EPISODE 1: Pertemuan Pertama
Hari ini kita semua bersedih,Vella cewek tercantik dan terpintar di sekolah,Kini dia telah meninggalkan kita semua,dia dikabarkan akan segera pergi dari kotanya karena Papa nya akan mengurus pekerjaan diLuar Kota ntuk beberapa tahun.
"Vell, walaupun lo akan jauh dri kita,lo tetep jadi sahabat terbaik kita"ucap Nara
"Vell jangan lupain kita,saling kasih kabar ke kita" sambung Celsia
"Jelas dong, gue gak akan pernah lupain kalian"Jawab Vella
Mereka pun berpelukan untuk yang terakhir kalinya
DiKeesokan harinya, Hari keberangkatan pun tiba kini mereka (Vella, Mama dan Papanya) tiba di Bandara,Mereka akan pergi menaiki pesawat
Setelah beberapa hari kemudian,Mereka pun tiba.
"Ini dia rumah baru kita, sekarang kamu ke kamar gih, istirahat!" Ucap Papa
"Baik Papa" Jawab Vella
"Istirahat ya nak,besok kan kamu harus sekolah" sambung Mama
"Baik Ma" Jawab Vella
Kemudian keesokan harinya Vella bersiap siap untuk berangkat ke sekolah,Kini tiba disekolah Vella terasa belum nyaman dengan sekolah baru nya itu, dikemudian dia masuk ke kelas dia meletakkan tasnya dan langsung membaca buku
"Hai,lo anak baru ya? Kenalin nama gue Kalya Dwinata Reyna,panggil aja Kalya" Ucap Kalya disamping tempat duduk Vella
"Hai gue kaiala Elodie panggil gue Kai aja,gue ketos disini"
"Gue Vella Azzena,pangil aja Vella, Semoga kita dapat berteman baik,gue baru pertama kekota ini" Jawab Vella
"Oh ya serius?" tanya Kalya
"Ya,gue pertama kali datang ke kota ini,gue kesini karena papa gue ada pekerjaan" Jawab Vella
Tiba tiba guru datang,semua siswa duduk ke tempat bangku nya masing-masing,jam pelajaran pun dimulai, Beberapa jam kemudian,bel istirahat berbunyi mereka semua berjalan kekantin sekolah
"Vell kekantin yuk?" tanya Kalya
"Ayo!" seru Vella
Mereka berdua pun berjalan bersama menuju kantin sekolah, mereka melewati lapangan basket kemudian
Dukk!!! Bola basket itu mengenai Tangan Vella
"Aduhhh" Teriak Vella
"Duh, Yaampun Vell,Sakit ya?" Kalya panik
tiba tiba ada seorang anak laki-laki datang menuju Vella tiba tiba anak laki-laki itu mengambil bola basket nya dan berkata
"Sorry,Apanya yang sakit? hm?" ucap anak laki-laki itu
"Lo gak liat? nih tangan gw!" Ucap Vella dengan nada emosi
"Eh maksud Lo apa,kok tiba² pergi?, Tanggung jawab dong!!, temen gue tangan nya luka gara gara lo!" ucap Kalya dengan nada marah
"Bawa dia ke UKS, biar gue obatin" ucap anak laki-laki itu
mereka pun membawa Vella ke UKS,dan tangan Vella diobati,tapi syukurlah tidak terluka parah
"Eh kal,tadi kayaknya dia anak sekelas sama kita deh?" Tanya Vella
"Oh anak laki-laki yang ambil bola basket tadi? itu namanya Dewangga,Dia ketua basket,Dia orangnya Cuek banget asli, Sebenarnya gue tertarik sih sama dia,tapi setiap gue deketin dia selalu ngelak,dingin banget sumpah itu orang" Jelas Kalya
"Gue kayaknya tertarik deh sama dia" ucap Vella dalam hati
"Vell ini buku lo" Kalya sambil memberikan buku yg Kalya pinjam tadi ke Vella
"Eh kal,gue harus ngembaliin buku yg gue pinjem tadi,gue ke perpus dulu ya?"
"Oh Oke,gue tunggu dikelas" jawab kalya
Kemudian Vella langsung berlari menuju perpustakaan untuk mengembalikan buku nya,tiba tiba dia bertemu Dewangga
"Eh lo yang tadi kan?" Ucap Vella sambil menghampiri dewangga
"Eh elo?,Lo ngapain kesini? ngikutin gue Lo?" Tanya dewangga
"Dih,siapa yang ngikutin Lo,gue kesini cuman mau ngembaliin buku yang gue pinjem tadi,eh btw lo ngerjain apa?"
