lain membuat Amora merasa semakin bingung saat itu dan dengan terpaksa menggendong anak lakilaki itu dan membawanya pulang keApartemenya karena sudah cukup lama dia berada disana tapi tidak ada seorang pun yang mencari keberadaan anak kecil itu membuay Amora khawatir kalau luka dikaki anak itu nanti menjadi infeksi.
"Ikut tante pulang ketempat tante ya nanti setelah tante Obati lukamu batu kita menemui mama",bujuk Amora yang hanya dijawab anggukan oleh anak lakilaki itu.
****
Amora membawa anak itu keApartemennya dan berpesan pada security yang berjaga dilantai bawah untuk memberi taunya kalau ada orang yang mencari anak lakilaki dengan ciri ciri yang disebutkannya.
Security itu mengangguk.
"Akan saya sampaikan nanti nona Amora",jawab Security itu.
"Terimakasih ya pak",ucap Amora lalu berjalan kelift menuju unitnya.
Amora menurunkan anak laki-laki itu disofa ruang tamunya.
"Tante ambilkan obat untuk mengobati lukanya dulu ya",ucap Amora yang dijawab anggukan oleh anak itu.
Amora membersihkan luknya lalu membalut luka dilutut anak itu.
"Sakit?",tanya Amora khawatir karena dari tadi anak itu hanya menatapnya tanpa mengeluh.
Anak lakilaki itu menggeleng mendengar apa yang ditanyakan Amora padanya.
"Anak pintar,siapa namamu? ",tanya Amora dengan membelai puncak kepala anak itu.
"Gala",jawabnya singkat masih terus menatap Amora tanpa berkedip.
"Gala? ",tanya Amora yang dijawab anggukan oleh anak kecil itu."Lalu dimana mamamu kenapa kamu bermain sendiri ditaman tadi?",tanya Amora berusaha mencari informasi tentang orang tuanya.
Amora pikir anak itu akan menyebutkan nama atau mengatakan dimana orangtuanya saat dia bertanya tapi ternyata anak itu malah menunjukkan jarinya kearah Amora.
"Ini Mama', jawabnya yang membuat bolq mata indah Amora terbelalak terkejut dan saat dia bermaksud menjawab ucapan anak itu tiba tiba dia dikejutkan dengan bunyi ketukan dipintu Apartemennya.
"I... itu mungkin orangtuamu",jawab Amora dengan bagkit dari duduknya disamping Gala tadi dan berjalan menuju pintu untuk membukannya.
"Nona Amora orangtua anak yang bersama anda ada disini",ucap security itu padanya setelah Amora membuka pintu kamarnya.
"Ya... dimana dia?",tanya Amora bertanya pada security itu.
"Aku disini",jawab seorang pria berusia diawal 30 dengan postur tubuh tinggi dan gagah,yang membuat Amora langsung terpesona dengan wajah tampan pria itu.
"Dia tuan Sakti,ayah anak laki laki yang bersama anda nona",terang Security itu yang membuat Amora tersadar dari pesona pria didepannya itu.
"Oh... maaf,kenalkan saya Amora orang yang tidak sengaja....".
"Saya tau anda Amora Gania penghuni baru di unit ini bukan?".
"Iya... ",jawab Amora dengan ekspresi bingung karena pria didepannya itu mengenalnya sedangkan mereka baru pertama kali.
"Oh iya nona....tuan Sakti ini pemilik gedung Apartemen ini karena itu beliau tau nama anda dan dimana anda tinggal",terang security itu membuat Amora merasa lega.
"Oh... saya kira...",jawab Amora dengan ekspresi tidak nyaman karena sempat berpikir tidak baik pada pria itu.
"Jadi... dimana Gala? ",tanya pria itu dengan nada datar.
"Oh.. dia ada didalam silahkan anda masuk",ucap Amora dengan mempersilahkan Sakti masuk kedalam Apartemennya.
"Dia menabrak saya dengan sepedanya,hingga membuat lututnya berdarah,tapi saya sudah membersihkannya dan memasangkan plester supaya... ".
"Terimakasih",ucap Sakti sebelum Amora menyelesaikan ceritanya lalu menggendong anaknya itu dan berjalan keluar dari Apartemen membuat Amora langsung terdiam melihat semua itu.
