Pagi yang indah, Aku pun berharap, semoga hari ku akan indah.
Aku mulai melangkah membuka pintu kamarku.
Tapi...
Sekejap harapan yang baru saja aku pinta, lenyap begitu saja. Seperti biasa aku harus melihat papa dan mama berantem -berantem lagi.
Ya!
Dalam keluarga aku, kata damai itu sangatlah asing. Hatiku hancur melihatnya. Seakan-akan batinku tidak menerima kenyataan yang ada di depan mata. Dengan berat hati, Aku melangkah keluar kamar.
"Ma...pa...boleh gak sih. Sehari aja papa dan mama akur." Kataku dengan penuh harap.
"Papa kamu yang mulai nak." Jawab mama.
"Apa! saya yang mulai?" Sahut papa dengan suara lantang.
"Saya dirumah ini sebagai kepala keluarga, jadi mama harus menurut kemauan papa." Lanjut papa yang semakin emosi.
Hatiku semakin hancur dan mulai timbul dalam benakku "kenapa aku harus lahir di tengah-tengah keluarga seperti ini?". Tanpa berpikir panjang. Aku langsung bergegas pergi ke kamar, nangis dan teriak sekuat-kuatnya.
Semenjak papa dan mama selalu berantem, aku selalu merasa sendiri. Aku merasa aku tidak punya teman curhat lagi. Aku tidak punya keluarga yang peduli lagi.
Sampai aku merasa handphone yang bisa menenangkan pikiran aku. Aku ambil handphone aku dan langsung buka sosmed.
Tanpa sengaja aku melihat sebuah video postingan tentang keluarga yang hancur dan papa mamanya pisah. Tapi sekarang keluarga mereka telah diubahkan. Aku gak tau itu sebuah kebetulan atau memang rencana Allah.
Aku mulai penasaran dan mulai menonton videonya.
Di menit kedua, Tanpa aku sadari, air mataku mengalir membasahi pipiku.
Ternyata...
Di luar sana banyak keluarga yang lebih hancur dari apa yang aku alami saat ini. Tapi mereka berbeda. Mereka tidak mau keluarganya berlarut-larut dalam masalah. Mereka mau di ubahkan dan di damaikan kembali.
Aku merenung dan menundukkan kepala "ya Allah ampuni aku dan kedua orang tua ku. Aku mau keluarga aku diubahkan. Aku mau keluarga aku bahagia seperti keluarga yang lain. Ya Allah kabulkan lah doaku. Aminn...".
Keesokan paginya aku datang ke kamar papa dan mama. Aku tersenyum dan memeluk mereka berdua.
" Mama sama papa sayangkan sama aku?" Kataku dengan muka sedih.
"Iya dong mama sayang banget sama anak satu-satunya mama ini". Sahut mama.
"Makasih mama, papa gak sayang sama aku?" Tanyaku dengan penuh harap papa akan menjawab pertanyaanku juga.
"Sayang dong, sayang banget.kok kamu nanya gitu sih nak, tumben banget." Sahut papa.
"Kalau papa sama Mama sayang sama aku, boleh gak aku minta satu permintaan." Tanyaku tersenyum.
"Iya syang, kamu mau minta apa?" Jawab mama papa serentak.
"Ma...pa...boleh gak aku minta dalam sehari aja, papa sama Mama jangan berantem, aku pengen banget keluarga kita damai, keluarga kita saling mengasihi." Kataku penuh harap mama dan papa akan berubah.
Tiba-tiba hening....
Papa dan mama saling bertatapan. Papa dan mama kembali memeluk aku. " Iya... Maafin papa dan mama ya. Gara-gara keegoisan papa dan mama, kamu jadi korban.kamu tidak mendapatkan kasih sayang yang semestinya dari orang tua." Sahut papa dan mama.
"Aku senang banget dengarnya, makasih ya ma...pa...tapi aku punya satu lagi permintaan. Aku mau setiap pagi dan malam kita kumpul dan sholat lima waktu bersama ya, bolehkan?".
Mama terharu dan cium kening aku. "Iya sayang, maafin papa mama yang selama ini gak bisa jadi orang tua yang baik buat kamu." Air mata mama semakin mengalir.
"Iya ma. Maafin papa juga ya, selama ini belum bisa jadi imam yang baik buat mama dan anak kita." Kata papa ikut terharu.
Mulai hari papa dan mama gak pernah berantem lagi mereka selalu nyelesaiin masalah dengan kepala dan hati yang dingin.
Terimakasih ya Allah. Engkau sungguh baik buat keluarga aku.terimakasih telah mengubahkan dan mendamaikan keluarga aku ya Allah. Tuntunan dan dan lindungi selalu keluarga aku ya Allah. Aminn...
author: Raa