"Ini Soal IPA" jawab dewangga
"Biar gue bantu"
"Eh tapi" Bingung dewangga
"Kalau soal IPA mah gue ahlinya,sini gue bantu kerjain"
"Awas salah semua!"
Setelah Vella membantu dewangga mengerjakan soalnya diperpustakaan Vella dan Dewangga langsung bergegas masuk kedalam kelasnya karena Bel sudah berbunyi,Selepas pulang sekolah Vella menghampiri Dewangga
"Gimana tadi?,Bener semua kan,dah dibilangin gue hebat dalam IPA!"
"Ck,gak usah sombong,btw makasih!"
Tiba tiba Kalya,Kaiala,dan Meru datang menghampiri mereka
"Eh kalya,belum pulang juga lo?" Tanya Vella
"Papa masih ada rapat dikantor,nunggu matahari terbenam nih gue baru pulang" Jawab Kalya
Tiba tiba ada cowok menghampiri mereka,Cowok itu bernama Samuel Cleo Revano Teman sebangku Kalya
"Kal mendingan lo bareng gue aja,kan kita searah,daripada nunggu papa lo" Ucap Samuel
"BOLEH!" Jawab kalya
"Lah terus gue?" Ucap Kaiala dengan sedih
"Lo bareng gue! Gak ada penolakan" Jawab Meru sambil memegang tangan Kaiala
Mereka akhirnya pun pulang bersama sama
Hari berkemudian hari Vella,dan Dewangga pun semakin akrab karena Vella selalu membantu dewangga mengerjakan soal IPA nya
hari berkemudian hari tiba tiba dewangga seperti ada rasa dengan Vella.
~BERSAMBUNG~
EPISODE 2:Murid Baru
Hari ini disekolah kami, kedatangan murid baru.Murid itu bernama Sabitha Agleana dan Megan Djhaylence.Mereka memasuki kelas dengan gaya sombongnya.
"Anak anak hari ini kita kedatangan murid baru, Untuk yang bersangkutan silahkan memperkenalkan diri" Ucap Bu Anindhita
"hai, gue Sabitha agleana. di sekolah gue yg dulu gue di panggil cewek tercantik seantero sekolah. semoga kita bisa berteman dengan baik disini, salam kenal ya"
"halo semuanya, gue Megania djhaylence lo semua bisa panggil gue Megan.Sejujurnya gue ogah pindah sekolah tapi karena Sabitha pindahnya kesini gue ikut ikutan aja, semoga kita bisa berteman dengan baik"
"Baiklah karena kalian sudah memperkenalkan diri, silahkan duduk ditempat bangku yang kosong" Ucap Bu Anindhita
"Baik Bu" Jawab mereka berdua
Sabitha berjalan kearah bangkunya Dewangga,karena bangku sebelah Dewangga masih kosong
"Hai,gue duduk disini ya?"
Sebelum Dewangga mengatakan apapun, Sabitha langsung duduk ditempat bangku sebelah Dewangga.Vella menoleh dan melihatnya dengan wajah cemburu.
Sementara itu,Megan berjalan kearah bangkunya Meru.
"Gue duduk disebelah Lo ya?" Tanya Megan
"Gak!" Jawab Meru dengan tegas
"Siapa bilang bangku sebelah gue kosong?,Kai sini lo sebangku sama gue!"
Ucap Meru dengan Tegas.
"GUE?" Jawab Kai
"Gak ada penolakan Gunung harus bersama dengan Laut nya,Dan Lo duduk sama Rasya atau siapapun gue gak peduli" Jawab Meru dengan Tegas.
Sementara itu, Dewangga risih,karena dia bersebelahan dengan Sabitha, kemudian Dewangga menggambil tas nya kemudian membawa tas nya ke arah sebelah bangku Vella karena sebelah bangku Vella masih kosong
"IH,Lo mau kemana Dew?,terus gue gimana?Masa gue duduk sendiri sih?" Ucap Sabitha
"Duduk sama Megan" Jawab Dewangga dingin
Kini Dewangga bersebelahan dengan Vella, Samuel dengan Kalya,Meru dengan Kai, dan Sabitha dengan Megan.
~BERSAMBUNG~
Episode 3: Rencana Jahat Sabitha
Pagi ini,disekolah Kami mengadakan Acara pertandingan basket antar kelas.Vella dan teman² nya berjalan bersama sama menuju Lapangan basket,mereka akan melihat teman temannya tanding, setelah beberapa saat Pertandingan pun dimulai mereka bersorak ramai ramai menyemangati teman mereka.