***
Amora sudah mulai melupakan kejadian menyebalkan dengan pria bernama sakti waktu itu,sampai suatu hari dia bertemu lagi dengan Gala yang sedang menangis diluar lift yang akan digunakan Amora, membuat Amora terkejut dan segera menghampirinya.
"Gala sedang apa kamu disini?! ",tanya Amora dengan berjongkok disamping anak itu.
Bukannya menjawab Amora Gala tapi tiba tiba saja Gala memeluk erat tubuh Amora.
"Mama.. " panggilnya yang Amora pikir Gala baru saja dimarahi oleh ibunya saat itu.
"Jangan menangis sayang, ayo tante antar kerumah Gala dan menjelaskannya pada mama Gala",bujuk Amora dengan membalas pelukan Gala erat dan merasa terenyuh dengan tangis anak itu.
"Mama.... ",lagi lagi Gala mengatakan itu hingga membuat Amora semakin kasihan dan bermaksud berbicara pada mamanya atau Ayah Gala saat itu juga.
"Kita pulang dan bertemu mama ya biar tante yang bicara pada ayah dan Mama Gala",ucap Amora dengan membawa anak itu dalam gendongannya menuju unit Apartemen Gala yang berada satu lantai dibawah unit Amora.
***
Amora mengetuk pintu Apartemen itu berkali kali sampai dia merasa kesal dan saat dia bermaksud pergi dari sana tiba tiba pintu Apartemen itu terbuka.
"Apa kamu tidak tau betapa bahayanya membiarkan anak kecil berkeliaran sendiri tanpa pengawasan!,bagaimana kamu bisa melakukan itu !,Bagaimana kalau ada yang menculiknya lalu..."
"Nyonya muda! ".
Seketika Amora terdiam mendengar perempuan didepannya itu memanggilnya seperti itu.
"Nyonya Muda...akhirnya anda pulang!",ucap perempuan berusia hampir 40 tahun yang dikira Amora sebagai ibu Gala itu.
"Si... siapa nyonya muda itu?! ",tanya Amora bingung.
"Kamu... yang dipanggilnya sebagai nyonya muda",jawab Sakti yang tiba tiba sudah ada dibelakangnya.
"A.. aku...? ",ucap Amora mulai pucat dan tiba tiba tidak sadarkan diri.
***
Amora terbangun dengan kepala yang terasa sangat sakit,tapi tetap mencoba membuka matanya.
"Dimana ini? ",tanya Amora lemah pada perawat disampingnya.
"Anda berada dirumah sakit sekarang nyonya, suami dan anak anda yang membawa anda kemari",terang perawat itu.
"Suami?,anak? ",tanya Amora yang merasa kepalanya semakin sakit saat perawat mengatakan hal itu.
"Iya... sekarang mereka sedang berada diruang dokter untuk menanyakan kondisi anda".
Amora diam tidak menjawab lagi apa yang dikatakan perawat itu tapi memilih memejamkan matanya berharap sakit dikepalanya akan hilang.
***
Amora terbangun saat merasa sebuah tangan mungil menyentuh dahinya dan dengan perlahan dia membuka matanya.
"Mama... ",panggil Gala padanya dengan wajah cerah karena melihat Amora sudah bangun.
"Gala",panggil Amora lirih pada anak kecil itu.
Tapi Amora terkejut karena tiba tiba Gala berteriak keras memanggil ayahnya.
"Papa!, Mama bangun!, Mama bangun!",teriaknya yang membuat pintu ruang perawatan langsung terbuka karena teriakan Gala barusan dan membuat seorang lakilaki yang dipanggil Gala papa segera masuk dan menghampiri tempat tidur Amora.
"A...Amora apa kamu baik baik saja?",tanya Sakti dengan wajah cemas menatap kearah Amora.
Amora menatap nanar wajah pria didepannya itu dan tanpa sebab tiba tiba saja dia menangis membuat Sakti terkejut melihat hal itu.
"A... Amora ada apa denganmu?, mana yang sakit katakan padaku?",ucap Sakti dengan berusaha menyentuh bagian tubuh Amora yang bisa disentuhnya.
Melihat kecemasan diwajah Sakti bukannya diam Amora malah semakin kencang menangis membuat Sakti semakin bingung dan akhirnya menekan tombol untuk memanggil dokter datang.
