Namaku Shella sekarang aku sedang berduka karena kehilangan pacar ku.
Dia Reno meningal karena sebuah kecelakaan beberapa hari lalu..
Alasan dia meninggal sedikit membuatku sedikit merasa bersalah di meningal karena membeli hadiah Halloween untukku dan berakhir kecelakaan tragis itu, Banyak orang yang menyalakanku atas kematian Reno bahkan menyebutku pembawa sial juga wanita tak tau diri.
Kedua orang tua Reno sekarang membenciku satu satunya kasih sayang yang aku dapat dari orang tua yah harus kalian tau aku seorang yatim piatu.
Bahkan di hari kematiannya aku di larang menemuinya untuk terakhir kali.
_Ke Esokan Harinya_
Malam ini malam cukuo mengerikan untuk beberapa orang untuk kebanyakan orang malam ini adalah malam permen.
Halloween hari yang di tunggu banyak anak kecil untuk mendapat banyak permen dari banyak orang mengetuk satu persatu pintu.
Namun berbeda dari tahun" sebelumnya yang selalu aku lewatkan bersama Reno tahun ini aku merasa sangat takut biasanya Reno akan datang memelukku dan menemaniku menonton film horor.
Di Kamar ku aku merenung memeluk bantal sambil menonton tv namun tiba tiba saja listrik mati membuat suasana yang dingin menjadi semakin dingin.
Drap!
Drap!
Lampu berkedap-kedip langkah kaki seseorang seraya mendekat dari luar pintu kamar satu ketukan pintu membuatku merinding.
Aku berjalan mendekati pintu mengintip dari sebuah lingkaran kecil di dalam kamarku di dekat pintu.
Dan..
Betapa terkejutnya aku melihat seorang Reno mengunakan jas bak seorang pangeran tampan yang hendak melamar kekasihnya dengan sebuah bunga mawar indah di tangannya.
Tanpa ragu aku membuka pintu itu namun saat ku buka tak ada siapa pun di luar aku terkejut juga ketakutan_
" B-Bagimana ini bisa terjadi!! " Takutku dan kembali masuk ke dalam kamar dengan bulu kuduk yang sudah berdiri pertanda aku merinding.
Aku duduk di tepi ranjang memeluk kedua lenganku dan sekilas menatap kaca.
" H-hah! 😳" Ucapku kembali menatap kaca
" A-Apa Itu Kamu R-Reno 😳" Ucapku menyentuh kaca yah aku menatap Reno dari kaca itu dia berdiri tepat di belakangku.
Namun saat aku menoleh ke belakang lagi lagi dan lagi aku tak menemukan sosok Reno.
Aku kembali menatap kaca dan aku melihat jelas Reno berdiri dengan gagah tampan juga membawa sebuah buket mawar di tangannya!.
Untuk sekian kalinya dan untuk memastikan aku menutup mataku mencubit kedua pipiku.
" Benar Ini nyata!! " Ucapku lagi lagi dan lagi terkejut
Namun bukannya takut aku malah berjalan mendekati kaca menatap dengan mata berair
" R-Reno hikss " tangisanku pecah di depan kaca menatap bayangan Reno dari sana
" Hey cantiknya Reno liat Reno di belakangmu ~" Ucap lembut seseorang di telingga shella
Aku menoleh ke belakang dan untuk kali ini memang benar ada Reno di hadapanku aku menangkup kedua pipinya yang bisa ku tembus.
aku menangis tak sanggup menahan air mata
" hikss maafkan aku ren maaf hikss " ucapku menutup muka dengan kedua tangan merasa bersalah " A-aku yang harus di salahkan untuk semua yang terjadi padamu ren hikss " ucapku dan hanya di balas gelengan oleh arwah Reno
" Aku kemari untuk menemuimu ~"
" Maafkan aku tak bisa memberi hadiah Halloween yang kamu inginkan ~"
" Satu malam sebelum aku benar benar pergi apa bisa kita habiskan waktu bersama? ~" ucap arwah Reno dengan mengusap air mataku yang tak bisa ia sentuh.
Ya namun aku bisa merasakan dia ada di sana benar emang ada dingin, hangat juga aroma tubuh yang ku rindukan seperti Reno yang benar benar nyata. Aku menganguk tanda menyetujui ucapannya untuk satu malam kenangan indah kami.
Malam ini benar benar malam spesial untukku walau hanya dengan tawa pelan dan angin dingin seperti aku bermain dan tertawa seorang diri namun di samping itu ada sosok arwah yang menatap ku dengan senyum dan ikut tertawa Reno walau hanya arwah mu yang bisa ku temui untuk terakhir kali aku cukup untuk mengangkat rindu ku
" Terimaksih untuk malam terakhir yang kau berikan shella ~" Ucap lirih arwah Reno dengan menangkup kedua pipiku mengecup singkat bibir ku dan perlahan menghilang.
Tangisan ku pecah aku memejamkan mata seraya tak kuasa menerima kenyataan ini. Namun nasi sudah menjadi bubur yang berlalu tak bisa di ulang aku kehilangan cintaku dan merasa kesepian usai kepergian Reno..
By Shella Venezuela 👻