"SAMUEL SEMANGATT,GUE YAKIN LO BISAA!!" Teriak Kalya
"Kalau gue menang lo jadian sama gue!" Jawab Samuel keras
Tiba tiba tanpa sepengetahuan siapapun Sabitha dan Megan menarik tangan Vella dan membawa nya ke Kamar mandi sekolah.
"Eh apa apaan lo sembarangan aja narik tangan Anak orang" Ucap Vella dengan marah
"Ini saat yang tepat buat ngehancurin hidup lo!" Jawab Sabitha
Kemudian Megan Membius Vella, sehingga Vella tidak bisa berteriak meminta tolong
"Cepat nyalain shower nya" Perintah Sabitha
Setelah Megan menyalakan shower nya mereka keluar dari kamar mandi itu,lalu mereka mengunci pintu kamar mandi itu.
Kembali ke pertandingan, Setelah beberapa saat pertandingan pun selesai Samuel dan Dewangga berjalan kearah Kalya dan teman nya.
"KEREN BANGET KALIAN TADII" Ucap Kalya senang
"Vella mana?" Tanya Dewangga
"Eh iya,Vella kemana guys? Tadi dia disini sama kita" Jawab Kaiala
Tiba tiba Hp Dewangga bergetar,ada telefon dari teman nya.Kemudian Dewangga mengangkat telefon itu.
"Dewa,gue lihat Vella dibawa pergi sama Sabitha dan Megan,Mereka membawa Vella ke salah satu kamar mandi sekolah"
"OKE, GUE KESANA" Jawab Dewangga
Lalu Dewangga mematikan telefon nya
"Vella diculik Sabitha,kalian semua ikuti gue" Ucap Dewangga kepada teman temannya.
Lalu mereka semua bergegas menuju kamar mandi sekolah setelah sampai dikamar mandi yg tepat
"Sial,pintunya dikunci" Ucap Dewangga
"Kita dobrak aja!" Jawab Meru
Setelah pintu didobrak Dewangga dan Meru akhirnya pintu nya terbuka,mereka melihat Vella yang tenggelam di bak mandi karena air shower nya akan naik, dengan cepat Dewangga langsung masuk dan menyelamatkan Vella,lalu mereka segera membawa nya ke RS terdekat.
Setelah sampai diRS Vella langsung segera ditangani oleh Dokter, sementara itu Kalya menghubungi orang tua Vella.
~BERSAMBUNG~
EPISODE 4: Ayo bangun,Vella!
Di pagi hari ini Dewangga memberikan sarapan untuk kekasihnya ia mencoba untuk membangunkannya
"ayo bangun kita sarapan bersama seperti harapan kamu" ucapnya.
Namun nihil sang perempuan masih tetap memejamkan mata, sang lelaki pun hanya mampu menahan tangis melihat perempuannya yang tak berdaya.Alhasil sarapan yang dibeli pun dimakan sendiri.
"Gue nggak nafsu makan ngelihat lu kayak gini Vell please bangun jangan tidur terus" mohon Dewangga.
Daripada makanan yang ia beli mubazir ia memberikan sarapannya kepada Kaia dan Meru yang masih setia menjenguk Vella sebelum berangkat ke sekolah
"gimana Vella?" Tanya Kaia
"belum siuman,padahal udah waktunya dia sarapan" Jawab Dewangga dengan lesu.
Kaia pun benar-benar sangat khawatir dan lelaki di sampingnya yakni Meru menenangkan kaia
"Udah Kai,tenang aja Vella akan baik baik saja kok,jangan berlebihan khawatir nya" Ucap Meru sambil merangkul Kaia.
Yang dirangkul pun menatap sinis kemudian berpamitan kepada Dewangga untuk berangkat Sekolah. Dewangga Kembali keruangan rawatnya Vella dan kemudian terduduk sambil memandang wajah yang lemah pucat.
"Kapan Lo bangun?,gue lemah tanpa lo bangun cepet bangun!" Mohon Dewangga sambil menggenggam tangan kekasihnya.
Ia menangis sampai memejamkan mata. Disekolah semua orang membicarakan Sabitha tentang berita bahwa ia telah membuat koma kekasih kapten Basket. Ada yang menggunjing,ada yang mengatakan hal hal buruk tentang Sabitha.
"Ya biarin aja sih, kalau kak Vella tiada juga gapapa, menurut gue kak Kak Dewangga lebih cocok sama kak Sabitha" Ujar salah satu dari mereka.
Kaia yang tidak sengaja lewat dan mendengar nya langsung menghampiri adik kelas yang mengatakan hal tersebut.
"Maksud lo apa? Coba ulangi yang lo bilang tadi!" Titah Kaia.
Gadis itu pun menjawab
"Kak Dewangga lebih cocok sama kak Sabitha,kak Vella jelek,nggak sebanding sama kak Sabitha!".
