#MalamPasanganHalloween
"Trick Or Treats!" Ucap Eve yang berdiri di depan rumah seseorang.
Mal itu adalah malam Halloween, semua anak-anak akan mengetuk pintu rumah orang-orang dan meminta permen, "Trick Or Treats!" adalah kata-kata yang mereka ucapkan. Malam itu, mereka mengadakan sebuah kompetisi, siapa yang paling banyak mengumpulkan permen, maka ialah yang akan menang.
Hari itu, Eve mengenakan kostum seorang penyihir dengan sebuah keranjang labu yang ia bawa di tangannya. Ya...Eve adalah namanya, seorang gadis manis yang berusia 17 tahun.
Namun, sepertinya Eve tidak mendapatkan keberuntungannya. Sudah 1 jam, dan ia baru mendapatkan 15 buah permen. Namun, hal itu tidak mematahkan semangatnya.
Tokk...tokk...tokk...
Ia mengetuk sebuah pintu, ia merasa heran. Karena, dari tadi ia tak melihat ada anak anak yang datang kerumah itu. Eve berpikir bahwa pemilik rumah itu galak. Namun, ia ingin sekali mencobanya.
Ketukan pertama tidaklah berhasil. ia pun mengetuk pintu itu untuk kedua kalinya.
Tok...tokk...tokk...
Tidak berhasil?! Ia tak menyerah, ia pun mengetuk pintu rumah itu sampai ke-5 kalinya.
Clekkk...
"Loh? pemilik rumahnya mana?" Guman Eve yang keheranan. Akhirnya Rasa penasarannya pun membuatnya untuk menginjakkan kaki kedalam rumah itu.
Beberapa langkah sudah membuatnya masuk kedalam rumah itu. Sebuah kejutan teryata menantinya. Teryata, setelah ia memasuki rumah itu, pintu langsung tertutup sendiri.
Ia takut, namun berusaha untuk tidak panik. Perlahan-lahan ia mencoba untuk membuka pintu itu. Sayang sekali, usahanya tidak berhasil. Pintu itu sama sekali tidak terbuka.
Untuk kedua kalinya, ia mendapatkan kejutan yang tidak ia inginkan. Lampu-lampu di dalam rumah itu tiba-tiba menyala dengan sendirinya. Entah itu ilusi atau halusinasinya saja. Rumah yang pada awalnya terlihat kecil, tiba tiba muncul sebuah lorong yang panjang di hadapannya.
Perlahan demi perlahan, ia melangkahkan kakinya dan berjalan melewati lorong itu tanpa menghasilkan suara.
Syutt...
Se-kelibat bayangan hitam muncul di ujung lorong dan menghilang lagi dengan begitu cepat, bahkan wujudnya sama sekali tak terlihat. Merasa terkejut, namun sangat penasaran. Ia pun mengejar bayangan itu sampai di akhir lorong. Di akhir lorong, ia disuguhkan oleh dua pilihan yang membingungkan, antara lorong sebelah kiri atau sebelah kanan.
"Sudahlah, lebih baik aku kearah ini saja" Tanpa berfikir panjang, ia mengikuti suara hatinya. Ia memilih untuk berjalan ke lorong Kanan, karena tadi sosok itu menenggok kearah lorong kanan.
Ia pun kembali menyusuri lorong itu. Sambil berjalan menyusuri lorong itu, ia di suguhkan oleh beberapa foto tentang kaum vampir dan penyihir.
Pandangannya tertuju pada sebuah lukisan. Dua orang yang saling mencintai. Jika di lihat perempuan itu mirip dirinya, dan laki-laki itu...siapa dia?
Sebuah perasaan yang tidak asing, rasanya ia mengenalnya, namun ia melupakannya. Tanpa ia sadari, ia menangis tak henti henti. Padahal, ia sama sekali tidak mengenali sosok laki-laki yang ada pada lukisan itu. Hatinya, terasa hancur saat melihat lukisan itu.
Dan...tanpa ia sadari, seorang laki laki melihatnya dan mengawasinya sedari tadi. Wajahnya tak terlihat dengan jelas, karena ia menggunakan topeng.
"Siapa kamu?" Tanyanya sambil meneteskan air mata.
Tanpa aba-aba, tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Laki-laki itu langsung memeluknya dengan erat. Matanya yang berlinang-linang air mata, sebuah kerinduan.
Pelukan yang hangat itu, membuatnya merasakan cinta. Di dalam pelukan itu pula, terlihat sebuah kerinduan dan kasih sayang, cinta.
Lagi lagi, tanpa memberikan aba-aba, laki-laki itu menciumnya. Ciumannya, bibirnya yang lembut memberikan perasaan nyaman padanya.
"Uumnya...le-lepaskan aku! Berani-beraninya mencium orang yang baru kamu temui, dasar gak sopan!" Eve tersadar, dan langsung mendorongnya agar terlepas dari pelukannya sambil mengelap air matanya.
"Selamat datang kembali, Roxy-ku." ucap laki-laki itu, sambil tersenyum menunjukan gigi taringnya.
"Ka-ka-kamu, mengapa mempunyai gigi taring? Siapa kamu?!" bentaknya sambil berjalan mundur.
"Aku? Aku suamimu, seorang vampir. Alexander De Alderweireld. Dan kamu...Roxxana Blaine." jelas laki laki vampir itu.