"Dok ada apa dengan istri saya kenapa dia menagis terus tanpa henti apakah masih ada bagian tubuhnya yang sakit karena kecelakaan dulu?",tanya Sakti cemas.
"Anda jangan cemas tuan Sakti,saya akan mencoba memeriksa kondisi istri anda sekarang" ucap Sang Dokter.
Cukup lama Amora menangis tanpa sebab hingga membuat dokter menyarankan memberikan sedikit obat penenang pada Amora yang dengan terpaksa disetujui Sakti karena takut kondisi Amora semakin buruk saat itu.
***
Amora tidak ingat berapa lama dia tertidur setelah menangis tanpa sebab saat itu, tapi setelah dia terbangun dia merasa perasaannya menjadi lebih baik dan sesuatu yang mengganjal didalam pikirannya tiba tiba keluar semua.
"Apa kamu sudah merasa lebih baik sekarang?",tanya Sakti terdengar khawatir saat melihat Amora terbangun dari tidurnya.
Amora menatap wajah pria yang sedang bicara padanya dengan tatapan cemas itu lalu menarik nafas keras sebelum bicara.
"Berapa lama aku tertidur? ",tanyanya tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah yang sempat dilupakannya selama.
"Lebih dari 24 jam ada apa?",tanya sakti cemas.
"Kurasa lebih dari itu".
"Maksudmu?".
"Kurasa aku sudah sangat lama tertidur dan akhirnya aku sekarang benar benar bangun sayang",ucap Amora dengan tersenyum kearah Sakti yang tampak terkejut mendengar apa yang baru saja Amora katakan.
"Maksudmu? ",tanya Sakti tanpa bernafas karena takut dia salah mendengar panggilan Amora barusan padanya.
"Sayang....akhirnya aku kembali",ucap Amora dengan merentangkan tangannya untuk meminta Sakti memeluknya.
"A... apa maksudmu kamu sudah ingat tentang aku dan Gala sekarang?",tanya Sakti yang dijawab anggukan oleh Amora.
"Iya... aku ingat kalian sekarang dan maaf sudah melupakan kalian selama ini",ucap Amora dengan tetap merentangkan tangannya yang kali ini langsung direngkuh Sakti dengan erat.
"Aku mencintaimu Amoraku, aku merindukanmu.... aku selalu menantikan hari ini berharap kamu akan kembali bersama kami lagi",ucap Sakti dengan membenamkan wajahnya diceruk leher perempuan yang sangat dicintainya itu.
"Maaf....maaf sudah membuat kalian menderita selama ini maafkan aku",jawab Amora dengan membalas pelukan pria yang sangat dirindukannya itu.
Tapi rasa haru biru mereka terhenti saat mendengar suara kecil yang memanggil mereka saat itu.
"Mama... Papa...! ".
Sakti dan Amora langsung menoleh kearah Gala putra mereka itu.
"Sayang....",panggil Amora dengan menyuruh Gala ikut masuk kedalam pelukannya.
Melihat Amora merentangkan tangannya Gala segera berlari masuk kedalam pelukan Amora.
"Mama... ",panggilnya.
***
"Jadi....ini rumah kalian?",tanya Amora dengan dahi berkerut melihat semua pajangan dinding yang ada didalam apartemen itu ternyata lukisan wajahnya.
"Iya... apa kamu suka sayang? ",tanya Sakti dengan menatap kearah Amora.
"Welll... kurasa ini terlalu berlebihan bukan",ucap Amora dengan menoleh pada Sakti.
"Aku suka Mama karena itu aku menggambar mama dan menyuruh papa memasangnya didinding rumah",ucap Gala yang membuat Amora langsung terkejut.
"I.. ini.. siapa yang... ".
"Gala yang menggambar semuanya",terang Sakti.
"Ta.. tapi Gala masih sangat muda bagaimana bisa dia melukis sebagus ini",ucap Amora tidak percaya.
"Tapi kemampuan Gala diatas rata rata sayang karena itu dia bisa melakukannya".
"Ma... maksudmu anak kita Genius! ",tanya Amora tidak percaya.
"Iya... ",jawab Sakti bangga.
***
TAMAT ,semoga suka dan terhibur,😊😊🤗