Kaia yang mendengar jawaban seperti itu pun hampir meloloskan bogeman mentah namun entah dari mana pemuda itu berhasil menahan perbuatan yang dilakukan Kaia.
"Hey,calm down,girl" Ucap Meru.
Kaia pun menatap kesal Meru.
"Lo enggak usah ikut campur,anjing" Ucap Kaia menggebu-gebu.
Meru memegang kedua bahu Kaia dan memindahkan tubuh mungil itu kebelakang punggung lebar Meru.
"Lo gak tau apa apa,gak usah ikut campur dan diem aja!" Ujar Meru kepada adik kelas yang mengatakan hal tak senonoh tentang Vella.
Meru mengandeng tangan Kaia dan membawa pergi dari kawasan itu. Kaia pun melepas gandengan itu secara paksa,lalu mengatakan
"lo tu apa apaan sih?kenapa ikut campur?"
"Karena ini juga urusan gue!" Jawab Meru
santai,
Kaia langsung memasang muka heran seperti.....What the fu*k are these???
"Terserah lo,gue muak ngadepin manusia seperti lo" Ucap Kaia langsung menggeleng pergi.
Namun tangannya dicekal oleh Meru. Meru mendekat kan badannya dan berbisik
"lo itu ketua OSIS,bisa jadi masalah besar kalo lo berulah".
Seperti biasa,disaat bel istirahat berbunyi Samuel menarik tangan kalya untuk latian basket.kalya yang jenuh dengan kebiasaan Samuel kemudian bertanya
"kenapa setiap latian basket lo harus mengajak gue?"
"Nggak apa-apa,kenapa? Gak seneng? Lagian apa salahnya latian dilihatin cewek sendiri?" Samuel malah balik bertanya."Apa maksud pemuda ini? Cewek sendiri? Jadian aja belum" ucap kalya dalam hati.
Samuel pun mendudukkan yang katanya 'ceweknya' dikursi tepi lapangan. Kalya yang jenuh pun terpaksa duduk dan melihat hal yang dilakukan Samuel. Kalya bertanya lagi
"kenapa harus setiap hari? Skill basket lo udah bagus kok,setara sama Dewangga". Samuel pun menghentikan kegiatan nya dan menjawab,"ya karna itu, karena gue masih setara sama Dewangga.Gue harus bisa lebih dari ketua basket sialan itu!"
"El,kalau porsi Lo segitu jangan dipaksain harusnya disyukuri apa adanya diri Lo" ujar kalya.
"Nggak gue gak terima,kalau Dewangga bisa,gue harus jauh lebih bisa darinya" Jawab Samuel.
"TERSERAH LO!" Jawab kalya kesal.Kalya pun langsung pergi dan meninggalkan Samuel sendiri dilapangan
"Aya!,Ya!,mau kemana?Hey!" Samuel berteriak kemudian mengejar kalya yang punggungnya hampir menghilang dari pandangannya.
Malamnya dirumah sakit seorang gadis yang berbaring tak sadarkan diri perlahan mulai sadar.Vella terbangun seberkas cahaya menusun lembut Indra penglihatannya.Dia merasa tangannya digenggam lembut sangat hangat.
"Dewangga?" Tanya Vella.
Ternyata benar lelaki itu terlihat seperti tertidur perlahan Vella bangkit Sampai terduduk.Vella mendengar Dewangga meracu tak jelas,Vella mengernyit Kemudian memeriksa suhu badan Dewangga,panas.Sepertinya Dewangga terkena demam tinggi. Tak lama kemudian Kaia dan Kalya datang untuk menjenguk Vella
"Vell?Lo udah sadar?" Tanya Kaia dan benar adanya Kaia langsung memeluk erat tubuh Vella disusul oleh Kalya.
"Uhuk! Uhuk! Udah dong,gue gak bisa napas nih!" Yang dipeluk pun mengeluh.
Kaia dan Kalya pun melepas pelukannya dan berucap "duh, kita tuh kangen banget sama lo,Vell" pertanyaan bertubi-tubi dilayangkan kepada Vella.
"Gue udah lumayan baik kok,masih agak lemes aja" Jawab Vella. Seakan sadar dengan sekitarnya,Kaia menjerit dan bertanya
"ini kenapa deh kok nggak bangun bangun ?"
Vella pun menjawab
"Gue gak tau,pas gue baru bangun,dia udah gak sadarkan dan meracu nggak jelas" Kalya pun segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Vella dan Dewangga.
~BERSAMBUNG~
*kota,nama dan latar hanya kahyalan belakang,jangan dianggap serius!*