"Vampir? Suami? Apa Maksudmu?" tanya Eve yang kebinggungan. Hmm...namanya itu Eve atau Roxxana?!
"Tentu saja kamu lupa. Semua ingatanmu di kehidupan yang sebelumnya telah di segel. Ciumlah aku, dan biarkan aku menggigit lehermu, maka kamu akan mendapatkan ingatanmu kembali." Jelas Alexander sambil mengulurkan tangannya.
"Haruskan aku mempercayaimu?" Tanya Eve sembari mengerutkan alisnya, dan menelengkan kepalanya.
"Hahaha, aku hanya berbohong. Ikutlah aku! Aku akan menunjukan sesuatu kepadamu." pinta Alexander.
Dengan cepat, ia menggendong Eve dengan tangannya yang lembut. Dan membawanya ke suatu ruangan. Sangking cepatnya, bahkan ia tidak ada waktu untuk menolak ajakannya.
"Wahh... Tempat apa ini? Lalu, siapa perempuan dan laki laki yang berada di lukisan itu?" Ia terkagum akan tempat itu. Ia juga bertanya siapa sosok kedua orang itu, sosoknya sama seperti pada lukisan yang ia lihat sebelumnya, tepat saat di lorong.
"Apakah setelah terlahir kembali IQ mu itu menjadi rendah? Tentu saja laki laki itu adalah aku, dan perempuan cantik itu adalah kamu." jelas Alexander.
"Anu...Tuan Alexander, sebenarnya apa tujuanmu?"
"Jangan panggil aku dengan sebutan Tuan. Panggil aku seperti sebelumnya, XanXan" jelas Alexander.
"Huh...baru bertemu saja sudah seperti orang yang akrab saja" guman Eve.
"Ingatlah!" Alexander pun dengan cepatnya meletakkan tangan Eve di depan sebuah pedang permata.
Tak disangka, sebuah pecahan memori melintas di kepala. Ingatan-ingatan itu bahkan membuatnya merasakan sakit kepala yang begitu sakit, keras.
***
"Eve, aku mencintaimu"
"Lihatlah XanXan, bunga ini sangat indah!"
"XanXan, kamu harus berjanji untuk menjemputmu!"
"Maafkan aku, Roxy"
"XanXan!!!"
***
Ia langsung terjatuh, dan pingsan. Untungnya Alexander langsung menangkapnya. Ia membawanya kedalam sebuah ruangan, lebih tepatnya, kamar milik mereka yang dulu.
Dengan lembut, Ia mengelus kepala perempuannya itu. Siapa sangka, seorang vampir dengan tampang yang dingin, dengan mudahnya tersenyum di hadapan seorang gadis berusia belasan tahun.
"Ughh"
Setelah pingsan selama kurang lebih 3 jam. Eve terbangun, dan terkejut melihat seorang laki laki sedang tidur di sampingnya. Ia tidak berteriak, ia senang, ia bahagia.
Mengapa? Mungkin...karena ingatannya sudah ia temukan kembali.
Ia pun tidur, sambil menatap laki laki yang ia cintai nya. Terlihat, wajah kedua orang itu tersenyum bahagia.
Namun sayang seribu sayang. Pertemuan yang telah sekian lama mereka berdua nantikan, tiba tiba hilang, hancur begitu saja. Eve, ia mendapati bahwa ia telah terbangun dari tidurnya. Bukan berada pada ranjang yang sama dengan laki laki itu, bukan ranjang ataupun tempat yang semalam ia lihat. Melainkan ranjang tempat tidurnya, kamar miliknya, yang berada di rumahnya.
Ingatan, memori, bahkan hal hal bahagia yang semalam ia lewatkan itu telah hilang. Namun, perasaannya itu tetap berada dalam hatinya.
Bingung, menangis dan kecewa, semua emosi itu bercampur aduk. Pertemuannya yang singkat itu, membuatnya kecewa. Binggung, mengapa ia tiba-tiba terbangun pada kamarnya. Menangis, kerena ia merasa bahwa ia kehilangan seseorang yang sangat berarti.
Entah itu hanyalah mimpi, ataupun tidak. Namun, itu semua terasa nyata.
Hanya sebuah surat kecil yang berada di sampingnya. Surat yang penuh cinta.
"Roxy-ku tersayang, maafkanlah aku yang telah membuatmu kecewa, yang tidak pernah mengabulkan keinginanmu. Maafkan aku yang telah membuatmu melupakan kejadian-kejadian semalam. Aku hanya tidak ingin kamu terluka. Aku harap, kita dapat bertemu lagi. Dari XanXan mu."
***
Sudah lima tahun berlalu. Eve berusaha untuk tetapi jalankan kehidupan normalnya, dan berusaha melupakan kejadian yang telah menimpanya 5 tahun yang lalu.
Brukk...
Tanpa sengaja, ia bertabrakan dengan seorang pria.
"Maaf" Ucap kedua orang itu.
"Kamu...XanXan/Roxy?!"
-Tamat-
Terimakasih telah membacanya, maaf jika terlalu banyak, hehehe. Cerita ini sepenuhnya karangan aku sendiri, di larang mengcopy ataupun Plagiat! Jika kalian menyukainya jangan lupa untuk pencet tombol "Like". Mohon dukungannya!
Happy Halloween!🎃
Trick Or Treats!🍬
By Lisaa Lisaya